
"Baiklah para tamu undangan, untuk menghemat waktu kita akan memulai dansanya. Sebelum kita memulainya, maka diharapkan seluruh tamu undangan yang ikut berdansa memakai topeng kaca di wajah masing-masing."
Setelah MC itu selesai memberitahu semua tamu undangan yang ingin ikut dansa malam itu, lampu pun dimatikan, dengan diiringi alunan musik All of Me – John Legend. Semua para tamu Pesta Dansa sudah bersiap untuk berdansa dengan pasangan mereka masing-masing. Lampu digantikan dengan kelap-kelip layaknya di Club. Semua memakai topeng kaca untuk menyembunyikan wajah mereka.
Somsi tadinya sepasang dengan Tuan Sean tapi pada saat bertukar pasangan, Somsi dan Tuan Sean berpisah. Dia kini bersama seorang pria yang tidak dikenalnya. Pria itu memegang erat pinggulnya hingga tidak ada lagi jarak yang memisahkan mereka.
Kenapa dia menarikku lebih dekat dengannya?
Siapa pria ini dan apa tujuannya.
Somsi takut dengan pria yang menjadi pengganti pasangannya ini.
Pria itu sangat mencurigakan.
"Maaf Tuan, bisakah Anda tidak memegang pinggul saya, saya merasa tidak nyaman dengan tangan Anda di pinggul saya!" Ujarnya mengingatkan pria yang sudah berani menelusuri bokongnya.
"Tapi mengapa Nona? Tidakkah Nona lihat semua orang juga melakukan seperti yang saya lakukan ini?" ucap pria itu sambil tersenyum licik. Dia dengan sengaja meremas bokong Somsi tanpa seijinnya.
Ya Tuhan... Dimana Tuan Sean? Aku sangat takut dengan pria ini.
Somsi menyadari perlakuan pria itu sudah melewati batas. Dia pun marah. "HENTIKAN TANGAN ANDA ITU TUAN!" Hardik Somsi.
Dia tidak boleh diam saja. Jika dia diam maka pria itu akan semakin kurang ajar padanya.
"Berteriaklah... Tidak ada yang mendengar teriakan mu, hahaha."
Pria itu terkekeh. Dia semakin melunjak. Dia menelusuri bagian perut Somsi membuat Somsi semakin takut. Akan apa yang terjadi dengannya nanti. Dia telah dilecehkan pria itu. Untung saja lampu segera menyala. Musik pun berhenti. Semua orang sangat senang, berbeda dengan Somsi yang dari tadi khawatir akan terjadi sesuatu padanya.
Dilihatnya pria tadi telah menghilang dari hadapannya. Somsi akhirnya merasa legah.
Dia berlari ke arah Tuan Sean dan memeluknya.
"Aku takut Tuan, aku takut... hiks...hiks..."
__ADS_1
Dia memeluk erat Tuan Sean sampai-sampai Tuan Sean tidak bisa bernapas.
Kenapa dia?
Tuan Sean meraih dagu wanita itu lembut dan menatap nanar matanya. "Ada Apa? Tiba-tiba saja kamu datang memelukku. Kenapa kamu menangis?" tanya Tuan Sean dengan nada khawatir.
Timbul rasa peduli dalam hatinya terhadap wanita yang kini tengah menangis di pelukannya.
Kenapa dia menangis? Siapa yang telah mengganggunya selama kami menari bertukar pasangan tadi? Saya tidak akan membiarkannya tetap berkeliaran sehingga dia akan terus mengganggu kenyamanan Somsi.
Apa jangan-jangan Selly yang telah melakukannya...
"Jangan takut! Saya ada disini," ucap Tuan Sean menenangkan Somsi.
"Kenapa kamu meninggalkan saya sendirian... Kenapa? Ha?!" jerit Somsi dengan berlinang air mata. Dia memukul-mukul dada bidang Sean. Andai saja lampu tidak menyala, ntah apa yang akan terjadi padanya.
"Kamu tenang saja... Saya akan mencari tau siapa pelaku yang telah mengganggumu tadi," bujuknya. Dia mengusap lembut air mata yang jatuh di pipi Somsi. Hatinya tersentuh. Dia tidak tega jika Somsi terus menangis. Dia akhirnya menyuruh Xander untuk membawanya pulang. Sedangkan dirinya masih ada urusan. Nanti setelah Xander membawa Somsi pulang, barulah dia dan Xander mencari tau siapa dalang penyebab Somsi menangis.
"Sekarang tenangkan dirimu dan pulanglah! Xander akan mengantarmu pulang. Saya tidak bisa ikut bersamamu pulang, karena saya masih ada urusan disini. Kamu tenang saja, saya pasti akan menemukan orang yang telah berani mengganggumu..." terang Tuan Sean.
Tuan Sean mendekat ke arah Selly dan duduk berhadapan di meja yang sama. Dia tersenyum kecut melihat Selly. Dari dulu wanita itu memang selalu memakai muka polos dan air mata buayanya.
"Saya kesini ingin memberitahu dirimu untuk tidak mengusik kehidupannya. Kalau sampe saya tau kamu melakukannya... Maka saya tidak akan segan-segan membunuhmu Selly!" hardik Tuan Sean.
"Kamu kenapa Sean? Datang-datang langsung marah-marah gitu. Salahku apa?"
"Berhenti untuk selalu pura-pura polos Sell... Saya sudah tau. Kamu kan yang melakukan ini semua kepada Somsi? Pria mana yang telah kamu bayar, sehingga berani sekali menyentuh Somsi! HA?!"
"Saya kecewa padamu Sell, saya kira kamu telah berubah. Tapi ternyata kamu tidak bisa meninggalkan sikap burukmu dan kamu masih menggunakan muka polos mu untuk menutupi semua kepalsuan dirimu!".
"Tidak Sean! Kamu salah. Aku tidak mengusik Somsi. Dari tadi aku hanya diam saja disini. Kamulah yang tau kenapa Somsi ingin pergi karena kamu yang bersamanya Sean!" Omel Selly.
Ntah apa yang ada dipikiran Sean tentangku. Aku juga tidak tau kenapa wanita itu ingin pulang. Dasar bodoh!
__ADS_1
MC kembali di atas panggung untuk memberitahukan apa acara untuk selanjutnya.
"Baiklah para tamu sekalian... karena ini sudah larut, saya takut Anda semua terlalu malam untuk pulang ke rumah. Maka saya akan mengumumkan perjodohan Nona Selly..."
Disela sebelum diumumkan, dua wanita paruh baya tersenyum senang menantikan pengumuman terakhir yang akan diucapkan oleh MC tersebut.
"Putriku pasti sangat bahagia saat mengetahui anakmu Sean akan menjadi jodohnya," ucap Bu Hana sambil tersenyum.
"Iya, memang... siapa wanita yang berani menolak Sean anakku. Dia yang memiliki segalanya. Rupanya yang tampan dan kaya. Dia juga sangat disegani oleh semua orang. Bahkan, Sean anakku adalah idaman semua wanita. Jadi, siapa yang berani menolaknya," puji Bu Lina dengan sombong.
Sebenarnya mereka berdua tidak ingin menjadi besan satu sama lain. Mereka melakukannya karena diantara mereka saling menguntungkan.
Hu! Kalau saja anakmu orang miskin, saya pasti tidak akan memberikan putri saya ke tangan anakmu Nyonya Lina.
Bu Hana menatap picik Bu Lina. Dia sangat membenci wanita yang ada di sampingnya ini. Kenapa tidak! Bu Lina selalu mengusik ketentraman hidupnya. Bu Lina suka memamerkan harta kekayaannya.
Dulu sebelum karir Selly sukses, keluarga Bu Hana tidak sesukses sekarang. Mereka selalu mendapat kata-kata pedas dari Bu Lina.
Bu Lina yang suka mempermalukan keluarganya di depan umum.
Bu Lina juga yang tega melupakan kebaikan Bu Hana saat mereka bangkrut. Tidak mau membantu mereka di waktu kesusahan. Tapi sekarang? Bu Lina menjadi baik setelah mereka sukses kembali.
Tersenyumlah sekarang Nyonya Lina. Saya akan membalas semua perbuatanmu yang kejam dulu dan akan kupastikan...kalian akan tidur di kolong jembatan, hahaha....
"Nona Selly akan dijodohkan dengan Tuan Sean. Mari kita beri tepuk tangan dengan meriah..."
Semua orang di malam itu bertepuk tangan. Mereka senang sekali saat Tuan Sean dan Nona Selly akhirnya dijodohkan menjadi sepasang kekasih.
Sedangkan Tuan Sean hanya tersenyum kecut. Ini semua jauh diluar dugaannya.
Tbc.
Dukung Author dengan vote, like, dan juga komen.
__ADS_1
Bye... Bye...