
aldo bingung harus mulai dari mana.sementara mamihnya terus nyerocos menyudutkan aldo.
"mih diem dulu.katanya harus jelasin tapi maen potong aja."kata aldo.
"abisnya kamu lama.."jawab mamih.
"gini mih..
mamihkan udah tau kalo aldo suka sama rara udah lama."aldo berhenti sebentar.
mamihnya mengangguk tahu."aldo udah nyatain sama rara.aldo udah gak bisa nahan lagi mih..aldo cemburu setiap kali kalo rara sama orang lain..bla..bla.."aldo terus terang dan blak blakan menjelaskan semuanya pada mamihnya.
mamihnya aldo hanya melongo..ngeliat kelakuan aldo.meski dia laki laki,tapi aldo selalu terbuka pada mamihnya.
"terus.."kata mamih penasaran.
"terus apanya."tanya aldo.
"ish..ya kamu sama rara gimana..?"
"ya enggak gimana gimana.."
"ra,kamu gak terima aldokan.."tanya mamih pada rara.
rara gak menjawab.
"al..gimana.mamih sih maunya rara nolak kamu,biar tahu rasa.."
rara langsung mendongakan kepalanya menatap mamihnya aldo.
"apakah selama ini tante gak beneran suka sama rara,tante hanya perlakukan rara layaknya sebagai tamu saja."batin rara.
aldo menatap rara sedih."pasti rara berpikir yang tidak tidak."batin aldo.
aldo langsung memegang tangan rara memberi kekuatan.
"mih jangan ngomong gitu.hargai perasaan rara mih."pinta aldo.
"ya mamih menghargainya,banget malah."
"terus mamih ngapain ngomong gitu."
"ya mamih kasian kalo nanti rara jadi pacar kamu...secara kamu anak paling bandel,jail,kamu tuh susah diatur."penjelasan mamaih.
"jangan ngatain aldo gitu mih.aldo sekarang beda dengan yang dulu."
__ADS_1
rara mulai tersenyum.semua yang dipikirkannya tetnyata salah.
"masih sama...mamih gak mau kalo rara kerepotan sama tingkah kamu yang selalu berubah ubah."
"sama gimana mih.dan apa tadi..berubah ubah..emangnya aldo bunglon mih."
"nah itu kamu tau."
"ah mamih,jangan gitu dong."
mamihnya aldo hanya diam ngak lagi menhiraukan aldo.
"tante gak usah hawatir kami masih temenan kok.gak lebih."ahirnya rara bersuara.
aldo dan mamihnya langsung menengok menatap rara.
"kenapa...?"tanya mamih.
"em.."rara masih berpikir harus jawab apa.
"tante bercanda ra,tante gak serius sama omongan tante.tante hanya mancing aldo."
aldo hanya diam biar rara yang menjelaskannya.
ya memang benar yang rara katakan.
"hm."ada raut kecewa di muka aldo.
mamihnya mengangguk paham.
"ya sudah.tapi jaga soapn santunmu nak.."
wah aldo serasa melayang di panggil nak sama mamihnya."kamu jangan ngelakuin kaya tadi,kalian bukan mukhrim.cukup jalan beriringan aja.jangan neko neko..paham"
"ya.aldo paham,tadi aldo lupa."
"lupa apa lupa."goda mamih.
"ish..bener mamih lupa."
"ya terserah.asal jangan di ulangi lagi.inget.."
"hm."
"dengerin."bisik rara pada aldo.
__ADS_1
aldo mengendikan bahunya."kalo bisa."
"harus."
"kita liat aja..apa aku sanggup atau enggak."
mereka saling berbisik.
"aku percaya sama kamu."kata rara menyemangati aldo dengan memegang tangan aldo sambil mengelusnya.
aldo langsing menarik tangannya."kalo gini aku gak sanggup."
rara terkikik meliat aldo gerogi.
"ahh..kalian bikin mamih kangen papih. "
rara langsung diam malu.mereka menatap mamih bersamaan.
mamih langsung malu diliatin secara batengan.mamih menggaruk tengkuk lehernya gak gatal.
"mamih pamit,kalian nikmati aja."kata mamih sembari beranjak dan melangkah kearah dapur."orangtua dibikin obat nyamuk."gerutu mamih dan menoleh pada mereka sebentar.
mereka tersenyum kala mamih menoleh.itu membuat mamoh jadi salah tingkah lagi.
"tuhkan jadi malu aku sama tante al..mau taro dimana muka aku nanti al."protes rara.
"gak usah malu.dan ini."aldo memegang kedua pipi rara."kalo kamu gak mau taro disini aja buat aku."kata aldo membawa muka rara pada dadanya.
"ih..aku serius al."jawab rara kembali menarik kepalanya.rara menatap aldo cemberut.
"jangan gitu aku gak tahan."kata aldo sembari memalingkan muka.
"hihi.."rara terkikik geli."ah akan godain aldo terus."batin rara.
"suka ya kamu.."kata aldo berbalik.aldo langsung mengarahkan kedua tangannya pada perut rara.
"haha..geli al.ampun aku gak akan sekali kali lagi..ampun."rara ketawa kegelian kala aldo langsung mengelitik perutnya.
"rasain.kamu tadi ngetawain aku tertahan. .sekarang aku puas liat tertawa lepas."kata aldo teris menggelitik rara.
"ampun al..ampun..piss.."kata rara menganggkat kedua jarinya membentuk hurup V.
aldo menyudahinya.
"hah..hah...cape ."kata rara ngos ngosan.
__ADS_1
mereka terus mengobrol sambil sesekali bercanda di ruang tamu.
mamih aldo yang berada di dapur tersenyum senang meliat keakraban mereka.