
aldo berbalik menatap rara penuh harap.
"ra kamu gak mau ikut."tanya aldo penasaran.
"gak tau al,aku ...."
"pleess ra,ikut ya..."aldo menangkupkan kedua tangannya memohon.
"aku mau minta ijin dulu ya.gak enak kalo maen ikut ikut aja."
"gak papa ra kan aku yang ngajakin."
"ya liat entar aja ya."
"hm.tapi kamu usahain harus ikut."
"kamu ko maksa."
"kalo kamu gam ikut aku juga gak mau."setelah mengatakan itu aldo langsung diam.
"kamu marah.hm..baiklah."rara tersenyum misterius sambil menatap aldo aneh.
"malah senyum senyum."kata aldo tapi rara tak menghiraukan.
"udah ra jangan senyum terus ngetik aku liatnya."tapi apalah.rara malah makin menyeringai puas.
aldo segera bangkit hendak pindah duduk.rara langsung menangkap aldo yang sudah setengah berdiri.
rara langsung menarik pinggang aldo.aldo langsung menatap rara bingung.aldo duduk kembali dan."aaaahhh,ampun ra ampun,geli..geli ra.ampun."rara langsung menggelitik aldo tanpa ampun.
"ra ampun...apa salahku ra.maaf deh."
"ternyata kamu udah lupa apa kesalahanmu."rara makin tersenyum lebar.
aldo langsung memegang tangan rara kuat.rara melongo kaget.
__ADS_1
rara meliat aldo ngos ngosan sambil tersenyum.
"sekarang rasain."aldo berbalik menggelitik rara.aldo gak kasih ampun meski rara terus memohon.
"ampun al..ampun..aku mohon hentikan aldo.ah..haha..ha...haha...al udah.aduh..al geli..geli..al aku mohon udah.al..haha...ha..haha..aldo udah aku mau pipis."aldo gak menghiraukan perkataan rara yang terus memohon.
tanpa mereka ketahui kedua orangtua aldo menonton sedari tadi.
"makannya jangan bercandain.kan sekarang kamu juga kena gara gara ulahmu."kata aldo sambil terus menggelitik rara.
"aldo aku udah gak kuat.hahaha...al.stop.stooop.."rara langsung menarik paksa tangan aldo.
aldo berada tepat di atas rara.rara langsung memejamkan matanya.
rara gak tau kalo akan jadi begini.
beberapa menit mereka masih dengan posisinya.menit berikutnya aldo langsung bangkit dan duduk dengan gelisah.
kemudian di susul rara.rara menunduk malu pada dirinya sendiri.
"bisa bisanya aku begitu."batin rara.
mereka saling tatap dan langsung tersenyum sama sama.
aldo mengusap usapkan tangannya pada seluruh badannya.aldo menegakan badannya dan mengusap pahanya.
lain dengan rara.rara menunduk menatap lantai malu sambil tersenyum.
"kamu lebih suka liatin lantai daripada aku."tanya rara PD.
"hah."rara langsung mendongakan kepalanya."bu..bukan gitu.aku malu."kata rara jujur.
"haha..."aldo langsung ketawa mendengar kejujuran rara."kamu malu kenapa..."aldo bertanya sambil terus ketawa.
"tuhkan kamu ngetawain."rara cemberut tapi tak lama."aldo aku minta maaf ya.aku gak sengaja."kata rara dan memberanikan diri untuk menatap aldo lama.
__ADS_1
"ha..eh maaf kamu lucu.aku juga minta maaf."kata aldo sambil membereskan rambut rara yang acak acakan.
"makasih."rara langsung memegang tangan aldo yang terus mengelus rambutnya.
"hm.kita sama sama gak sengaja.dan gak terjadi apa apa juga."jelas aldo.
kecanggungan di diri rara sudah mulai menghilang.mereka seperti biasa lagi.saling berbagi cerita.
.
.
hari sudah mulai terik.matahari sudah berada di atas.suara adzan duhur terdengar.
"ra kamu halangan gak...?"tanya aldo tanpa beban.
"hah halangan.."rara gak mengerti.rara masih berpikir.
"ya.kan sekarang udah duhur..kamu ada halangan gak."jelas aldo.
"oh itu...gak..."jawab rara.
"kalo gituh yuk kita solat dulu sebelum pulang."ajak aldo dan di ikuti rara dari belakang.
mereka masuk kekamar tamu.sekarang aldo gak bawa rara kekamarnya entah kenapa.
"al ini kamar siapa..?"rara celingak celinguk takut ada orang di dalam.
"gak akan ada orang ra."kata aldo yang meliat rara meliat semua sudut ruangan."kecuali kita berdua."
rara mengangguk ngerti."ini kamar tamu..?"tanya rara.
"hm."di jawab aldo dari ambang pintu kamar mandi.
rara duduk di atas kasur sambil meliat seisi ruangan.
__ADS_1
aldo keluar kemudian rara masuk.aldo mengambil semua perlengkapan dan membentangkan di atas lantai.
rara keluar dari kamar mandi. mendapati aldo sudah rapi dengan sarung dan baju koko.rara langsung memakai mukenanya dan mereka melakukan dengan berjamaah.