
hari ini perlombaan hanya selesai kaum wanita saja.
perlombaan sudah berakhir kini mereka waktunya pulang.
seperti biasa fino gak nyerah buat dapetin rara.
fino terus memaksa rara buat ikut dengannya.
"aku janji sebentar aja."mohon fino.
rara menggeleng."gak bisa kak aku ada urusan."tolak rara halus.
rara langsung menyusul aldo yang udah lebih dulu pergi.
tapi bukan fino namanya kalo harus nyerah.
fino mensejajarkan langkahnya dengan rara.
"baiklah ra aku gak akan maksa."kata aldo menyerah."tapi aku yang akan anter kamu pulang."tambah fino.
kini rara udah sampai.rara berhenti dan berdiri di samping aldo.
rara berbalik menghadap fino.
"maaf aku sama aldo aja."jawab rara dan langsung berbalik menghadap aldo.
aldo tersenyum kala rara menghadapnya.
"yuk naik."ajak aldo."nih pake dulu sebelum kita melesat."tambah aldo.
rara menerimanya dan langsung memakainya.
karna keselamatan adalah hal terpenting menurutnya.
fino menatap geram pada aldo.fino mengepalkan kedua tangannya.
"bisa bisanya aku kalah sama anak kecil.awas aja aku bakal rebut rara dari lo,dan kamu ra,kamu pasti menyesal karna udah nolak ajakanku."amarah fino memuncak.
kedua matanya memerah kaya banteng.haha...
fino langsung pergi dan mengambil sepeda motornya.
fino mengganti kendaraannya demi rara.tapi bukan itu yang rara suka.
__ADS_1
"aahhh."teriak fino sambil memukul tengki motornya.
"aldo liat aja.."napas fino sudah memburu.
fino segera memakai helmnya dan langsung melesat entah kemana.
disiai lain ada rara dan aldo yang sedang di introgasi.
napas rara terasa sesak,suaranya bergetar.
sementara aldo hanya bersikap biasa aja.
sesekali rara menoleh pada aldo.tapi aldo hanya tersenyum sambil mengelus punggung rara.
"apa kamu dapat hadiah spesial.."tanya mamih sambil menatap aldo heran.
aldo mengangguk pasti.
"dari.."
aldo menoleh pada rara.rara langsung menunduk malu.
"alamak..ini lebih dari ujian.kenapa aldo menoleh padaku."batin rara was was.
"serasa ada yang aneh sama kalian berdua."kata mamih kala meliat rara menunduk.sementara aldo hanya musam mesem dari tadi pas mereka masuk.
rara menoleh pada aldo begitu juga aldo.
aldo mengangguk pasti pada rara supaya rara tenang mungkin...
rara menampilkan senyum manisnya pada mamihnya aldo.
"kalian ini kenapa sih,gak seperti biasanya."tanya mamih sambil menatap keduanya bingung.
gimana gak bingung..tadi mamaihnya aldo liat aldo mencium kening rara pas turun dari motor.lalu mereka betgandengan tangan masuk kedalam rumah.
pas mamihnya mergoki meteka gandengan.rara langsung menariknya dan menyembunyikan kebelakang.
aneh kan...
mereka gak seperti biasanya.
"aldo,jawab mamih dengan jujur.."
__ADS_1
aldo mengangguk.
"kamu ngapain tadi pake cium kening segala.."
"aduh...gimana ini,ketauan sama tante."batin rara.
"siapa..mamih salah liat kali."kilah aldo.
"kamu kira mata mamih rabun."jawab mamih kesal."jawab yang jujur.dan jelaskan ada apa sama kalian..gak seperti biasanya.."
aldo gak bisa berbohong lagi,mamihnya udah terlanjur tau.aldo gak bisa menutupi semuanya.
aldo menarik napas panjang dan membuangnya.
"bener sama apa yang mamih liat."jujur aldo.
"hah..apa apaan kamu al.jangan begitu..bukan mukhrim.lagian rara bukan siapa siapa kamu.dia hanya teman kamu al.gimana kalo tetangga bicara yang tidak tidak,mamih yang malu.apalagi kalo pacarnya tau."cerocos mamih memarahi aldo.
deg..
perkataan mamihnya aldo membuat suasana hati rara sedih.
"harusnya aku tau diri.aku ini siapa.."batin rara.
mata rara sudah mulai betkaca kaca..
sebentar lagi air terjun meluncur..
..hm..
apakah mamihnya aldo bakalan restuin hubungan mereka berdua..
tidak...
pasti...
ah itu masih rahasia saya sebagai penulis cerita mereka..
dan..
saya butuh dukungan kalian..
saya gak bisa mikir dan ngetik.kalo saya lagi gak semangat..
__ADS_1
serasa jari tanganku gak bertulang..serasa meleleh..kayak es cream kepanasan.