Ketulusan Hati Rara

Ketulusan Hati Rara
85


__ADS_3

aldo melangkah tanpa menghiraukan kehadiran rara.


aldo pura pura gak melihat mereka berdua.


aldo melangkah dengan gaya santaynya melewati mereka.


"ekhem.."aldo berdehem kala sudah melewati mereka.


rara langsung menoleh mencari tau suara yang rara kenal.


rara melihat punggung aldo yang sudah lumayan jauh jaraknya dengan rara.


"kalo gitu aku pulang ya,keburu banyak murid datang."kata isal seraya berdiri bersamaan dengan rara.


"ya makasih sekali lagi,dan hati hati ya."jawab rara.


"hm.kamu selesaikan masalah dengan kepala dingin ya.jangan dipaksain kalo belum kuat."kata isal menasehati.


rara mengangguk.


"dah.."


isal mulai melangkah dan pergi dari halaman sekolah.


karna jarak rumahnya dan sekolah lumayan dekat jadi gak terlalu buru buru buat isal pulang.


sementara aldo yang sudah berada di dalam kelasnya.dia sedang galau patah hati.


aldo hanya menendang nendang angin di dalam kelas sambil mondar mandir.


aldo menelungkupkan wajahnya di tembok belekang kelas sambil sesekali memukul mukul tembok.


keinginan aldo menangis meraung raung.tapi,takut dikatain cengeng.


rara yang sudah menyusul aldo kekelasnya,melihat aldo kasihan dan merasa bersalah.


rara segera melangkahkan kakinya sedikit berlari dan langsung memeluk aldo dari belakang.


"maafin aku al,maaf.."pinta rara sambil meneteskan air matanya lagi.


aldo yang dapat pelukan dari rara secara tiba tiba membuat aldo kaget sebentar.


tapi,aldo berusaha menetralkannya lagi.


"maaf al,asal kamu tau aku juga tersiksa al.aku juga sama kamu al.aku juga kecewa sama diriku sendiri al,aku juga sama kecewanya sama kamu.."jelas rara.


aldo langsung berbalik menatap rara.


aldo meraih dagu rara supaya menatapnya juga.

__ADS_1


aldo mencari kebenaran dari tatapannya.


aldo langsung memeluk rara setelah puas dengan semua kebenaran yang dia dapat.


"maafin aku al,aku..aku.."


"sudah ra,aku juga minta maaf.aku sudah bikin kamu sedih,aku egois ra.aku hanya memikirkan perasaanku saja."kata aldo sambil menguatkan pelukannya.


"ah..al lepasin,jangan kuat kuat,aku sesak gak bisa napas."kata rara dengan terengah engah.


aldo langsung melepaskan pelukannya dan menghapus sisa air mata rara dengan halus.


"kita baikan ya."kata rara sambil mengacungkan jari kelingkingnya.


aldo menautkan jarinya dan mengangguk dengan senyum merekah.


kriuk..kriuk..


"bunyi apa tu..?"tanya aldo.


"hehe.."rara nyengir.


"kenapa,kamu.."


rara mengangguk."aku lapar."


rara mengangguk sambil tersenyum malu.


"kenapa.."


"aku sibuk bersiap siap hanya untukmu."


"serius.."tanya aldo mengerlingkan sebelah matanya.


"gak,ya iyalah.buat siapa lagi.."


"bukannya buat bos kamu.."


"siapa..? isal.."


aldo mengangguk.


ya,rara sudah tau kalo isal adalah pemilik toko tempatnya bekerja sejak setahun yang lalu.


semenjak tau,rara sedikit memberi jarak dengannya.


bukan kenapa kenapa..


rara gak mau orang orang memikirkan yang tidak tidak tentangnya.

__ADS_1


apalagi dialah yang menjadi bos sekaligus temannya.


ah di episode selanjutnya aku kasih tau semuanya.


tentang kehidupan isal,aldo dan fino.dan ada satu lagi siapa dia..?"


adit alias aditya..


BACK


"kamu cemburu.."


"pikir aja sendiri."jawab aldo sambil melangkah meninggalkan rara.


rara mengejar aldo dan menyetarakan langkahnya.


"mau kemana.."tanya rara.


"kita makan,kasian tuh cacing kelaparan."


aldo dan rara melangkah kesebuah warung yang biasa.


aldo memesan nasi serta lauknya dan memberikannya kehadapan rara.


"cuman satu.."tanya rara heran.


"aku sudah makan."


"oh,baiklah.aku makan sendiri."kata rara dan mengambilnya.


"eh..jangan."kata aldo sambil mengambil kembali piring dari hadapan rara.


"kenapa..kan kamh udah makan."


"aku masih lapar,tadi aku makan cuman dikit."


"bilang aja belum,aku tau kamu juga belum makan."


"hehe.."


"kalo gitu aku pesan sendiri aja."kata rara langsung berdiri.


"jangan,kita makan berdua aja."ajak aldo.


"emangnya bakalan cukup segitu buat kita."


"cukup,kalo gak cukup tambah lagi."


rara menurut dan mereka makan sepiring berdua.

__ADS_1


__ADS_2