Ketulusan Hati Rara

Ketulusan Hati Rara
32


__ADS_3

setelah melakukan sholat berjamaah,rara dan aldo segera melipatnya tanpa bersalaman dulu.


"ini taro di mana do..?"tanya rara sambil memperlihatkan mukena yang sudah di lipat.


"disini aja."jawab aldo sambil meletakan sarung dan sejadah yang baru selesai dilipat di atas kasur.


rara mengangguk dan menaruhnya.


.


.


aldo dan rara keluar dari kamar bersama dan hendak menuju ruang tamu lagi.


setelah sampai aldo dan rara meliat ada mami,papi,dan kakak kakak aldo.


"eh udah do...sini duduk ra.."seru mami sambil menepuk nepuk kursi di sebelahnya.


"udah mi tante.."jawab rara sambil duduk di deket maminya aldo.


sementara aldo duduk di kursi kosong dihadapan rara.


beberapa menit aldo dan rara saling tatap tatapan dan saling senyum.sepertinya aldo mengisyaratkan sesuatu.entah apa itu.

__ADS_1


"udah liat liatnya.."kata ka isna.


rara langsung mengalihkan tatapannya ke sembarang arah.


"ternyata anak bungsu papi udah gede..!".kata papi aldo di sertai senyuman misterius.


mami dan para kakaknya aldo tersenyum.


rara dan aldo saling pandang gak tau apa maksud dari perkataan papinya.


aldo mengemdikan bahunya tanda tidak tau.


rara hanya senyum senyum gak ngerti.


"sudah sudah..yuk kita makan siang dulu.bibi sudah masak tadi.."kata mami.


"kalo urusan makan paling cepet aja kamu dek..ck..ck.."kata ka hesti sambil geleng geleng kepala.


"he..he..harus dong kan jangan nahan lapar nanti jadi penyakit.."jawab aldo.


mereka hanya bisa geleng geleng dengan tingkah anak laki laki yang satu ini.


papi duduk di kursi pemimpin.mami di sebelah kanan dan di kiri kak hesti dan di sebelahnya suaminya.disebelah suami ka hesti asa suami kak isna dan kak isna di sebelahnya.

__ADS_1


rara di sebelah maminya aldo dan aldo duduk di sebelah rara.


meteka makan dengan hidmat hanya ada suara sendok yang saling beradu dengan piring.


"makasih tante jamuannya...rara pamit pulang dulu ya.."kata rara sambil bersalaman pada semua orang yang ada.


emm....ya setelah makan siang barusan aldo mengajak rara pulang dan di setujui oleh rara meski rara masih betah keliat dari wajah rara yang kurang senyuman di saat di ajak pulang aldo.


rara dan aldo keluar dari rumah aldo menuju tempat motornya aldo tadi di simpan.


"kamu kenapa ra...masih betah ya.."tanya aldo dengan senyuman menggoda.


"ih gak kok..aku hanya seneng aja ngeliat keluarga kamu harmonis gitu.."jawab rara tanpa bohong.memang benar ada sedikit rasa iri di hati rara tapi ia tepis dengan kesenangan yang di suguhkan oleh keluarga aldo.


"jangan boong rara aku tau kok kalo kamu masih ingin disini.."desak aldo.


"tar juga kalo kita sudah sah dan halal kita bakal tinggal disini ra sepuas kamu mau.."batin aldo so percaya diri.


rara hanya memperhatikan aldo.


aldo mengeluarkan motornya dan memakaikan helm pada rara.meski rara nolak tapi bukan aldo namanya kalo gak bisa meski harus sedikit memaksa.


mereka keluar dari halaman rumah aldo dan mulai menyusuri jalan yang berbeda dari sebelumnya.

__ADS_1


"aldo kita mau kemana.."tanya rara yang heran bukan jalan yang tadi mereka lewati.


"ada aja..kamu diam saja nanti kamu juga suka.."jawab aldo.


__ADS_2