
Setelah Xander memberi kontrak yang harus ditandatangani oleh Somsi, dimana dalam kontrak tersebut, Somsi bukan hanya sebagai asisten namun dia juga akan menjadi istri sah Tuan Sean.
Somsi terus menangis. Mengingat semua terjadi tanpa sepengetahuannya, atau bahkan setidaknya nasibnya bisa berubah menjadi lebih baik. Dia datang ke Malaysia hanya untuk membahagiakan keluarganya saja. Tapi apa ini? Dia malah dipaksa menikah dengan Tuan Sean, pemilik perusahaan yang terkaya di Malaysia.
"Kamu jangan diam saja! Tersenyumlah! Kalau wajahmu seperti itu, maka aku tidak akan segan-segan menghabisi keluargamu yang ada di Indonesia!" ancam Tuan Sean kepada gadis yang sedari tadi hanya menunduk dan menangis di balik cadar kerudungnya.
Dia harus menahan semua tangisannya dengan tidak bersuara sedikitpun, agar orang-orang yang datang ke pesta pernikahan mereka tidak curiga bahwa dia sedang menangis di balik cadarnya.
Dia sangat sedih. Ya, benar-benar sedih. Pernikahan itu dilangsungkan dengan pernikahan secara Kristiani. Jadi, kerudung cadar yang dia pakai memiliki fungsi untuk menutupi mukanya.
"Jangan menangis!" ucap Tuan Sean lagi.
Bagaimana mungkin dia tidak menangis jika keluarganya saja tidak ada di sana.Apalagi, keluarganya tidak tahu kalau dia hari ini sedang melangsungkan pernikahannya dengan pria asing yang belum sepenuhnya dia kenal siapa pria itu.
"Saya tidak bisa, Tuan."
Somsi mulai memberanikan diri untuk nenentang kata-kata pria itu. Meskipun dia sempat melihat mimik wajah pria itu yang berubah seketika saat dia tidak mendengar ucapannya.
"Apa kamu ingin cari mati?" ancam pria itu lagi.
Bosan! Somsi sudah bosan mendengar semua ancaman yang selalu keluar dari mulut Tuan Sean. Jika memang itu sudah takdirnya untuk mati, maka tidak ada alasan untuk menolaknya. Sudah lama sekali dia menginginkan itu. Dia tidak ingin mati dulu karena dia memikirkan kedua orangtuanya dan juga adiknya yang masih duduk di bangku SMP.
Dan sekarang, dia bahkan diperlukan seperti ratu namun dia tidak menyukainya. Karena dia sendiri tidak bisa menerima pria itu yang akan menjadi suaminya.
"Tidak Tuan," jawab gadis itu.
Pria itu tiba-tiba mendekap tubuh Somsi di saat mantan kekasihnya dulu datang dan ingin menyalam mereka berdua.
"Sayang, ini dia dulunya sebelum dirimu merebut seluruh hatiku. Kamu tahu, dia sangat tega meninggalkanku, dan kuharap kamu tidak seperti itu. Aku tidak suka penghianatan. Tapi gadis yang ada di depan kita ini sungguh berani datang ke sini dan ingin menyalamku. Aku tidak sudi bersentuhan tangan dengannya!" Sindir Tuan Sean.
Dia akan membuat perhitungan kepada gadis yang sudah berani menghianati dirinya di saat dia dulu sudah memberikan sepenuhnya hatinya kepada gadis itu.
"Tuan Sean yang terhormat. Saya datang hanya memberikan selamat kepada Anda. Saya juga tidak ingin mengucapkannya, namun mamamu lah yang telah memaksa saya untuk mengucapkan selamat pada Anda!"
"Tuan tahu apa yang telah dibicarakan mama Tuan kepada saya? Dia ingin saya merebutmu kembali dari gadis ini. Tapi, karena aku tidak ingin seperti itu, maka aku tidak akan ikut campur dengan pernikahanmu ini dengan gadis miskin ini!"
"Betapa malangnya dia harus menikah dengan pria kejam, tidak punya perasaan seperti Anda ini?
"Diam!" hardik Tuan Sean.
"Jika kamu tidak bisa diam dan pergi dari rumah ini detik ini juga, maka jangan salahkan aku, jika aku akan memberikan sebuah hukuman yang sepantasnya untukmu, hingga napas terakhirmu pun kamu tetap mengingat semuanya!"
"Bagaimana mungkin Anda setega itu?" tanya Somsi yang tiba-tiba mulai bersuara untuk menonjolkan siapa dirinya. Dia mengusap air mata yang jatuh ke pipinya dan menarik napas pelan agar napasnya kembali normal.
Dia tidak menyangka kalau pria yang tengah berdiri di sampingnya memiliki emosi yang luar biasa. Somsi menjadi takut. Dia tidak bisa mengontrol pria itu untuk berubah menjadi lebih baik lagi kedepannya. Hanya saja dia mampu menahan rasa sakit itu seorang diri di dalam lubuk hatinya.
"Tega? Kamu bilang tega? Kamu memang tidak pernah mengerti siapa yang jahat dan siapa yang baik. Kamu terlalu bodoh soal itu. Kamu hanya menikah saja denganku, tapi kau banyak cakap lagi!"
"Ma-maaf, Tuan—"
__ADS_1
Gadis yang ada di depan mereka pun akhirnya pergi. Dia tak habis pikir bisa bertemu dengan gadis yang merupakan mantan pria yang kini bersanding dengannya. Tiba-tiba saja dia mengangumi pria itu, dengan senyum yang mengulas di kedua ujung bibirnya.
Pria ini lucu juga. Apakah dia sebenarnya humoris? Meskipun dia terlihat kejam tapi di saat dia membawaku kencan, aku merasa dia adalah orang yang baik menurutku. Gadis itu telah menyia-nyiakan pria sebaik dirinya.
"Hanya kata maaf?"
Somsi mengangguk. "Iya, Tuan."
"Kalau hanya itu saja, kamu harus mencium bibirku di depan semua orang!" perintah pria itu tiba-tiba.
Astaga! Ada apa dengan dirinya? Aku tidak bisa menciumnya di depan banyak orang. Apapun yang terjadi, aku tidak akan menurut!
"Apa kamu masih tidak dengar setelah sekian kali aku menyuruhmu untuk melakukannya?"
"Tidak! Maaf, Tuan, saya tidak bisa Tuan untuk melakukannya."
"Kenapa?" pria itu mengertakkan gigi. "Apakah salah jika aku memintamu untuk mencium suaminya di depan semua orang? Bukannya kita sudah bersatu di altar di depan pendeta tadi?"
"I-iya, tapi—"
Apa yang harus dilakukan gadis itu sekarang? Apakah dia harus mengatakan bahwa dia masih belum bisa melakukannya. Dia masih trauma. Trauma akan kisah cintanya yang dulu.
"Maaf, Tuan, saya tidak bisa," jawab gadis itu cepat.
Dia janji, selesai menikah, dia akan datang berkunjung ke rumah keluarganya. Dia akan datang tidak seorang diri saja, tapo dia datang bersama suaminya sekarang. Dia tahu, pasti kedua orangtuanya akan memakluminya nanti.
"Kalau kamu tidak mau, maka nanti di atas ranjang, kita harus melakukannya sebanyak ronde yang kumau. Aku ingin kamu menyetujuinya!"
"Aku akan penuhi syarat itu, tapi Tuan juga harus penuhi syarat saya juga," terang gadis itu memperjelas semua apa yang diinginkannya setelah mereka menikah acara itu selesai nanti.
"Apa itu?" tanya pria itu penasaran.
"Aku ingin kita pulang ke Indonesia untuk bertemu papa dan juga mamaku. Aku ingin meminta restu dari mereka," ucap gadis itu.
"Jika kita pergi ke Indonesia, aku bisa melakukannya dua kali lipat tiap malam sampai pagi?" bisik pria itu.
Astaga... punya suami kok semesum ini sih?
Somsi ingin menolak semua syarat yang menurutnya itu hanya merugikan dirinya saja. Pria ini benar-benar pria mesum akut, batin Aulia yang terus memandang wajah pria tersebut.
Setelah semuanya selesai, Somsi dan Tuan Sean ingin pulang ke rumah baru mereka. Tempat dimana mereka akan memulai hubungan mereka menjadi pasangan suami-istri yang baru dan sudah diketahui banyak masyarakat luas.
Dikarenakan pria itu adalah pria terkaya nomor satu di Malaysia, tentu saja setiap kabar yang keluar dari mereka, tidak pernah terlupakan oleh siapapun. Bahkan, kabar pernikahan mereka sudah sampai ke negara Indonesia, namun sayangnya, keluarga Somsi yang ada di Indonesia belum tentu bisa menontonnya, karena tidak adanya tv di dalam rumah kecil mereka.
"Aku sudah tidak sabar memilikimu seutuhnya. Bermain di atasmu dengan menindihmu kuat, pasti aku akan sangat puas setelah itu," bisik pria itu dengan tersenyum senyum di sampingnya.
"Kenapa jadi begini sih? Apa dia tidak ada malu-malunya terus membahas itu padaku? Gimana kalau aku nanti tidak akan membiarkannya untuk menyentuhku di malam pertama ini, apa dia masih sebahagia ini?"
Dia sudah tidak tahu apa lagi yang ingin dia sampaikan. Dia tidak mau melayani suaminya jika suaminya berlaku kasar dalam ranjang. Dia ingin hanya sekali untuk melakukannya, karena seperti yang dikatakan oleh isu-isu yang sampai ke telinganya, malam pertama itu sangat sakit. Sesudah melaksanakannya, si wanita yang melakukannya pertama kali, pasti akan terasa nyeri di bagian bawahnya dan berjalan akan kankang setelahnya semenjak keperawanannya pecah pada malam itu juga.
__ADS_1
"Pokoknya aku tidak mau. Aku tidak mau melakukannya berapa kali ronde aku tidak mau. Jika nanti kita melakukannya berulang-ulang, untuk besoknya, aku tidak akan mau nanti," ucap gadis itu cepat.
"Tidak kok, kita tidak akan melakukannya berulang-ulang. Tidak usah takut. Aku tahu kamu pasti takut karena ini malam pertama kita. Untukmu dan aku juga, ini adalah pertama kalinya kulakukan, itu pun di saat aku telah menikah dengan seorang gadis polos seperti dirimu ini," goda pria itu sambil menyentil hidungnya.
Dengan rengekan manja pastinya Somsi menjawabnya, "Aaa, aku tidak mau kalau aku terus digodain seperti ini. Aku tidak mau jika aku nantinya baper karena itu!"
Tuan Sean tersenyum miring, saat ini dia tahu apa yang ingin dia perbuat. "Bagaimana kalau kita melakukannya saat di mobil ini saja?"
Wajah gadis itu berubah menjadi pucat. Dia tidak menyangka, suaminya akan ada pikiran kotor, sehingga bisa seberani itu bicara hal kotor itu kepadanya.
"Aaa, jangan gitu dong! Pasti malu sama pak sopir... gimana kalau pak sopir melihat kita telanjang bulat. Tidak, aku tidak mau kalau sampai itu terjadi. Kunohon, jangan berpikiran aneh-aneh terus dong..." Dia menutup mukanya karena rasa malu yang telah melandanya, setelah dirinya mengatakan langsung kepada pria itu tentang keluh-kesah yang dia rasakan saat ini.
Dia membuka tangan yang menutup wajah cantik Somsi yang masih berlapiskan make up dengan penuh perasaan, kemudian meletakkan kedua tangan itu untuk memeluknya, sehingga tidak ada jarak yang memisahkan mereka berdua, tanpa pikir panjang, pria itu mulai menjalankan aksinya.
Somsi yang sedari tadi gugup karena perbuatan tiba-tiba pria itu padanya, dia hanya diam menerima semua perlakuan pria itu. Di saat pria itu mencium bibirnya dengan penuh gairah dan dia juga terbawa suasana, tanpa disadari mereka berdua, sang sopir ternyata mengantuk.
"Aaa..." teriak Somsi saat pagutan bibir mereka lepas. Dia sempat melihat bahwa mereka telah nyaris jatuh ke dalam jurang.
Sebelum mobil itu nyaris jatuh ke dalam jurang, Somsi masih sempat mengingat semua janjinya kepada kedua orang tuanya dan juga adik tercintanya itu, namun sekarang semua itu sepertinya jauh dari harapannya. Dia tidak tahu apa masih ada harapan untuk dirinya hidup atau akan mati setelahnya, dia pun meneteskan air matanya setelah bayangan kedua orangtuanya dan adiknya muncul dalam pikirannya untuk yang terakhir.
Dalam harapan yang telah dia janjikan kepada kedua orangtuanya dan juga adiknya itu, bahwasannya, dia akan pulang dengan membawa banyak uang ke Indonesia, ternyata semua harapan itu tidak bisa diraihnya.
Di saat gadis itu berkata akan memenuhi segala kebutuhan keluarganya nanti setelah dia bekerja di Malaysia dan tanpa sepengetahuannya dia telah tiada sebelum janji yang dia ucapkan itu ditepatinya. Kedua orang tuanya pasti sangat sedih setelah mendengar putri pertama mereka telah tiada. Dia ingin sebuah keajaiban namun sepertinya itu mustahil terjadi.
Dalam kesilapan yang terjadi karena ketidaksengajaan dan karena sang sopir mengantuk sedari tadi, mereka pun jatuh ke jurang bersama-sama, dan tanpa hitungan detik, mobil itu pun meledak sebelum ketiga orang itu keluar dari dalamnya.
Barrr...
Mobil itu pun akhirnya meledak.
Halo✋✋
Setelah sekian lama, akhirnya novel ini tamat juga.
Kalian tahu? Banyak sekali yang dialami Author di dunia nyata.
Baik suka dan dukanya tetap disyukuri.
Saya berterima kasih karena sudah membaca novel ini sampai habis.
Mungkin tidak seenak novel lain, tapi setidaknya dapat pelajaran dari novel ini.
Nah, saya juga buat novel baru, yang berjudul "MENIKAH DENGAN ANAK SUAMIKU"
JANGAN LUPA DIBACA YA!!!
SEMOGA REJEKINYA MELIMPAH DAN SEHAT SELALU🙏
SALAM SEJAHTERA.
__ADS_1
AUTHOR: KAYUNI👍👍👍