
rara bergegas keluar kelas dan menunggu mimi dan teman yang lainnya yang masih betada di kelas.
"kamu sudah selesai..?"tanya aldo.
"eh kamu udah selesai juga."rara malah menanyakan balik.
"aku nanya malah balik nanya."jawab aldo.
mereka malah saling tersenyum dan akhirnya tertawa merasa kekonyol ini.
"aduh sakit perut aku."aldo mengaduh tapi dalam hatinya senang melihat rara tertawa lepas bersamanya."udah yuk ah kita beli sesuatu buat ngilangin stres."rara mengngguk dan mereka bergegas menuju salah satu penjual di halaman sekolah trsebut.
sebenarnya aldo sudah tau kalo tadi tetjadi sesuatu antara rara dan mia.dan aldo tau kalo rara gak akan mau cerita.
rara yang tadinya mau nungguin mimi dan yang lainnya malah gak jadi.rara mengikuti aldo di samping aldo.
mereka jajan bersama dan duduk di salah satu kursi taman yang dulu pernah ada kejadian.
"ra kamu ingat gak waktu di tempat ini di kursi ini..?"tanya aldo.rara mengangguk."saat itu aku keduluan sama fino kakak kelas kita."curhatan aldo pada rara.
__ADS_1
rara hanya melamun mungkin memngingat masa itu.
"ra kalo sekarang ada yang nembak kamu.apa kamu akan menerimanya..?"tanya aldo.
"em..gak tau deh al.aku mau pokus dulu sama belajar aku."jawab rara.
"oh."aldo hanya ber-oh.rara gak meliat raut wajah aldo.rara hanya tetus menatap lurus kedepan.
"al..seperti tatapan aku sekarang aku hanya ingin menatap lurus kedepan ke arah tujuan aku."rara mulai tetbuka pada aldo dan mulai mencurahkan sedikit isi hatinya."tapi suatu saat mungkin tatapan aku akan berbelok jika ada satu menghalangi penglihatanku."rara mengungkapkan dengan ibaratan.
raut wajah aldo sekarang beruabah jadi bersemangat lagi.aldo langsung menatap rara dan bertanya.
'"apa maksud kamu kalo kamu sekarang lagi pokus belajar."tanya aldo penasaran.
"ya aku tau.tapi kalo kamu sudah mulai membuka hatimu untuk pria kamu akan berbelok untuk menerima pria tetsebut."tanya aldo lagi.
"ya gak semudah itu juga al..kamu pikir aku mau nerima orang yang nembak aku tanpa aku tau siapa."aldo malah menggaruk tengkuknya tak gatal.
"kamu pikir aja aldo..gimana kalo yang nembak akutuh orang gila..kan gak mungkin dong."jelas rara.
__ADS_1
"haha.."aldo langsung tertawa.
"tuh kan kamu ajah ketawa.apalagi kalo beneran kamu pasti bakaln trtus ngetawain aku dan mengejek aku."sekarang raut wajah rara cemberut.
"eh maaf aku kelepasan."aldo segera menggenggam tangan rara dengan penuh kasih sayang.
hanya itu yang bisa aldo lakukan guna menyalurkan rasa sayangnya pada rara.
"semiga bisa menembus dinding pembatas di hati kamu ra.'"batin aldo sambil tetus menggenggam tangan rara.
di sudut taman ada seseorang yang meliat kedekatan rara dan aldo.orang tersebut mengepalkan tangannya dan segera melangkah.sebelum dia melangkah rara pamit pada aldo ingin mengambil minumnya dulu.
"aldo aku ke kelas dulu ya.mau ngambil minum dulu."rara menarik tangan dari tangan aldo.
"aku temenin ya."tanya aldo.
"bentar kok.aku akan kesini lagi ko dan bawa minumnya kesini."tolak rara.
"em iya deh."aldo melihat rara yang mulai menjauh darinya.
__ADS_1
tapi tiba tiba aldo meliat ada seseorang yang mengikuti rara dari belakang.aldo segera bangkit dan mengikuti orang yang mengikuti rara.
aldo mengenali orang itu dan membiarkan rara di ikuti orang itu.aldo hanya meliatnya dari kejauhan hanya ingin menjaga rara takut terjadi sesuatu.