Ketulusan Hati Rara

Ketulusan Hati Rara
51


__ADS_3

dari arah dapur mamihnya aldo keluar.


"pantasan.mamih tunggu dari tadi kalian.udah kesemutan mamih nunggu.kalian malah main kucing kucingan."mamih aldo geleng geleng kepala.


"iya nih.papih pulang bukanya sun tangan malah di tubruk.sakit mih dada papih."


"alah si papih lebay terdorong dikit aja ngadu."sekarang aldo udah gak sembunyi lagi.sementara rara tersenyum malu.


"coba sini liat mamih."papihnya aldo segera menuju mamih.


"mana yang sakit."


"sini mih sini."papihnya aldo menunjuk dada bidangnya dan mamih langsung mengelus elus.


"ah papih jangan gitu dong.gak malu diliatin kita apa."protes aldo.


rara trrharu meliat keromantisan keluarga aldo.sampai sampai mata rara berkaca kaca.


"tuh liat rara sampai mau nangis"


mamih dan papih langsung menengok ke arah rara.rara langsung menunduk dan memalingkan mukanya ke belakang.rara langsung mengusap matanya dan mengedip ngedipkan beberapakali.


"maaf ya ra kami memang gini."


"yuk cepet kita makan.keburu dingin."padahal memang udah dingin.wong udah dari tadi.


"yuk ra."aldo menggandeng tangan rara menuju meja makan.


mereka makan dengan tenang.


setelah selesa mereka menuju ruang tamu.karna tadi di meja makan papihnya aldo mau bicara.


"mau ngomong apa papih."tanya mamih.


"gini kan aldo bakalan libur sekolah."


"ya aldo mau kerja mau ikut papih setiap hari."


aldo langsung menyela omongan papihnya.rara langsung menyikut aldo yang berada di sampingnya.


"emang bener pasti papih mau ngomongin itu."


"bukan.tapi bagus kamu udah mau mulai ikut vantuin papih."


"tuhkan."


"dengetin dulu napa al.mamih pusing dengerin kamu mulu protes."

__ADS_1


"hem."aldo akhirnya diam mendengarkan.


"gini gimana kalo kita liburan."


"hah.beneran pih."


"bener dong.makanya kalo orangtua ngomong tuh dengerin dulu jangan asal potong."aldo hanya nyegir kuda.


"gimana mih."


"mamih setuju dong.kan udah lama juga gak liburan."


rara hanya menyaksikan mereka berunding.


"sekarang mamih telpon kakak kakaknya aldo."


"ok siap pih."mamih lansung mengambil handphonenya dan langsung menelpon anak anaknya.


setelah mereka setuju dan merekomendasikan tempat liburannya mamih menghampiri meteka lagi di ruang tamu.


"pih kata kak hesti gimana katanya kalo ke lombok."


"em jauh mih.tapi boleh deh."


"gimana sama kalian setuju gak."


"maksud aku."tanya rara menunjuk dirinya sendiri.


"ya kamu.kamu gak mau ikut."tanya papih.


"bu..bukan gitu om.aku belum pasti harus ijin dulu."meski mamahnya rara pasti gak peduli mau kemana juga.rara harus teyap ijin.


"oh itumah gampang.kamu kalo udah ijin.keputisannya om tunggu.tapi om gak mau kalo kamu nolak."


"ya om makasih sebelumnya."


"ya om seneng kamu bisa temanan sama aldo.lebih senang lagi kalo kamu mau jadi mantu om."papihnya aldo langsung jeplak gak tau situasi dan umur mereka dulu.meski om sudah tau...


"hah.."rara melongo dan melirik semua krang yang ada termasuk aldo.aldo hanya senyum malu dan menatap papinya.aldo seperti mengisaratkan sesuatu.


"itu menurut papi.udah ah jangan natap papih segitunya.papih risih di tatap cowo ampe segitunya meski anak sendiri."


aldo langsung mengusap wajahnya."astaga papih emang aku gay apa."


"bukan papih lo yang ngomong."


"papiiihhh..."

__ADS_1


"kalo cowo tuh jentle bukan memendam dan menunggu."setelah mengatakan itu papinya aldo langsung pergi.


"papih mau kemana.."tanya mamih.


"mau istirahat ngantuk.pusing ngeladeni abak satu itu."


"pih aldo denger."


"dengerlah kan papih tetiak."


"ish.."aldo mengerang sebal.


"al mamih juga mau istirahat ya.kalo kamu mau antetin rara pulang langsung aja.mamih udah pusing dari tadi."


"mamih kenapa..sakit."tanya aldo.


ternyata aldo gitu gitu juga pethatian.batin rara.


"gak mamih gak tau kenapa pusing.mungkin kurang tidur semalam."


"makanya jangan bergadang mulu.udah tua juga."


"anak nakal..tega ngatain mamih tua."


"emang iya."


"awas aja kalo mamih udah mendingan tak getok kamu."


"ampun mih...bercanda."


"bercandamu berlebihan."


"iya maaf mih.mau aldo antet periksa."


"gak usah.cukup istirahat aja."


"ya istirahat yang cukup mih."


"ya makasih anak semata wayang mamih."mamih aldo mencubit pipi aldo sebentar."ra tante istirahat dulu."


"ya tante makasih semuanya."


"ya sama sama."


"al kalo mau pulang bawa bingkisan yanga ada di atas meja makan ya."


"ya siap."

__ADS_1


mamih langsung pergi kekamar menyusul papih.


__ADS_2