
mereka menikmati teh mereka mading masing dengan sesekali bersenda gurau..
04.45
"udah sore lagi ra.mana ujan belum reda."keluh aldo.
"sabar bentar al."
"aku udah gak enak."
"gak enak kenapa..kan dari tadi aku gak nyuguhin apa apa..gak mungkin gak enak.."jawab rara dengan candaan.
"astaga ra.udah jangan betcanda terus.bukan itu maksud aku."
"terus apa..?"
"belum mandi..hehe..."
"hah."rara melongo sesaat."makanya ngomong yg jelas."
"jangan gitu mukanya.kamu juga belum mandi."
"hehe."rara nyengir ala kuda.
"bentar."rara melangkah masuk kekamarnya.
sepeninggalan rara aldo meliat sekeliling dalam rumah rara.seperti halnya rumah pada umumnya.aldo meliat ada pajangan dan poto dan sebagainya.
aldo melangkah menuju salah satu barang yang memikat matanya.
"nih al.."aldo terkaget kaget.belum sempat aldo sampai pada tujuan.tuan rumah sudah memergoki.
aldo meliat rara menyodorkan handuk dan baju kaos miliknya.
aldo bengong juga kaget."yang bener aja ra."kata aldo heran.
"katanya mau mandi.."
__ADS_1
"bukan soal mandinya.ini ni..masak aku harus pakai ini.."tunjuk aldo pada baju kaos yang di sodorkan rara.
"emang nya kenapa al.aku gak punya baju cowok.lagian ini lebih baik daripada aku beti kamu gaun atau dress...atau rok mini sama baju pink..tapi..."rara malah menyebutkan salah satu baju sambil membayangkan..
aldo langsung mengusap muka rara."sudah..jangan menghayal.aku gak mau.aku madih normal."jawab aldo.aldo tau kalo udah begini pasti rara mikir macam macam.
aldo mengambil handuk dan baju yang rara kasih.
"disana kamar mandinya."rara menunjuk kearah dapur.aldo berbalik.
aldo yang tadinya mau masuk kamar rara berbalik arah.
"kirain di dalam kamar kamu.."
"gak ada kamar mandi di dalam."
"kirain gak boleh masuk kamar kamu."
"cepet..sana."
"wah kayaknya mamah bakal punya mantu."mamah rara keluar dengan bersidekap tangan bersandar pada tiang pintu.
"ma..mamah udah bangun."tanya rara.
bukannya menjawab mamah rara langsung duduk sambil menaikan salah satu kakinya.
mamah rara langsung mengambil remot tv dan menyalakan.
suara orang bicara dan berdebat terdengar jelas.mamah rara mulai masuk pada serial tv yang di tontonya.
"mamah kecilin dong..aku masih ngantuk."kini kakaknya rara keluar dengan rambut yang masih berantakan.
"liat tuh jam sayang.udah sore.sini nonton aja sama mamah."ajak mamahnya.
kakaknya rara gak menoleh sama sekali sama rara malah langsung melangkah pergi dan duduk di samping mamahnya.
setiap hari rara selalu di acuhkan tanpa sebab dan kesalahan.
__ADS_1
rara hanya bisa menahan sesak di dadanya meliat kasih sayang yang di betikan ibunya pada kakaknya.
seperti sekarang,rara menahan tangisnya meliat mamahnya begitu menyayangin kakaknya.sementara dirinya di acukkan.
hati rara menjerit minta di sayang juga.tapi apalah daya,rara gak sangguh untuk meminta walau hanya sebelai tangan mamahnya.apalagi minta di peluk.
hati rara semakin tercabik kala meliat mamahnya merapikan rambut kakaknya yang betantakan.
belaian lembut dari seorang ibu mungkin akan menenangkan hati seorang anak.
rara semakin gak tahan ingin lari mengahampiri mamahnya dan meminta yang sama.
tapi langkah rara berbanding terbalik.langkah rara malah membawa rara kedalam kamar.
rara meneteskan air matanya di dalam kamar sambil sesekali menahan isakannya.
rara tetus menguatkan hati dan pikirannya.
rara mulai tenang ketika mengingat seseorang yang selalu dia repotkan dan selalu ada untuknya mengetok pintu kamarnya dan memanggilnya.
rara langsung mengusap dan membersihkan semua air mata yang sukses keluar sendirinya.sebelum rara keluar menemui aldo.rara belajar tersenyum manis.stelah bisa rara langsungvmembuka pintu kamar dengan senyum yang sangat manis.
aldo yang meliat senyum manis rara tak bisa berkata apa apa.aldo menyambut senyuman rara tak kalah manisnya juga.
lama mereka saling tersenyum di depan pintu.aldo mengalihkan pandangannya menatap mata rara yang sembab.
sekarang aldo tau kalo senyim manis yang tadi bukanlah asli.
adapakah gerangan...itulah yang ada dipikiran aldo.tapi aldo gak mau bertanya sekarang.aldo tau kalo rara akan berbicara setelah dia mau membukanya.
aldo gak mau memaksakan kehendaknya sendiri.
....hah bersuskurlah kamu masih punya sahabat sahabat yang selalu ada untukmu.dan mengerti situasi dan kondisimu...
akankah rara curhat...
yang pasti aldo gak akan memaksa.aldo sudah tau bagaimana rara yang gak pernah terbuka soal keluarganya atau masalah yang lain.
__ADS_1