
sementara di dalam toko.semenjak rara datang dia awalnya mau nyambut rara tapi dia melihat rara sama cowo.
"kayaknya dia temen sekolahnya."liat mereka masih pake seragam.
tapi setelah di depan dia malah melihat temen rara begitu menghawatirkan rara.dia melihat wajah rara pucat tapi tersenyum penuh makna.itu membuatnya tidak jadi menghampiri rara.dia terus melihat rara dari jauh aja dengan hati sedikit sakit tapi entah artinya.
kalian tau dia itu siapa...?..ya dia adalah isal.
sebenarnya isal sudah nungguin rara dari tadi.di kangen sama rara.kangen pengen liat mukanya yang ceria dan cantik yang alamiah.tapi isal malah ngeliat rara sama cowo dengan wajah pucat dan gak bersemanagat.
isal terus mempethatikan meteka sampai teman yang cowonya pergi.isal sedikit menguping pbicaraan mereka.isal masuk sebelum rara melihatnya.
"den kenapa.kok lesu begitu."tanya salah satu pegawai yg ada disitu.
alih alih menjawab isal malah menghiraukan pertanyaan itu dan pergi ke dalam menuju satu ruangan.
saya mau kasih tau kalo disitu ada ruangan khusus.ruangan trsebut tempat betistirahat isal.dan diruangan tersebut terdapat beberapa ruangan lagi letaknya di belakang toko.
isal merenungkan cowo tadi.isal penasaran sama temen rara tadi.ada rasa cemburu di hati isal.
__ADS_1
isal mulai suka pada rara tepat di hari pertama rara bekerja.mungkin itu yang dinamakan cinta pandangan pertama.
isal terus melamun.suara ketukan pintu yang membuyarkan lamunannya.
isal mengusap mukanya dan melangkah mendekati pintu yang tetus di ketuk dari luar.
"ya seventar."kata isal menjawab ketukan tersebut.
isal membuka pintu tersebut dan alanfkah tetkejutnya yang datang ternyata yang dipikirkanya tadi.
"ra..rara.ada apa ya..?"tanya isal.
"oh itu.yuk ikut aku masuk."isal bukannya membawa rara keliling toko malah membawa rara masuk.
"eh kok malah ke dalam sih."rara terus berpikir sambil mengikuti langkah isal dari belakang."mungkin nanti jurusnya ke gudang kali."dalam hati rara denfan mata tetus memandang sekitar dalam ruangan tetsebut.
rara baru menyadari tetnyata isal gak membawanya keliling toko malah membawanya seperti kedalam rumah yang banyak ruangan dengan hiasan.
"ini kayaknya bukan toko deh.kayak rumah ya."rara bicara sambil memegang salah satu piala yang ada di sana dan membacanya.alangkah terkejutnya rara ternyata piala tersebut punya isal sendiri.rara di buat kagum karna gak cuman hanya satu piala tapi banyak.penghargaan dan medali itu semua dengan nama isal.
__ADS_1
rara berpikir kalo isal itu di kuliahkan oleh pak iman dan semua ini di simpan disini karna dia di kuliahkan oleh pak iman.
rara gak berpikir kali isal itu anak pak iman yang di agung agungkan oleh teman temannya karna ketampanannya.
"ini semua punya kamu ya.hebat sekali."kata rara sambil menunjukan semua penghargaan tersebut.rara tersenyum antusias.
tapi rara menangkap salah satu poto yang terpajang di dinding rumah tersebut tepatnya di ruang tengah.
rara melihat ada poto isal dengan keluarga pak iman.dan isal yg jadi anak terbesarnya.
rara hanya berpikir kalo itu kenang kenangan pak iman dengan isal."mungkin anak pak iman yang sulung lagi keluar kota kali ya."gumam rara.
setelah sekian lama terus mengikuti isal.rara metasa cape dan gak ada barang barang yang akan dijual.isal hanya menyuruh rara mengikutinya dan tanpa menjawab pertanyaan rara.
rara pamit karena merasa lelah dan gak ada yang didapatkanya.isal tersenyum dan berbalik menatap rara yang kecapean karna hanya berputar putar saja.
"kamu mau kemana."tanya isal dengan senyum yang indah.
"aku mau kembali lagi ke toko.percuma ngikutin kamu. aku masih gak tau mana aja barang nya.kamu dari tadi diam sajadan gak menjawab pertanyaanku."kata rara kesal dan bergegas menuju tempat awal.
__ADS_1