Ketulusan Hati Rara

Ketulusan Hati Rara
39


__ADS_3

rara masuk kedalam kelas dan mengambil minumannya.


sementara orang yang mengikuti rara menunggu rara diluar.itu membuat semua murid yang ada di halam kelas tetsebut berteriak menatap kagum pada sosok laki laki yang berada di halaman kelas mereka.


"kakak apa da perlu kesini..?"tanya mia genit.


fino hanya diam gak menanggapi pertanyaan mia.tapi mia terus mendekatinya dan tetua bertanya.


fino mulai risih di deketin mia.fino segera menyusul rara kedalam.


"ra cepetan."fino langsung menarik tangan rara yang sedang memegang botol minumnya.


rara terkaget dan botol minumnya tetlepas dari tangannya.untung botol tersebut gak pecah.kalo pecah rara pasti harus mengepel kelas ini.


fino mengambil botol minum rara dan membawa rara keluar.rara mendapatkan tatapan aneh dari semua murid terutama mia.


ini yang membuat mia tetus membenci rara.orang yang selalu mia idamkan malah memilih rara di bandingkan dirinya.


"liat kalian semuakan kalo rara itu bukan cewe bener.dia selalu mempetmainkan petasaan laki laki."mia berteriak pada murid yang ada di sana.


tapi hanya sebagian besar yang merasa membenarkan petkataan mia.tapi kebanyakan malah memuji rara.


"memang pantas rara memiliki banyak teman cowo atau pacar.liat aja rara itu cantiknya alamiah,baik,sopandan juga pintar."salah satu murid yang meliat rara takjub."dibandingkan kita apa."tambahnya.


sebagian banyak membenarkan kata murid tersebut apalagi para murid laki laki.


.


.


rara dibawa ke parkiran sekolah dan di suruh duduk di atas mobil fino.


rara menolak tapi fino langsung menggendong dan mendudukan di atas mobilnya.


sebelum fino berbicara dia menyodorkan botol minumnya dulu pada rara.


rara mengambilnya dan meminumnya terlebih dahulu.


"ra apa aku masih ada harapan buat kamu."to the poin fino langsung menanyakan tanpa basa basi.

__ADS_1


rara menarik napas dalam dalam dulu sebelum menjawab fino.


"kak maaf ya bukan maksud aku menolak tapi aku belum memikirkan soal hubungan selain selain."jawab rara.


raut wajah fino langsung lemas.


"kakak juga sudah punya pacar bagaimana bisa kakak menembak orang sementara kakak masih punya pacar."pernyataan rara membuat fino sedikit menaruh harapan pada rara.


pernyataan itu juga yang membuat seseorang yang sedang meliatnya meneteskan airmata nya untuk pertama kalinya setelah ia dewasa.


"apakah kamu menyukainya ra."pernyataan itu membuatnya tak bisa kalo harus terus meliat apa yang akan mereka bicarakan selanjutnya.


sebelum fino menjawab rara bel masuk pun berbunyi dan rara langsung turun.


"ra aku janji aku akan segera melepaskan dia demi kamu."fino memegang tangan rara tapi rara langsung melepaskannya.


"kak jangan lakukan itu aku gak mau kalo aku di cap sebagai perusak hubungan orang."jawab rara.


setelah mengucapkan itu rara melangkah pergi.


tapi rara bukannya pergi ke kelas rara malah pergi ketaman dan fino langsung mengikuti rara lagi dan lagi.


hah kamu itu kepo banget fino ..fino..


rara berhati hati mendekati aldo karna mulai mendengar aldo lagi berbicara sendiri.


sekarang rara sudah berada tepat di belakang aldo.


"apakah kamu menyukainya ra.."itu kata kata yang aldo terus ucapkan.


tapi rara mendengar suara aldo berat seperti sedang menangis.


rara langsung melangkah kehadapan aldo dan benar aldo lagi mengis.


"aldo kamu kenapa..?"tanya rara langsung duduk di samping aldo.


"eh ra sejak kapan kamu disini.?"aldo malah balik bertanya.


"kita kalo ketemu pasti nanya dan malah balik nanya bukan menjawab..lucu.."jawab rara.

__ADS_1


aldo sudah mengusap air matanya.


"yuk kita kekelas bel sudah berbunyi dari tadi."ajak aldo dan segera berdiri.tapi berbeda sekarang aldo gak menarik rara untuk berdiri itu membuat rara cemberut.


rara segera mengulurkan tangannya pada aldo.dan aldo malah tersenyum.


"kamu itu manja banget kalo lagi sama aku ra.."aldo menarik tangan rara untuk berdiri.


"hehe..gak tau.mungkin kamu selalu baikin aku jadi aku gak sungkan sama kamu."jawab rara sambil berjalan menuju kelas.


"al aku tadi denger kamu ngomong..."sebelum rara melanjutkan ucapannya aldo langsung memotong.


"sana cepetan tuh gurunya udah di depan kelas kamu."rara langsung berlari.untung belum di mulai belajarnya.


sementara aldo juga segera berlari kekelasnya.untung di kelas aldo belum ada tanda tanda guru masuk.


aldo segera duduk dengan naps ngos ngosan dan mata sembab memerah.


memalukan kan cowo keliatan menangis di sekolah...


"kamu kenapa al..habis nangis..kenapa di tolak cewe..kamu itu cemen al kalo di tolak cari lagi dong.."pertanyaan bertubi dari arip dan dengan sok kepedean yang tingkat tinggi.


aldo hanya geleng geleng menanggapi pertanyaan arip temannya.


.


.


"silahkan duduk ra."petintah bu guru.


rara langsung duduk dan sekali melirik semua murid yang ada di kelas.


ada yang senyum ada juga yang meliat rara sebal termasuk geng mia geng narsis itu.


buguru membagikan kettas ulangan dan semua mulai pokus kembali tetmasuk rara.


.


.

__ADS_1


jam pun berlalu hari petyama ulangan banyak yang mengesankan dan juga menegangkan bagi rara.


seperti sekarang ada dua orang cowo yang menunggu rara di luar.


__ADS_2