Ketulusan Hati Rara

Ketulusan Hati Rara
HAPPY


__ADS_3

Kebahagian gak bisa di ukur dari seberapa besar Rumah yang kita miliki, Seberapa banyak Mobil dan Harta yang kita punya.


Kebahagiaan itu sederhana. Hanya dengan melihatnya tersenyum, Tertawa lepas saat bersama.


Kebahagiaan akan terasa pada saat pasangan kita berusaha untuk membuat kita bahagia.


Seberapa besar kasih sayang, Kesetiaan dan pengorbanan untuk pasangannya.


****


Satu bulan lamanya Aldo dan Rara berbulan Madu.


Mereka menikmati setiap hari, Setiap menit dan detik yang mereka lakukan dan mereka kunjungi.


Banyaknya permintaan yang Rara utarakan.


Seperti sekarang.


"Sayang ayok, Keburu siang! entar keburu panas." Kata Rara sambil terus mengguncang tubuh Aldo.


Aldo yang baru saja terlelap beberapa menit karena habis pertarungannya barusan. Sudah harus bangun.


Aldo langsung bangkit dengan lunglai. Sesekali mengucek-ngucek matanya.


"Sayang! cepetan... Aku udah siap nih." Ajak Rara.


Aldo perlahan membuka matanya.


Aldo menatap Rara dari bawah sampai atas.


Aldo melihat Rara sudah Rapi dan cantik.


"Sayang! Jam berapa emangnya Sekarang ?" tanya Aldo heran.


"Udah mau jam 7." Jawab Rara kesal.


Rara berjalan menuju Kaca dan memandangi suasana pagi hari di Kota Orang.



Aldo langsung berdiri dan berjalan mendekati Rara yang sudah Rapi.


"Sayang! Kapan kamu Bangun ? Jam segini udah Wangi aja ?" kata Aldo sambil meraih pinggang Rara.


"Aku gak tidur lagi Sayang." Jawab Rara.


"Loh kenapa ?" tanya Aldo bingung.


"Biar cepat, bisa Jalan-jalan. Tapi..." Rara menggantungkan ucapannya.


"Maaf, Aku lelah banget."


"Makannya jangan buas-buas main nya." Kata Rara ketus.


"Hehe... Nagih Sayang. Lagi yuk ?" Ajak Aldo memintanya lagi.


Rara langsung berbalik menatap Aldo sinis.


"Sayang.. " Tekan Rara kesal dengan kelakuan Suaminya.


"Iya, iya, iya. Aku mandi dulu."


"Jangan mandi. Entar kelamaan." Cegah Rara.


"Gak sabaran banget." kata Aldo sambil menelusupkan tangannya kedalam baju milik Rara.


"Sayang cepetan ih, Kalo kayak gini gak bakalan jadi lagi jalan-jalannya. Kayak kemarin." Kata Rara makin kesal.


"Satu... aja." Pinta Aldo.


"Aldo... " Rara langsung berkacak pinggang.


"Ok, ok. Aku mau cuci Muka dulu."


"Mau, mau, di lakuin enggak. Cepetan sana." Usir Rara.


"Galak juga..." Gumam Aldo sambil melangkah masuk kedalam Kamar mandi.


"Apa..." Teriak Rara marah.


"Enggak, Kamu cantik." kilah Aldo.


"Emang.." jawab Rara PD.


Benar, Aldo hanya mencuci mukanya Doang. Tak lama Aldo keluar dengan hanya kepala yang basah.


"Yuk berangkat.." Ajak Rara.


"Hah, Masa kayak gini Sayang sih. Aku pake baju dulu ya." Pinta Aldo.


"Gak usah.." Jawab Rara jengkel.


Aldo melongo mendengar jawaban Rara.


"Sayang apa Kamu gak takut tubuhku dinikmati Orang lain ?" tanya Aldo heran.


Rara langsung menyambar baju yang sudah Dia siapkan di atas Kasur.


Rara gak menggubris pertanyaan Aldo.


Rara langsung memakaikan baju Kaos pada Aldo.


"Sudah Yuk." Ajak Rara setelah memakaikan Kaos pada Aldo.


Aldo tersenyum menatap Rara.


"Istri yang baik." Gumamnya.


"Sayang cepetan ih, Lama banget." Teriak Rara di luar Pintu.


"Iya sebentar.."


Aldo langsung mengikuti langkah Rara yang sudah lebih dulu keluar.


"Gak sabar ya ?" tanya Aldo sambil menyamakan langkahnya.


"Ya lah, Kita udah sebulan disini. Tapi gak kemana2, Kamu ngurung Aku di Kamar. Katanya liburan, Tapi gak kemana-mana." Jawab Rara dengan raut wajah cemberut.


"Gemes.." Kata Aldo sambil mencubit Pipi Rara.

__ADS_1


" Sayang! Aku lagi ngambek ini. Bukannya di hibur malah di cubit sih." Gerutu Rara pada Suaminya.


"Haha... Mana ada ngambek gemesin gini." Lagi- lagi Aldo mencubit Pipi Rara.


"Sayang..." Tekan Rara.


"Hihi... Silahkan masuk Nona!" Seru Aldo setelah berada di parkiran.


Aldo membukakan pintu Mobil dan mereka langsung melaju ketempat yang di inginkan Rara.


.


.


Setengah jam perjalan, akhirnya Rara dan Aldo sampai di tempat yang diinginkan.


"Yuk turun." Ajak Aldo sambil menyodorkan tangannya.


"Makasih." Jawab Rara meraih tangan Aldo.


Mereka jalan-jalan di pinggir pantai menikmati mentari di pagi hari.


"Sayang indah ya ?" tanya Rara.


"Lebih indah Dirimu." Jawab Aldo manis.


Rara menghentikan langkahnya menatap Aldo.


"Kenapa ? Aku serius." Kata Aldo pasti.


"Gak papa. Sayang! Kan kamu belum mandi ya ?" tanya Rara.


"Kan Kamu yang larang." Jawab Aldo santai.


"Mandi sini aja, Aku pingin liat Kamu masuk air laut."


"Maksudnya ?" tanya Aldo gak paham.


"Kamu berenang sini, Hitung-hitung mandi pagi."


"Ah yang bener aja Sayang. Aku gak bawa baju ganti."


"Pakai Boxer aja."


"Jangan aneh-aneh deh Sayang!"


"Pliiss ya." Rara memohon dengan mata sudah berkaca kaca.


"Kamu kenapa sih Sayang, Mintanya yang aneh-aneh aja. Gak sabaran lagi." Kata Aldo bingung.


"Kalau gak mau gak papa, Aku mau cari Cowo yang mau berenang untukku." Kata Rara sambil melangkahkan kembali kakinya.


"Eh Sayang tunggu, Ok aku akan berenang sekarang."


Rara tersenyum bahagia mendengarnya.


"Yuk disana ya. Aku mau lihat kamu turun dari sana."


"Hm." Aldo hanya bisa pasrah saja.


"Cepetan Sayang turun."


Rara sudah berkaca kaca. Satu kedipan saja, Airmata akan meluncur dengan senang hati.


Aldo hanya bisa menghela napas berat dan langsung menceburkan tubuhnya kedalam Air.


30 menit Aldo berenang. Gak jauh, Hanya di sekitaran situ.


"Sayang udah ya." Pinta Aldo.


"Ya." Jawab Rara singkat.


Aldo naik setelah mendengar jawaban dari Rara.


"Sayang tunggu dulu situ."


Rara mengambil HP milik Aldo dan memotret tubuh seksi Suaminya.



"Hm Menggoda hihi..." Gumam Rara sambil memperhatikan hasil jepretannya.


"Apa..."


"Gak papa."


"Aku denger Sayang."


"Kalo denger kenapa nanya ?"


"Sensitif Amat Sekarang kamu Sayang."


"Gak tahu, Aku juga bingung."


"Yuk kita pulang lagi."


"Ya ayok."


Aldo menatap Rara heran. Kirain bakalan nolak.


"Ayok, Katanya mau pulang. Dan ini pakai kembali bajunya. Liat tuh, Banyak Cewek yang curi-curi pandang ke arahmu." Jelas Rara sambil memperhatikan sekitar.


Aldo mengedarkan pandangannya.


"Cepetan pake Sayang.." Suruh Rara buruan.


"Gak mau ah, Biarin aja kayak gini."


"Kamu mau tebar pesona ya.." Kata Rara sambil berkaca pinggang.


"Waduh mampus, Gue salah bangunin Orang." Batin Aldo.


Aldo cepetan memakai bajunya tanpa menjawab dan menatap Rara sama sekali.


"Good Boy."


Aldo merasa aneh dengan tingkah Rara akhir akhir ini.


"Sayang..." Kali ini Rara sudah bergelayut manja di tangan Aldo.

__ADS_1


"Apa ? Pasti ada maunya ya?" tanya Aldo sudah ngerti.


"Hehe... Kita kan besok Pulang, Aku mau hari ini kita jalan-jalan sepuasnya."


"Kamu mau kemana lagi Sayang. Semuanya sudah kita kunjungi."


"Aku ingin ketempat yang sejuk, Ketempat yang jauh dari keramaian." Kata Rara sembari membayangkan.


"Hm... Kemana ?"


"Ke gunung.."


"Hah, Yang bener aja Ra. Jauh kalo dari sini."


"Biarin, Aku mohon ya ya.."


"Baiklah, Aku telpon Papih dulu ya, Supaya ada yang jemput kita."


"Sekarang ya.."


"Sabar Sayang, Jaraknya lumayan jauh."


"Ya jemputnya sekarang ya."


"Hm..."


Setelah sampai Di hotel, Aldo langsung membersihkan badannya.


"Sayang sini, Aku pakein bajunya."


"Gak papa, Aku bisa sendiri."


"Sini.."


Rara memakaikan semua pakaian yang akan Aldo kenakan.


"Makasih sayang.." Aldo mengacak pelan Rambut Rara.


"Sama sama Suamiku."


"Yuk kita makan dulu, Sebelum jemputan datang." Ajak Aldo.


"Ye..." Teriak Rara kegirangan.


Semua barang-barang sudah Rara masukan kedalam koper semula.


Karna hari ini mereka akan ke villa milik Papihnya Aldo. Mereka akan pulang dari sana.


.


.


.


"Silahkan Den, Non..." Supir suruhan Papih membukakan pintu Mobil untuk mereka.


Pak Supir langsung memasukan semua Barang2 milik mereka.


"Non, Den. Berangkat sekarang ?" tanya Pak supir.


"Iya Pak, Istri saya sudah gak sabar."


"Baik Den."


.


.


.


Perjalanan menuju Villa memakan Waktu 3 jam perjalanan.


Setelah sampai, Bukannya istirahat. Rara sudah menarik narik tangan Aldo untuk berkeliling.


"Sayang, Sebentar kita minum dulu kek."


"Ah lama Sayang, Bawa aja minumannya."


"Gak baik Sayang.."


Rara menghempaskan kasar tangan Aldo.


Aldo meneguk sedikit Air yang digenggamnya.


"Maaf Sayang."


Rara gak menjawabnya.


"Sayang maaf ya. Memangnya kamu gak cape..?


Rara menggeleng.


"Yaudah ayok..."


Aldo membawa Rara keliling menggunakan Mobil yang tadi.


"Sayang berhenti, Aku mau naik itu ?" tunjuk Rara pada Castyl kuda.


"Mau naik kuda ?"


"H'h.."


Aldo dan Rara turun. Mereka berjalan sedikit menuju salah satu Kuda.


"Permisi, Kami boleh menyewanya satu ?" tanya Aldo pada pemiliknya.


"Silahkan."


Aldo mengambil satu Ekor dan diarah cara-caranya.


"Yuk naik ."


Rara mengangguk. "Naikin, Aku gak bisa ."


"Kirain bisa."


akhirnya mereka jalan-jalan menggunakan Kuda sewaan.


__ADS_1


__ADS_2