
"masih sakit."tanya aldo sembari mendudukan rara di kusi taman sekolah.
"sedikit."jawab rara.
"yang mana."
rara memegang bagian belakang kepalanya.
aldo langsung mengelusnya pelan.
"kenapa kamu gak lawan ra..?"tanya aldo.
rara menggeleng.
"kenapa ra..."
"dia sahabat aku al.mia sahabat aku dari kecil."
"ra,atas semua perlakuannya padamu.kamu masih anggap dia sahabat..?"tanya aldo lagi.
"mungkin mia lupa al,aku tau kalo mia itu sebenarnya baik.dia hanya terobsesi padamu al,dia menginginkanmu."jelas rara.
aldo gak menjawab.aldo diam seribu bahasa.
"apa kamu mau.."tanya rara.
"mau apa ra...?"
"kamu mau sama mia.."kata rara sedikit kecewa mengatakannya.
"ra,kamu juga tau perasaan aku buat siapa.aku gak bisa."tolak aldo.
"aku tau al."
"terus kenapa kamu nyuruh aku sama mia."
"aku ingin sahabatku bahagia."
"terus gimana dengan aku ra.apa kamu gak memikirkan perasaan aku ra.apa kamu berusaha menolakku ra.."kata aldo marah.
"bu..bukan gitu al.."kata rara terbata bata.
"ah sudahlah.."kata aldo marah dan meninggalkan rara sendirian di taman.
aldo tersulut emosi sampai semua benda yang ada di dekatkan jadi sasarannya.
aldo melangkah pergi dan langsung melesat mengendarai motor kesayangannya.
"bisa bisa kamu mengatakan itu ra tanpa berpikir bagaimana perasaan aku."kata aldo sembari terus melaju menyisir jalanan tanpa arah tujuan.
sementara rara yang masih berada di taman sekolah menangis tak tahu harus apa.
__ADS_1
disisi lain rara menginginkan sahabatnya bahagia.tapi,disisi satu rara juga sakit mengatakan semuanya.
"aku juga gak mau al mengatakan semua itu.aku juga sakit al..aku sakit..hiks...hiks..."rara menagis sampai tersedu sedu.
satu telapak tangan mengusap punggung yang sedikit membungkuk.
rara langsung mendongakan kepalanya dengan wajah dipenuhi air mata.
satu tangannya lagi ia gunakan menghapus air mata yang mengalir begitu derasnya.
"sudah jangan menangis lagi."katanya.
rara langsung memegang tangan yang dia gunakan untuk mengusap air matanya.
rara langsung berdiri dan meninggalkan seseorang yang selalu berharap rara akan menjadi miliknya.
.
.
rara mengikuti pelajaran selanjutnya sampai selesai sampai waktu pulang sekolah tiba.
rara langsung membereskan semuanya dan menggendong tasnya.
.
.
di depan gerbang rara gak meliat aldo dan juga motornya.
"hai ra.."kata teman sekelas aldo."nih tasnya aldo.dia gak mengikuti 2 pelajaran terakhir."tambahnya sambil memberikan tas aldo padanya.
"oh makasih."
"ya sama sma.aku pulang duluan ya."pamitnya.
rara mengamgguk.
rara bertambah hawatir lagi.
"kemana kamu al,aku kira kamu masuk kelas al."tanyanya pada dirinya sendiri.
rara berjalan menyebrangi jalan besar dan masuk kedalam ruangan.
rara memutuskan akan mencari aldo setelah kerja usai.
"kamu kenapa ra.."tanya isal.
"hah.."rara bingung.
"itu matamu sembab."tunjuk isal.
__ADS_1
"oh ini.aku tadi jatuh di depan kelas."
"terus kamu nangis..?"
"em..ya enggak dong."
"terus..?"
"ah udah ah.aku mau kerja udah ada pelanggan nungguin."
isal menatap rara penasaran.
"apa yang kamu sembunyiin ra dari aku."batin isal.
rara mulai kerja tanpa membawa perasaannya yang tak tahu arah.
rara bekerja dengan telaten dan ceria.
sesekali rara tersenyum pada pelanggan tetap.
tapi sesekali juga air matanya menetes kala ingat sama aldo.tapi segera rara tepis dan menenangkan hatinya yang hancur.
setelah pekerjaannya selesai rara langsung ganti pakaian dengan terburu buru.
"mau kemana ra.kamu kayak terburu buru gitu.?"tanya isal.
"eh..enggak."
"yuk aku anter kamu pulang."ajak isal.
rara mengangguk dan mulai naik.
sebelum isal melajukan motornya rara berujar.
"kamu anter aku kerumah temenku dulu ya.."pinta rara.
"rumah siapa..?"tanya isal penasaran.
"mungkin dia yang bikin rara nangis."batin isal.
"temen."
"ya siapa,cewe apa cowo."
"gak perlu tau."
"kalo gak mau kasih tau,kita gak bakalan jalan."
"ya udah kalo gak mau aku turun."
rara langsung berdiri dan langsung melangkahkan kakinya turun dari motor.
__ADS_1
"ok ok.aku anter kamu.tapi aku anter pulang juga."
rara mengangguk dan naik lagi.