
ta ada siapapun yang menanggapi rara.rara menutup kembali jendelanya dan langsung berbaring.
rara takut rara kepikiran dengan apa yang ada di dalam buku tadi.
"apa mungkin ada orang yang mau jahatin aku."rara bergumam dan langsung menarik selimutnya sampai menutupi seluruh badannya.
suara suara yang tadipun tak kedengaran adanya.sudah mulai lama dalam gulungan selimut,rara mulai pengap dan membuka selimutnya.
"aaaa...pergi.."teriak rara sambil mengibas ngibaskan tangannya.
tapi sosok tersebut malah makin mendekat.rara meraba apa apa yang ada di dekatnya.rara mulai melemparkan apa yang diraihnya.
tapi sosok tersebut malah makin dekat.
rara meraih benda yang ada di atas kepalanya dan mulai ingin melemparkan.
"astagpirulloh.."rara gak jadi melempar benda tersebut.rara langsung memeluk benda tersebut.tak lain tak bukan alquran yang tadi.
rara mulai membuka dan membacanya.sosok tersebut mulai menjauh dan menghilang.
"alhamdullah."rara mengelus dadanya dan menenangkan dirinya sendiri.
"brak."seseorang mendorong pintu kamar rara keras.
"ngapain kamu tetiak teriak tengah malam begini.apa kamu ingin di keroyok satu kampung dan berpikran macam macam hah..tidur dan diam lah jangan meresahkan kita semua.mamah gak bisa tidur kamu berisik terus."setelah mengatakan itu.mamah rara langsung keluar dan membanting pintu kamar rara kasar.
"ya alloh apa yang sedang kamu rencanakan untuk mengujiku.."rara sedikit terisak dan bergelung dalam selimut.
rarq terus terisak sampai ketiduran dan melupakan kejadian semuanya.
"mungkin tidur obat untuk menghilangkan sakit sesaat."
__ADS_1
ayam berkokok dan suara adzan berkumandang terdengar dimana mana.rara mulai mengucek ngucek matanya dan memperjelas pendengarannya.setelah jelas rara bangun dan berjalan keluar kamar dengan langkah gontai.
.
.setelah selesai melaksakan yang tak boleh tertinggal rara membereskan kamarnya dan memeriksa buku buku yang semalam.
"oh ya tuhan ini apa artinya."rara bergumam setelah meliat benda yang di dalam bukunya masih ada.
rarq membiarkan benda tersebut dan melanjutkan belajar yang semalam tertunda.
matahari mulai menampakan sinarnya.
rara memasukan bukunya kedalam tas dan langsung keluar kamar.
rara memulai dengan bersih bersih dan memasak.sekarang rara gak terlalu hawatir kesiangan.setiap hari rara ada yang jemput dan mengantar pulang.
setelah semuanya beres rara langsung mandi dan memakai seragamnya.
"mah aku berangkat."kata kakak rara.
"nih buat jajan.dan ini buat bayar ojek."mamah rara memberikan uang pada kakanya rara.
"thank mah."kakaknya rara mengambil uang tersebut."mah besok aku mau pakai motor sendiri."tambqhnya lagi.
"ya mamah usahain."
setelah itu kakaknya rara pergi betangkat sekolah.
sedangkan mamahnya langsung masuk kamar dan terdengar menelpon seseorang.
rara hanya bisa menarik napasnya pasrah dan mengahaniskan makanannya.
__ADS_1
"mah aku berangakat."dari luar kamar rara pamit.
"hm."jawab mamah rara dari dalam kamar.
"mah rara mau salim dulu."kata rara.
mamahnya rara keluar dan menyodorkan tangannya pada rara."kamu masih ada uangkan."mamahnya malah nanya rara.
"masih mah."jawab rara diseryai senyum.
"bagus"cuman itu yang mamahnya katakan.
rara langsung pergi setelah bersalaman.
"assalamualaikum."kata rara sambil menutup pintu rumah.
sebelum menuju jalanan besar rara memilih meliat dulu belakang kamarnya.
"gak ada apa apa kok.gak ada yang mencurigakan."gumam rara.
rara berbalik dan tiba tiba..
"aaaa pergi pergi.."usir rara sambil menutup matanya menggunakan tangannya.
"hey ra..ini aku aldo."aldo memegang bahu rara dan menggoyang goyangkan badan rara.
setelah mendengar nama sosok di depannya rara mulai membuka satu persatu jari tangan di mukanya dan mengintip dari sela jarinya.
"kamu ngagetin aja."kata rara sambil memukul bahu aldo.
"ternyata kamu tulang tukang pukul juga ya.aku jadi tau sisi kamu yang lain."seringai aldo menyindir rara.
__ADS_1