Ketentuan Nasib

Ketentuan Nasib
Kedatangan Dino


__ADS_3

Dino frustasi setelah kepergian Somsi. Sebenarnya bisa saja ia menarik tangan Somsi dan menghentikannya pergi, tetapi karena sekarang ia bersama wanitanya, ia mengurungkan niatnya, agar wanitanya tidak berpikiran lain tentangnya.


Dino juga sangat rindu kehadiran Somsi di sisi nya,


Namun itu tidak dilakukan Doni, sebab Dino tidak wanitanya juga mencari tau masa lalunya. Rasa ingin melindungi harga diri jauh lebih berharga dari sebuah komitmen sebuah hubungan. Dino masih saja menyimpan masa lalunya sehingga wanitanya tidak tau apa pun mengenai dirinya. Somsi pergi begitu saja seperti mereka tidak pernah saling kenal.


Dino merasa kosong semenjak Somsi memutuskannya. Bahkan Doni memutuskan tidak makan saat hari itu. Hari dimana Somsi memutuskannya di depan semua orang. Kisah cintanya bersama Somsi ketika duduk di tingkat SMA.


Perutnya seakan kenyang ketika ia sedang memikirkan Somsi. Rasa kecewa yang terdapat di hati Somsi membuatnya selama ini tidak berani menatap atau menemui Somsi, mantan pacarnya yang sangat ia rindukan.


Meski selama ini ia selalu melihat Somsi, tapi ia tidak memperlihatkan batang hidungnya di hadapan Somsi. Tadi adalah ketidak sengajaan mereka bertemu sampai bertabrakan atau memang sebuah takdir yang akan menyatukan hubungan mereka lagi.


Jika saja Somsi mengijinkannya untuk memberikan kesempatan kedua saat itu, pasti ia akan berubah. Ia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.


Lama Dino terdiam dalam kamarnya. Pikirannya sangat kacau. Akhirnya Dino memutuskan untuk mencari tau kabar Somsi. Sekadar untuk melihat keadaan Somsi. Apakah Somsi sudah memiliki pacar atau tidak. Apakah selama setelah mereka putus ada pria yang tengah mendekati Somsi atau tidak.


Dino tidak pernah tau kalau mengenai hubungan Somsi dengan pria lain. Karna pada saat ia lulus SMA. Orang tuanya menyuruhnya untuk melanjutkan pendidikannya ke luar negeri. Ia bisa ada di Indonesia saat ini, karena memang hari libur.


Meski hanya 4 minggu ia di Indonesia, tapi ia tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada untuk pulang ke Indonesia, tempat kelahirannya yang sangat ia cintai.


Dan setiap minggu yang ia lalui, ia pernah datang ke rumah Somsi. Tapi ia tidak melihat Somsi ada disana. Lalu ia bertanya pada tetangganya Somsi ternyata ia sedang berada di sawah. Hal yang begitu istimewa bagi Doni terhadap sikap dan akhlak Somsi yang jauh berbeda dengan wanita lain.


Dino sangat menyesali perbuatannya karena telah menduakan Somsi. Ia telah khilaf. Kesalahannya tidak bisa di maafkan. Tetapi rasa cintanya dan rasa nyaman ketika mereka dulu pacaran. Masih terngiang-ngiang di pikirannya.


Seharusnya ia tidak melakukan itu. Wanita yang benar-benar tulus mencintainya justru ia sia-siakan.


Sesampainya di rumah Somsi, Dino bertemu dengan Friska. Lalu ia datang menghampiri Friska, "Dek.... kamu adeknya Somsi kan?" tanya Dino pada Friska yang sedang duduk melamun di depan pintu.


Friska mengangguk. "Iya bang. Abang Siapa?" tanya Friska heran.


"Nama abang Dino dek. Mantan pacarnya kakakmu."


Doni memberitahu kalau dirinya dulu adalah mantan pacar Somsi kepada Friska yang sedang mendengar seksama setiap perkataannya dan sedikit tercengang dengan setiap kata yang keluar dari mulutnya.

__ADS_1


"Apa bang? Mantan pacar? Sejak kapan kakakku pacaran.... mungkin abang salah alamat kali."


Jawaban Friska menandakan kalau ia belum pernah melihat pria yang sedang berbicara padanya dan benar saja Somsi belum pernah mengatakan padanya, kalau kakaknya pernah pacaran dan memiliki mantan pacar.


"Jadi, selama ini kakakmu tidak pernah menceritakan abang?" tanya Dino terkejut. Mengapa tidak? Sebagai mantan pacar, seharusnya ia patut dikenalkan ke keluarga Somsi. Tapi nyatanya tidak. Somsi tidak pernah menceritakan soal hubungannya selama ini.


"Tidak bang," Jawab Friska cepat. Lalu ia bicara lagi, "Jadi sudah jelas abang salah alamat. Dengan senang hati, silahkan abang pergi dari sini! Abang telah mengganggu mood saya," jelas Friska hendak ingin menutup pintu tapi dihentikan oleh Dino cepat.


"Dek..... Please.....! Tolong katakan pada kakakmu kalau abang ada disini. Kalau kakakmu tidak mau datang," ucap Dino mulai menjelaskan menghela napas kasar, "abang akan tetap disini menunggu sampai kakakmu keluar menjumpai abang. Lagian kamu kan tidak percaya kalau abang adalah mantan pacar kakakmu. Jadi, silahkan panggil kakakmu kesini! Supaya semua jelas," tutur Dino memperlihatkan wajahnya serius.


Friska pun memutuskan untuk pergi memanggil kakaknya, Somsi. Ia juga penasaran dengan semua perkataan pria itu padanya. Bukannya selama ini kakaknya mengaku jomblo. Selalu katakan kalau kakaknya belum pernah pacaran.


Friska tidak ingin dirinya bingung dengan setiap perkataan pria itu. Apa pria itu sengaja berbohong untuk mengelabuinya, karena fans berat kepada kakaknya atau tidak. Jadi, ia terpaksa melakukan perintah pria itu untuk memanggil kakaknya.


Sesampainya Friska di dapur, terlihat Somsi yang sedang memasak. Friska datang menghampiri kakaknya itu. "Kak... MANTAN PACAR kakak datang tuh....cari kakak...."


Somsi terlonjak kaget. Ia harus apa saat ini. Meski ia belum tau siapa yang datang, tetapi mengapa hatinya sekarang merasa deg-degan.


"A-a-abang gila kak," jawab Friska terbata.


Aduh kakak sudah mengganggu aku. Padahal aku tadi sudah mau melahap daging ayam itu.


Friska membayangkan daging ayam itu masuk ke mulutnya. Dengan menguyah mulutnya seperti ada makanan yang masuk.


"Nggak tau kak. Pokoknya abang itu mengaku kalau kakak mantan pacarnya waktu SMA. Lagian pria gila itu datang-datang langsung menyuruhku, kirain bawa permen, eh tau-tau ya hanya memerintah saja. Pakai ngancam lagi," celoteh Friska.


Siapa ya? Apakah Doni? Mengapa dia harus datang kesini. Untuk apa? Bukannya selama ini ia sudah memiliki pacar. Lalu untuk apa ia datang untuk mencariku.


Pertanyaan itu benar-benar masuk dala pikirannya. Mengganggu segala moodnya.


"Kak.. cepat atuu, nanti bang gila itu tidak mai pergi lagi dari rumah kita," ucap Friska merasa kesal sedang mengintip diam-diam pria yang ada di depan rumahnya.


"Iya dek. Jaga ya... biar gak gosong."

__ADS_1


Somsi akhirnya menemui pria itu. Ia membuka pintu dan terkejut melihat orang itu. "Dino?"


Untuk apa dia kesini. Bukannya selama ini sudah cukup menyakitiku?


"Som.... akhirnya kau datang juga menemui ku," ucap Dino langsung memeluk erat tubuh Somsi sehingga Somsi tidak bisa melepas diri dari pelukannya.


"Lepas Din..."


Somsi berusaha melepas tangan Dino kasar. Tetap saja tidak bisa. Malahan Dino semakin erat memeluknya.


Tiba-tiba Bram datang dan melihat langsung pria yang tengah memeluk Somsi. Ada rasa cemburu dalam hatinya. Lalu ia membuang muka dan hendak pergi.


Kepergiannya justru dihentikan Somsi. "Bram..... tunggu!"


Somsi meneriaki Bram dengan suara keras yang susah payah ia keluarkan. Lalu Bram memutar tubuhnya melihat ke arah Somsi.


"Kenapa Som?" ucapnya dingin. Matanya sendu , wajahnya menunduk datar. Ia tidak berani menatap Somsi.


Siapa dia?


Dino melihat penampilan Bram. Ganteng dan sangat menarik pandangan wanita ketika ia lewat.


"Som.... siapa dia?" tanya Dino menatap lekat wajah Somsi.


Ketika Dino bertanya tangannya mulai terasa longgar. Lalu ia melepas paksa dirinya dari pelukan Dino. Somsi mendorong Dino sengaja. "Kau! Setelah selama ini kau melakukan penghianatan padaku, kau datang kesini dan tiba-tiba tanpa rasa malu kau memelukku."


Somsi menunjuk Dino dengan tatapan tajam. "Kau salah! Ngapain kau datang kesini?"


Bersambung...............................


Tbc


Dukung Author dengan vote, like dan juga komen. Rate (5) and favorite ya😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2