
Pak Rt yang sudah tidak tahan kebisingan dari Ibu Ibu. Langsung menyuruh mereka pulang.
"Sebaiknya kalian pulang lah lebih dulu, Biar disini Bapak sama Bapak-bapak yang lain. Pamali kalau perempuan malam-malam di luar Rumah." titah Pak Rt.
"Gak papa Pak Rt, Toh ini juga di Rumah bukan diluar, Yakan yakan."
Ibu-ibu yang keponya tingkat Dewa malah kekekh ingin disana sebelum tahu Faktanya.
"Biarin aja Pak, Entar juga pulang sendiri." tukas Aldo.
Pak Rt hanya bisa pasrah dengan kebisingan yang disebabkan Ibu-ibu disini.
"Maaf ya Nak Aldo, Kami semua menganggu istirahatnya."
"Gak papa Pak. Wajar."
Tok...tok...
"Assalamualikum..." Bibi akhirnya baru sampai.
"Wa alaikum salam..." sahut semua Orang yang ada di dalam Rumah.
"Ini teh ada apa ya, Kok pada ngumpul gini." tanya Bibi heran.
"Itu tuh Bi, Mereka kangen sama Bibi. Katanya mau ngerumpi. Kikik..." Canda Aldo sambil terkikik.
Pak Rt menatap Aldo juga dengan Bapak-bapak yang lain. Mereka sama sama tersenyum mendengar penuturan Aldo.
"Maaf Bibi kami disini hanya bersilaturahmi." kata Pak Rt.
"Oh.. Bibi permisi kebelakang."
"Ya silahkan silahkan."
sementara Bibi menaruh semua barang-barang yang di bawanya kedalam kamar bekas Mamahnya Rara.
__ADS_1
"Nak Al, Kalo gitu Bapak sama semuanya minta maaf sudah su udzon."
"Gak papa Pak, Memang harusnya begitukan. Aku salut sama warga sini yang masih peduli menjaga lingkungannya."
"Lebih dari peduli..haha.." bisik Pak Rt di samping Aldo.
"Pak Rt bisa juga ngelucu.. hihi.."
Pak Rt dan Aldo saling tertawa pelan.
"Kalo gitu Kami pamit pulang ya. Baik baik jaga Tuh Kembang Desa, Jangan sampai di petik Orang."
"Ah Bapak masih bercanda aja. Haha..."
"Bapak serius, Kalo Putra Bapak sudah Dewasa tak suruh rebut dari Tanganmu."
"Ih.. Jangan dong Jangan, Aku janji bakal jagain 24 jam hihi..."
"Bagus."
Aldo langsung merebahkan badannya di atas sofa kembali.
"Sumpah demi apapun. Lebih lelah barusan dari pada lari maraton." gumam Aldo sambil memijit-mijit pelipisnya.
"Aden kenapa sampai di kunjungi banyak warga, Aden melakukan sesuatu sama Neng Rara ?" tanya Bibi sambil membereskan semua perabot bekas Jamuan.
"Ih si Bibi. Ya enggak lah, Aku malah lagi bersantai di depan. Eh, Si ibu sebelah Kepo. Kirain hanya mau nanya doang, Ya Aku tinggal risih ditanya-tanya terus." Curhat Aldo.
"Itu biasa Den, Kalo dikampung ya gitu, Mereka gak mau nama baik Kampungnya tercoreng." jelas Bibi.
"Untung Mamih nyuruh Bibi kesini, Kalo enggak Alamat gak bisa tidur Bi Aku."
"Loh emangnya kenapa ?"
"Bibi tau gak, Ibu-ibu tadi berisik banget. Udah Aku suruh diam. Tapi, Masih kekeh aja berisik."
__ADS_1
"Hihi... Namanya juga Ibu-ibu Den. Ya gitu."
"Bibi juga gitu ya."
"Hah, Kok Bibi."
"Bibi kan Ibu-ibu juga."
"O iya ya, Haha... Bukan hanya Bibi aja Den."
"Ya semua Bibi dirumah pasti sama."
"Bukan itu Den."
"Terus..."
"Mamihnya Aden juga sama.hihi.." kata Bibi sambil tertawa pelan.
Aldo langsung bangkit menatap Bibi.
"Eh maaf Den, Bibi keceplosan."
"Beneran Mamih kayak gitu."
Si Bibi hanya mengangguk gak berani lagi bicara.
"Ish Mamih Rempong. Pasti suka ngomongin Orang kayak Ibu2 tadi." batin Aldo." Apa Mamih suka ngomongin-ibu Aldo Bi ?" tanya Aldo.
"Eng... Engak Den." jawab Bibi gugup.
"Jangan bohong Bi."
"Gak Bibi gak bohong. Kalo gitu Bibi mau istirahat ya Den, Kalo ada sesuatu panggil Bibi aja."
Bibi langsung melangkah pergi menuju kamar Mamahnya Rara."Aden juga sama Keponya, Itu barusan tanya-tanya. Aden...aden..." gumam Bibi sambil masuk kamar.
__ADS_1