Ketulusan Hati Rara

Ketulusan Hati Rara
78


__ADS_3

sementara di rumah yang sangat sederhana.


ada dua gadis dalam satu rumah.


yang satu sudah terlelep entah sejak kapan.


tapi...


yang satu lagi,dia lagi gelisah gak bisa tidur.telinganya terus berdengung disertai panas.


dia udah melampiaskannya pada buku buku,tapi masih belum bisa tidur.


dia melangkah keruang tengah dan mendudukan bokongnya di atas kursi.


dia menyalakan televisi dengan suara kecil tepatnya gak ada suara ssedikitpun keluar dari tv tersebut.


hanya ada orang yang bergerak dan kunyam kunyem dengan bibir bergerak gerak.


dia membaringkan badannya di atas kursi sampe dia terlelap.


suara ayam berkokok membangunkannya yang baru saja memejamkan matanya.dia langsung terbangun dan meliat tv masih menyala.dia langsung mematikannya dan bergegas mencuci muka.


semua pekerjaan sudah menantinya.dia berjalan kesana kemari dengan peralatan yang sudah akrab dengannya.


06.24


semuanya sudah selesai.dia sedang berada di halaman rumah menyiram tanaman bunganya.


"untung hari ini hari minggu,jadi aku bisa tidur siang.."


dia melangkah masuk dan membersihkan badannya.


kruk..kruk..


bunyi perutnya sudah terdengar minta di isi.


dia menyedokan nasi ke piringnya lenfkap dengan lauknya.


dia sungguh menikmati sarapannya.


diruang tengah terdapat kakak juga mamahnya sedang asyik menonton tv sambil sesekali kakaknya membalas pesan.kayaknya sih....


rara menatap aneh pada mereka.gak biasanya hari libur ada di rumah.


rara mengibaskan tangannya mengenyahkan pikirannya.


"seharusnya aku senang mereka ada."gumam rara.


rara melangkah masuk kedalam kamarnya.


gaka ada pekerjaan yang rara lakukan.hanya berguling guling ria di atas kasurnya.


hah kayak bocil...


sudah terasa lelah,rara berhenti dan memeluk guling di sampingnya.


"udah lama aku gak kayak gini."katanya sambil mempererat pelukannya."senang rasanya bisa istirahat cukup."tambah rara.


rara mulai memejamkan matanya sedikit demi sedikit.rara ingin melanjutkan tidurnya yang tertunda.

__ADS_1


tapi...


rara langsung bangun tatkala menangkap banyak suara orang di dalam rumahnya.


rara bangkit dan melangkah mendekati pintu kamar.rara membuka sedikit demi sedikit pintu kamarnya.


"oh pantesan gak jalan jalan,ada tamu toh."gumam rara dan kembali menutup pintunya.


rara kembali memeluk gulingnya dan memejamkan matanya.


tok...tok...tok...


suara pintu kamar rara ada yang ngetuk.


rara menarik napas dalam."kayaknya gak bakalan terjadi ling."kata rara bicara pada gulingnya.


rara beranjak dan membuka pintunya.ternyata kakaknya yang ngetuk pintu.


"ada apa ka..?"tanya rara.


"gak,ikut aja.."jawab kakak rara sambil merapihkan rambut rara yang acak acakan.


rara menatap kakaknya bingung.tapi tak apalah yang penting dia bisa merasakan tangan kakaknya memebelai rambut rara seperti dulu.


rara di bawa ke kerumunan tamu di ruang tengah.


"siapa kak,banyak banget..?"bisik rara.


"entar kakak kenalin.."jawabnya.


"hai..nih adik gue,cakepkan.."kakak rara memperlihatkan rara kesemuanya.


"wih cakep bener.."kata salah satu dari mereka.


disana sudah tersaji berbagai macam makanan.


siapa yang menyajikannya...?entahlah...


satu persatu dari mereka bersalaman sambil menyebutkan namanya masing masing.


"miska."


"rehan."


"april."


"gisni."


"aditya."


"olla."


"dan aku pardhan."mengakhiri perkenalan.


rara tersenyum manis."rara."jawab rara manis.


"aduh..meleleh aku."kata april.


"manisnya semanis madu."kata rehan.

__ADS_1


pipi rara bersemu malu.


"apalagi liat pipinya kalo lagi bersemu gitu menambahkan kecantikannya."tambah pardhan.


rara langsung menungkup kedua pipinya tambah malu.


"kalian lebay..tapi aku juga iri liat adik lo.masih kecil udah manis."tambah gisni.


"siapa dulu kakanya.dia juga nurun dari aku."kata kakak rara menyombongkan dirinya sendiri.


mamah yang dari tadi meliat mereka ngobrol jengab.


"maaf.tante tinggal ya,kalian nikmati saja yang ada."kata mamah sambil beranjak.


mamah melangkah keluar rumah.


diluar terdengar ada banyak orang yang lagi mengobrol.


sepertinya mamah menghampiri mereka.


rara mulai gak enak.rara berpamitan dan langsung masuk kedalam kamarnya.


rara mendengarkan mereka dari dalam kamar saja.


hah tidurnya tertunda lagi..hiks..hiks...


"kalo udah gede kasih gue adik lo."pinta april.


"buat gue aja."kali ini pardhan yang bersuara.


"lo kira barang apa adik gue.asal kalian tau,adik gue udah banyak pacarnya.."


"ah masa sih,tampang polos gitu.."kata rehan.


"beuh..kalian gak rau jaman sekarang,muka boleh polos tapi kelakuannya busuk."kata olla.


"eh.jangan ngejelekin adek gue.maksud gue bukan itu.adik gue udah banyak yang suka.dari dullu sampai sekarang."sargah kakak rara.


masih tersimpan sayang yang begitu besar buat adiknya.


didalam kamar rara berkaca kaca mendengar kakaknya menbela dirinya.


"aku tahu kakak baik dan sayang padaku."


air matanya menetes sedikit demi sedikit.


rara langsung menyembunyikannya di balik guling yang ia peluk.


rara terharu atas pembelaan kakaknya.


rara tersenyum sambil mengusap air matanya.


mereka terus mengobrol dengan topik berubah ubah.apa saja yang nyambung meteka terusin.


sampai hari mulai sore,merekapun pamit untuk pulang.


kakak rara memanggil rara atas permintaan teman temannya.


rara langsung menfhampiri mereka denfan senyum sangat manis.

__ADS_1


mereka satu persatu bersalaman dan mulai meninggalkan kediaman rumah rara.


hah..pasti banyak pekerjaan buat rara setelah begini...


__ADS_2