Ketulusan Hati Rara

Ketulusan Hati Rara
98


__ADS_3

Hidup tak selamanya berjalan mulus. Hidup butuh masalah supaya tahu kita punya kekuatan. Butuh pengorbanan supaya kita tahu cara bekerja keras. Butuh airmata supaya kita tahu merendahkan hati. Butuh dicela supaya kita tahu bagaimana cara menghargai. Butuh tertawa supaya kita tahu mengucap syukur. Butuh senyum supaya kita tahu kita punya cinta. Butuh orang lain supaya kita tahu kita tak sendiri.


Itulah kata2 yang pantas buat Aldo dan Rara.


Setelah kepergian Mamah tercinta Rara, Kini Rara harus merelakan kepergian Kakaknya bersama dengan Suaminya.


Setelah 1 bulan Kematian Mamahnya. Kak Riri dilamar Oleh Anggi sang pujaan hati.


Anggi datang bersama kedua Orangtuanya dan melamar sekaligus menentukan hari pernikahan.


Tepat hari ini. Hari bahagia buat Kak Riri yang sudah sah menjadi Istri dari Anggi.


Semua tamu yang datang cuman tetangga dan kerabat dekat keluarga Rara.


Mereka bersuka cita atas pernikahan Riri dan Anggi.


Mereka Nikah diusia Muda.


Ada juga yang berduka. Bagaimana tidak, Tak ada sang Mamah yang sedari dulu membesarkan dengannpenuh kasih sayang.


Pak Arfan sang Ayah yang menjadi wali Nikah anaknya.


Semuanya telah selesai, Kini Rara sedang memeluk sang Kakak Sayang dan tak ingin ditinggal.


Setelah pesta sederhana ini. Kak Riri langsung dibawa kerumah Anggi sang suami.


Rara hanya bisa menyendiri dirumah pwninggalan Mamahnya.


"Kakak..." kata Rara sambil terus memeluk Kak Riri.


"Maafin Kakak Dek, Sebenarnya Kakak juga gak mau ninggalin Kamu sendirian disini."


"Hiks..hiks.. Kakak janji harus sesekali nengokin Aku ya."


"Ya, Kakak janji."


"Maafin Adek ya Kak Adek selalu ngerepotin Kakak."


"Ada juga Kakak yang minta maaf selalu ngerepotin Adek disini. Jaga diri baik baik, Kakak Sayang Adek."


Rara mengangguk.


Kak Riri melangkah meninggalkan Rara yang masih bersedih.


Rara menatap kepergian Kakak dengan mata penuh Airmata.


"Sabar Sayang..Kamu gak usah sedih, Masih ada Aku." Kata Aldo mengusap Rambut Rara.


Rara menoleh dan langsung memeluk Aldo.


Rara menumpahkan semua Kesedihannya di pelukan Aldo.


"Aku temenin Kamu disini ya."


"Hm.."


"Udah jangan nangis lagi, Jelek."


Rara langsung menatap tajam pada Aldo.


"Ah..Takut.." goda Aldo.

__ADS_1


Rara langsung memalingkan Wajahnya dan melangkah meninggalkan Aldo.


"Jelek jelek. Emang iya Aku jelek." gerutu Rara sambil memasuki Kamar.


Rara langsung menatap dirinya dicermin besar.


"Gak kok Aku gak jelek jelek amat." gumam Rara.


"Iya Kamu cantik, Apalagi kalo Senyum." kata Aldo di belakang Rara.


Rara sempat terkejut dan langsung berbalik menatap Aldo.


"Sejak kapan Kamu disitu."


"Sejak...sejak kamu ngaca."


"Kamu ngikutin Aku."


"Eng..enggak, Aku cuman berjalan dibelakang Kamu." kata Aldo sambil memeluk Rara.


"Ish..Al, Lepasin. Nanti ada yang grebek."


"Biarin, Biar Kita dinikahin."


"Otakmu di mana Al."


"Disini." Jawab Aldo menunjuk kepalanya.


"Ya disitu, Tapi pikiran Kamu itu tuh."


"Emangnya kenapa, Gak salahkan Aku bicara Gitu."


"Bukan gitu, Kita masih Kecil belum cukup Umur."


"Astaga Al, Mana Bisa."


"Ya Bisalah, Asalkan ada Uang."


"Uang, Uang, Uang dan Uang. Pusing Aku mikirin Uang."


"Ya jangan dipikirin Dong, Biar gak pusing."


"Astaga Al, Udah ah. Cape Aku ngomong sama Kamu."


Rara langsung meninggalkan Aldo dengan perasaan jengkel.


Sementara Aldo malah cengengesan di Dalam Kamar Rara.


Rara memasuki Kamar Mandi dan langsung membersihkan Badannya.


Aldo menyalakan Tv di Ruang Tamu.


Kring...kring...


Handphone milik Aldo berdering tanda ada yang menelpon.


Aldo langsung mengambil dan mengangkat.


"Halo Mih.."


....

__ADS_1


"Masih dirumah Rara."


....


"Aku nginep disini Mih."


....


"Gak ada siapa siapa, Cuman Aku sama Rara."


....


"Biarin Mih, Lagian Aku gak melakukan Apapun. Cuman nonton TV."


....


"Ya, Tapi jangan ngerepotin."


....


Tut...


Aldo langsung mematikan panggilan sepihak.


"Al, Kamu Gak mau Mandi."


"Mandiin."


"Astagfirulloh Al, Bukan mukhrim."


"Tapi kalo Udah Mukhrim, Boleh." goda Aldo sambil mendekatkan Mukanya ke muka Rara.


Rara langsung melangkah mundur. Sementara Aldo terus melangkah mengikuti Rara.


"Al, Kamu mau ngapain.."


"Aku mau Kamu.."


"Al, istigfar Al."


"Astagfirulloh hal adzim."


Duk..


Rara sudah mentok. Dibelakangnya ada dinding pembatas.


Jadi Rara gak bisa lagi berkutik.


Rara hanya bisa pasrah dan memejamkan Matanya pasrah.


"Hihi..." Batin Aldo tersenyum menang.


Aldo langsung meraih Dagu Rara supaya mendongak.


Aldo merapikan Rambut Basah milik Rara dan menyelipkan di daun Telinga Rara.


"Kalo gini Cantik." Bisik Aldo.


Rara langsung membuka Matanya lebar lebar dan menatap Aldo.


"Al kamu gak.."

__ADS_1


"Apa...Mikir Mesum ya.."


Muka Rara merah merona saking malunya dengan pikirannya sendiri.


__ADS_2