Ketulusan Hati Rara

Ketulusan Hati Rara
58


__ADS_3

sementara aldo yang berada di belakang tepatnya di dapur terus memerhatikan rara yang sedikit lagi selesai.


pikiran aldo melayang kemasa depan.


"mungkin suatu hari.em...1,2,3,ah..bebetapa tahun lagi aku bakal setiap hari meliat istriku yang akan memasakkan untukku."kata aldo.


"apa..."rara terkejut gak menyadari kalo aldo dari tadi melihatnya."kamu dari kapan disini.."tanya rara.


"dari tadi."jawab aldo santai.


"kan aku suruh kamu duduk manis di dalem.malah kesini."


"gak nyaman.aku mau meliat kamu masak.dan bayangin kalo suatu saat kamu bakalan masakin aku setiap hari,bangunin aku,dan aku bisa peluk kamu setiap hari...lalu ci..."aldo gak sadar kalo semua yang dia bayangin malah keluar dengan ucapan ucapan pada rara.ranpa menutupi pada siapa yang di tuju.


"nih cium ini..."rara menyodorkan wajan pada aldo."kalo mau peluk nih peluk ini."rara menunjuk pada sebuah galon yang terpasang."masih kecil mikir jorok."gerutu rara menyembunyikan wajah yang bersemu.


aldo tersadar setelah ada sebuah benda menyentuh bibirnya dingin.


"astaga ra gimana kalo ini panas."protes aldo.


aldo gak mendengar celoteh rara.


"makanya jangan mikirin yang jorok jorok."rara beranjak meninggalkan aldo yang kebingungan setelah menata semua makanan di atas meja.


rara kembali dengan handuk melingkar di lehernya dan baju di tangannya.


rara gak menghiraukan pertanyaan aldo yang melangkahengikutinya.


setelah rara masuk kamar mandi,baru aldo sadar dan tau.


"apa susahnya bilang mau mandi..gitu."aldo bergerutu di luar kamar mandi sambil melanglah menjauh.


aldo kembali keruang tamu.aldo meliat semua sudut ruangan yang sudah kembali sepi hanya ada tv yang terus menyala.

__ADS_1


"kemana mereka.."aldo bertanya tanya pada dirinya sendiri.


aldo langsung duduk tanpa ada yang mempersilahkan.tapi aldo berdiri kembali.aldo penasaran sama yang tadi sempat memikat hati dan matanya.


aldo berjalan mendekati salah satu poto keluarga yang sangat menggemaskan.


bukan kakak atau mamahnya rara yang di bilang menggemaskan menurut aldo.


aldo tersenyum kala meliat senyuman anak kecil dengan rambut sebahu di dalam poto.aldo meliat ada bapak bapak yang memangku anak kecil dengan senyum menyejukan.di sebelahnya mamahnya rara dengan kakak rara di pangkuannya juga.


"mereka terlihat harmonis."gumam aldo.


beralih pada poto di sebelahnya aldo hanya menatap sekejap.


aldo segera beralih ke poto sebelahnya lagi."pengen aku bawa pulang."gumam aldo sambil tersenyum gemas.


dilihatnya seksama.aldo semakin ingin memiliki rara suatu saat.


aldo melangkah kembali kesudut lain yang dari tadi bikin aldo penasaran.


ada banya piala dan medali yang rara raih.aldo semakin kagum pada rara.


ada juara calistung kelas 1,matematika kelas 2,menghapal cepat kelas 3,cerdas cermat kelas 4,pidato kelas 5,dan yang bikin aldo melongo dari swkian banyak piala dan medali yang aldo liat ada satu yang bikin dia penasaran sama yang asli.


rara meraih piala juara 1 lomba bernyayi.gak cuma yang tadi disebutin banyak perlombaan yang rara ikuti selain olahraga.


tapi aldo penasaran dengan suara nyanyian rara."bicara aja begitu merdu.ya pasti nyayi juga bagus."gumam aldo.


"apanya yang bagus..?"tanya rara


aldo terlonjak tapi menahan gaya yang so coolnya.


"gak.."jawabnya."ra ini semua punya kamu.."tanya aldo.

__ADS_1


"apa kamu sekarang gak bisa baca."jawab rara.


"bukan gitu...ini semua banyak sekali perlombaan yang kamu ikuti.dan kamu meraih juara pertama semua.."tanya aldo penasaran.


"kata siapa juara pertama semua.nih liat.."rara mengangkat 2 buah piala yang kecil dan gak tinggi."inih yang pertama aku dapatkan pada kelas 1.aku jadikan ini sebagai contoh,agar aku bisa lebih baik."jawab rara.


"juara berapa itu."tanya aldo.


"juara 3..waktu itu aku ikut lomba yang pertama buat pidato..kayak pildacil kalo di tv mah."jelas rara."waktu itu aku agak sedikit gak enak badan..saat aku mengaji suaraku gak jelas dan gak enak di dengar.itu yang menurunkan skorku."tambah rara.


"hm."aldo mengangguk ngangguk paham."kalo yang satu lagi."tanya aldo.


"ini juara 3 juga.perlombaan lari dan lompat.aku gak bisa lari kencang kaya kelinci..dan gak bisa lompat kaya singa memburu mangsa."


"haha...ra malah jadi kelinci dan singa sih."aldo ketawa mendengar penjelasan rara.


"emang itu yang aku pelajari.aku belajar dari kelinci yang imut dan lucu tapi punya kemampuan yang luar biasa."jawab rara.


"kalo singa...?"tanya aldo.


"masa kamu gak tau..singa sangat menyeramkan kalo berlari dan melompat mengejar mangsanya."


"aku tau itu.."jawab aldo."bukan itu yang aku maksud."jawab aldo malas.


"meski singa begitu.kalo lagii manja liat aja dia seperti kucing yang minta di sayang.dan sekejam apapun singa pada mangsanya tak mungkin menyakiti anaknya."jelas rara panjang lebar.


hah...


inimah kehidupan rara yang butuh kasih sayang dari orangtuanya...


semoga rara bahagia kawan kawan...


semoga sahabat yang sekarang selalu ada buat rara dan sebaliknya...

__ADS_1


.


.amiiinnn....


__ADS_2