
Somsi mengangguk. Lalu ia permisi sebentar ke kamar mandi Siti. Setelah Siti mengijinkannya, ia berlari dengan cepat.
Rasa sesak untuk bak sudah tidak bisa ia tahan lagi.
Somsi mengagumi semua ruangan rumah Siti yang ia lewati sampai ke kamar mandi. Sungguh sangat indah. Berbeda dengan rumah mereka.
"Wah ini indah sekali...." Siti mengagumi sebuah lukisan yang begitu indah di pandang mata. Rasa penasarannya akan sesuatu membuatnya yang tadi kebelet bab jadi hilang.
Somsi memasuki sebuah kamar yang kosong di rumah Siti. Hal membingungkan ia dapati dari ruangan itu. Terlihat sangat kotor dan menjijikkan. Banyak tikus yang berlewatan dan banyak juga kecoak. Tiba-tiba Siti datang menghampiri Somsi. "Eh Somsi nggak jadi ya ke toilet?"
Somsi menggeleng. "Gak Sit, aku tadi melewati seluruh ruangan yang ada begitu sangat indah, tapi mengapa satu ruangan ini terlihat kotor dan sangat menjijikkan?"
Satu kamar ini kok asing ya dari yang lain.
Rasa penasaran itu semakin memuncak saja. Apakah kecurigaannya benar atau tidak yang jelas ia sudah menyimpulkan sesuatu.
"Nggak, ngak Som... ruangan ini khusus untuk gudang. Tempat yang diasingkan dari seluruh ruangan."
Somsi mengangguk. "Owh begitu."
Lalu mereka keluar dari ruangan itu. Somsi memperhatikan setiap detail yang ada dar ruangan itu. Tiba-tiba ia melihat satu kamar lagi dalam ruangan itu yang tertutup rapat dengan di gembok dari luar.
Apa yang sebenarnya ada di balik ruangan tersembunyi itu?
Siti berjalan dengan cepat sehingga Somsi masih tertinggal di dalam kamar itu. Lalu ia datang menghampiri sebuah kamar yang ia lihat tadi.
Ia berjalan dengan rasa takut yang mengguncang dirinya. Apa yang terdapat dalam ruangan itu masih belum ia pastikan. Sungguh itu masih hal misteri baginya.
Saat Somsi ingin membuka pintu dari kamar tersebut, tiba-tiba Siti mengejutkannya dari belakang. "Hei, kau sedang apa?"
"A-aku se-sedang anu...." ucapnya terbata.
Alasan apa yang tepat yang akan ia berikan kepada Siti. Ingin bertanya tapi takut Siti malah tersinggung. Jadi ia menyimpan semua pertanyaan ya dalam hatinya saja.
__ADS_1
"Som cepatlah! kita masih mau ke bank selesai itu ke rumah Ka borusaragih."
Somsi mendongak kenapa masih pergi ke bank. Bukankah Siti dari kemari sudah mengambil duit, "Sit, uangnya belum kau ambil kan ya?" tanyanya penuh kehati-hatian agar Siti tidak tersinggung.
"Belum Som.. kemarin aku hanya ambil uang untuk keperluan ku saja," jelas Somsi.
"Owh begitu."
Somsi dan Siti keluar lalu menaiki motor. Somsi duduk di belakang Siti. Siti melajukan motornya dengan cepat.
Beberapa menit saja mereka akhirnya sampai. Duluan Somsi turun barulah Siti turun dengan memasang sitang motornya.
Owh ini yang namanya bank BRI yang sering orang-orang pakai untuk mentransfer uang dan menarik uang? Ahhh betapa kampungannya aku. Bank saja aku nggak tau.
"Som ... tunggu disini sebentar saya masuk."
Somsi hanya mengangguk lalu duduk di westafel terdekat bank. Somsi menunggu agak lama, karena bank BRI pada sehingga seluruh petugas kewalahan untuk melayani mereka.
"Sit... apa di dalam panas?" tanya Somsi lugu.
Dia memang tidak tau bagaimana rasanya masuk di dalam bank itu. Yang ia tau hanyalah bentuk bangunan yang luar biasa di bangun dengan sangat rapi dan indah dengan tingginya sampai lantai 4.
Somsi memang belum mengerti tentang cara masuknya ke bank. Jangankan bank, untuk masuk lift saja ia tidak tau.
Setelah menempuh perjalanan ke rumah Ka borusaragih, mereka sampai dan melihat Ka borusaragih yang duduk di luar sedang menunggu kedatangan mereka.
"Kak? sudah lama menunggu kami?" tanya Somsi.
"Nggak kok dek. Lagian ini rumah kakak. Jadi untuk apa mengeluh, toh jika kalian pun belum datang, kakak santai aja. Ini rumah rumah kakak hahahha."
Somsi hanya tersenyum getir, dari tadi ia merasa bersalah karena datang sangat telat dari perjanjian mereka tadi.
"Kakak masih menunggu Uba. Uba juga mau datang sekarang untuk membayar semuanya," jelas Ka borusaragih sambil tersenyum. Lalu ia berdiri lalu berjalan menuju dapur. Ia membuat minuman dulu pada Somsi dan Siti. Ia kasihan melihat mereka sangat kelelahan apalagi mereka datang dengan napas ngos-ngosan.
__ADS_1
"Kakak mau kemana?" tanya Somsi heran.
" Iya kakak mau kemana sih?" timpal Siti.
"Ntar, kakak mau buatin minum dulu. Kakak kasihan melihat kalian yang dari tadi asik ngos-ngosan saja. Toh kalian tamu kakak ya pantas dong kakak melayani kalian bagai seorang Ratu."
Ka borusaragih yang pergi ke dapur dan Uba pun muncul dari balik pintu. "Kalian sudah lama disini?" tanya Uba spontan. Keringatnya bercucuran sangat deras. Ya Uba datang dengan berjalan kaki dari rumahnya hingga sampai ke rumah Ka borusaragih. Perjalanan yang sangat jauh tetap ia tempuh tanpa rasa mengeluh sedikit pun.
Senyum selalu ia tunjukkan pada semua orang. Ia tidak ingin orang-orang tau kalau kehidupannya sangat sulit. Uba tidak hanya seorang gadis yang kuat, tapi ia juga gadis yang baik yang suka menolong orang lain seprti Somsi lakukan.
Mereka memiliki sifat dan pendirian yang sama. Bedanya hanya pada warna kulit saja. Uba memiliki warna kulit putih, sedangkan Somsi warna gelap. Ya nggak gelap amat sih. Dibilang hitam nggak juga, dibilang putih nggak juga. Pokoknya begitulah.
Bersambung......................
Tbc
Dukung Author dengan vote, like dan juga komen ya pada readersku yang tercinta. Jangan lupa kasih Author dengan tips ama rate favorit sebanyaknya.
Embel-embel penulis : Author sangat berterimakasih karena sudah berkenan hadir di novel ini. Author bersyukur masih diberikan kesempatan dalam hidup untuk menulis sebuah novel. Author hanya berharap kalian bisa menyukainya. Author ingin kalian memberikan Author dukungan penuh. Agar Author bisa lebih semangat lagi untuk melanjutkan novel ini.
Dalam hidup ini, kita tidak pernah melalui semua dengan mulus. Pasti kita pernah merasakan yang namanya kegagalan. Tapi Author bilang, janganlah menganggap kegagalan itu sebagai tanda akhir dari perjuangan kita. Tapi anggaplah kegagalan itu sebagai kunci dari kesuksesan kamu kita. Tidak ada orang yang sukses sebelum mengalami yang namanya kegagalan.
Author berharap di musim Covid'19 ini, kita masih diberikan kesehatan dan secepatnya virus yang berbahaya ini berlalu.
Saran Author : Belajarlah dengan sungguh-sungguh buat kalian yang sedang menempuh pendidikan. Supaya tidak menyesal di kemudian hari. Jangan sombong tetap rendah hati, seperti mutiara di dasar laut. Jangan lupa untuk berdoa dan menyerahkan segala masalah mu hanya kepada Tuhan, pencipta alam semesta ini.
Tetap keep smile ya... and keep strong.....
🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳🥳
***Happy Reading😙😙
Author sekarang during yaa, jadi tunggu dan sabar menunggu up selanjutnya😊***
__ADS_1