Ketulusan Hati Rara

Ketulusan Hati Rara
63


__ADS_3

di dalam kamar.


"pih denger tuh anakmu.dasar bocah nakal..bisa bisanya teriak teriak malam malam gini.."adu mamih.


"jangan salahin papih.itu anak mamih juga."protes papih.


"ya anak kita.anak gak tau malu..awas aja mamih jewer.."kata mamih seraya bangkit dari tidurnya.


"tenang mih."papih menenangkan mamih sambil menarik tangan mamih.


"mamih heran sama anak satu itu.."kata mamih lagi dengan sedikit marah."dulu mamih ngidam apaan sih punya anak laki bandel banget."gerutu mamih.


"mamih lupa pas hamil aldo mamih ngidam apa.."selidik papih sambil memicingkan mata.


"ah..sudahlah pih jangan di bahas.."jawab mamih tersipu.


"papih jadi ingat bagaimana mamih dulu.papih ingin kembali kemasa itu lagi."jawab papih diselangi candaan.


"ish si papih udah ah ayok."ajak mamih.


"ya.tapi jangan sakitin aldo ya mih kasian.dia anak laki kita satu satunya."pinta papih.


"kita liat aja."jawab mamih dengan gaya centilnya.


papih ketawa meliat tingkah mamih dan mamihpun begitu."jijik aku pih kalo gitu lagi."


"tapi dulu tuh enggak..papih suka.."


lagi lagi mamih tersipu."udah ah malu udah tua."


"biarin tua asal perkasa."


"lagaknya si papih."

__ADS_1


mamih membuka pintu.aura mengerikan dari mamih keluar sempuran.seperti ada tanduk dan mata merah kaya banteng ngamuk.


ahahay...


"dasar anak nakal,tak tau malu..bisa bisanya pulang jam segini.mana susah di kabarin lagi."teriak mamih dan langsung menjewer satu telinga aldo.


"ah..ampun mih sakit..perih mih.udah."mohon aldo.


"udah mih kasian gimana kalo aldo kabur.kan kita yang repot gak ada gantinya."kata papih.


awalnya sih aldo tersenyum menang eh di akhir papih ngomong gitu.


"jadi maksud papih kalo ada yang gantiin aldo.papih gak kasian."tanya aldo.


tangan mamih dari telinga aldo mulai terlepas kala aldo bertanya dan melirik kebelakang udah ada rara.


"bukan itu maksud papih.papih sayang sama kamu,sama kaya mamih.bener kan mih."papih berusaha ngeyakinin aldo.


aldo hanya diam tak menjawab,tanpa melirik mereka juga.aldo terus mengelus telinganya yang sakit.


"diminum al.mumpung masih anget."tawar rara.kemudian rara duduk kembali di samping aldo.


aldo menatap rara sebentar."makasih."aldo mulai menyeruput teh buatan rara.


"anget.."gurau aldo."kamu gak buat ra.."tanya aldo.


rara menggeleng.


"kenapa.."tanya aldo lagi.


"gak papa."rara menjawab singkat sambil terus menyikut aldo pelan.


"apa..?"tanya aldo setelah merasakan sikutan rara terus mwnerus.

__ADS_1


aldo mengikuti arah pandang rara.


"oh..gak papa.udah biasa."jawab aldo.


rara hanya tersenyum malu pada kedua orang dihadapannya.


"tante..om.."tanya rara sopan.


tante dan om langsung duduk di hadapan mereka.


"apakabar ra.."tanya om.


"baik om."jawab rara sopan.


"kirain gak sama kamu ra kesini."tanya tante.


"hehe.."rara hanya tersenyum menjawab pertanyaan tante.


"kamu mau nginep disini ra.."tanya tante lagi.


"kalo tante dan om ijinin rara nginep semalam disini.."jawab rara.


"meski mamih dan papih gak ngijinin juga aku yang ijinin."aldo langsung menjawab.


rara langsung menyikut aldo keras.


"apa sih ra.aku juga bagian dari keluarga ini.iya kan pih,mih..?"tanya aldo.


mamih dan papih hanya geleng kepala.


"dengan senang hati.."jawab mamih.


"tante,om mau rara buatin teh juga."tawar rara.

__ADS_1


"gak usah ra.kami mau lanjut istirahat."


__ADS_2