Ketulusan Hati Rara

Ketulusan Hati Rara
84


__ADS_3

pagi pagi sekali rara sudah siap berangkat sekolah.


sarapan pagi rara lewatkan hanya untuk siap siap.


rara terus bercermin memperhatikan gaya pakaiannya.rara berusaha serapi mungkin.


"ah..sama aja."kata rara sambil menatap dirinya di depan kaca teras rumahnya.


rara membuka tasnya dan mencari sebuah benda kecil.


setelah ketemu,rara mengikat rambutnya ikat kuda.


"em...ya gini aja."kata rara sambil merapikan penampilannya.


gak rara sadari dari tadi ada seseorang di ambang pintu melihat tingkah laku rara.


dia tersenyum senang.


"kamu mempersiapkan semuanya untukku."batinnya.


dia melangkah mendekati rara.


"udah cantik,jangan ngaca terus.entar kacanya malu sama kamu."rayuan gombalnya keluar.


rara kaget dan langsung berbalik menatapnya.


"eh..hehe.."rara tersenyum malu."kamu udah lama disitu.?"tanya rara malu malu.


"dari tadi."


"hehe.."rara tersenyum sambil menunduk.


"udah dandannya..?"


rara mengangguk.


"yuk kita berangkat,mumpung masih pagi."ajaknya.


"bentar aku pamit dulu ya sal"


isal mengangguk.


rara pamit sama ibu dan kakaknya.


"tumben pagi buta kamu udah mau berangkat..?"tanya kakaknta.


"ada urusan dulu."


"paling pacaran."cibir mamahnya.

__ADS_1


"bu..bukan."


"alah jangan ngeles."


"ya udah aku berangkat mah kak."


"hm."kata mamah rara sembari mengangkat tangannya untuk rara cium.


rara mencium punggung tangan mamahnya dan kakaknya.


setelah itu rara langsung berangkat berjalan kaki sampai kedepan jalan besar.


"ra keluarga kamu emang gitu ya sama kamu..?"tanya isal.


"gak,keluargaku baik kok.aku aja yang bandel gak nurut."jawab rara bohong.


"ah masa sih,setau aku kamu itu..."


belum sempat isal menuntaskan omongannya sudah rara potong.


"semua orang bisa nilai aku dari luar,kamu gak tau aku sebenarnya gimana.."jawab rara.


"aku gak percaya.."


"apalagi kalo kamu tau semua tentang aku,kamu gak akan pernah percaya.."


isal menatap rara mencari tahu.


"nggak,yuk naik kita berangkat sekarang."ajak isal."wah..baru saja sebentar tapi kamu bisa berubah ubah ra."batin isal heran.


isal mengantar rara sampai sekolah.


"ra kamu sepagi ini kesekolah mau apa sih.."tanya isal.


"ada tugas yang ketinggalan."jawab rara datar.


"ra.."


"hm."


"kamu kenapa sih,ada masalah.."tanya isal.


rara menggeleng"gak ada.."


"terus.."


"terus apa sal.."kata rara sedikit meninggikan suaranya.


isal mengelus dadanya heran dan kaget kala melihat sisi lain dari rara.

__ADS_1


"maaf.."kata rara sambil menunduk.


"kamu sebenarnya kenapa ra,coba cerita sama aku kalo ada masalah.."bujuk isal sambil membawa rara keteras sekolah.


mereka duduk di teras kelas 7.


"ra.."seru isal.


"aku gak bisa sal,ini masalah pribadi aku."tolak rara menatap isal.


"apa karna cowo kemarin."tanya isal penasaran.


rara gak mengangguk dan gak pula menggeleng.


"sebenarnya ada hubungan apa ra kamu sama dia.."batin isal kecewa.


"ra.."


rara menoleh dengan air mata sudah menetes.


isal segera menghapus air mata yang keluar dan meluncur di pipi mulus rara.


"ra.."panggil isal sambik terus menenangkan rara.


"udah ya jangan nangis.tadi kan kamu udah merapikan semuanya.kalo nangis kamu jadi jelek lo."goda isal.


tapi,bukannya berhenti nangis rara malah semakin kencang dan air matanya terus mengalir.


"aku butuh sandara."batin rara


isal memeluk dan mengusap punggung rara sayang."baru kali ini aku liat kamu nangis,dan sampai sebegininya ra."batin isal sambil terusengelus punggung dan kepala rara.


dari kejauhan aldo menyaksikan mereka berdua.


dia begitu tersayat melihat rara menangis dipelukan orang lain.


hati aldo semakin kecewa dan patah bak kaca terjatuh kebatu.


sekarang aldo tahu kenapa rara menyuruhnya dekat sama mia.


"sekarang aku tau ra kenapa kamu menolakku."batin aldo.


setelah merasa tenang.isal melepaskan pelukannya dan memberi jarak diantara mereka.


"sudah jangan nangis lagi ya.nanti jadi kucel gak rapi lagi."rayu isal.


rara menampilkan senyum manisnya dan mengangguk.


"makasih sal,kamu udah ada buat aku."

__ADS_1


"kapanpun kamu butuh sandaran atau tempat cerita,aku bersedia membantumu ra."


rara tersenyum sambil menghapus semua sisa air matanya.


__ADS_2