Ketulusan Hati Rara

Ketulusan Hati Rara
82


__ADS_3

isal melajukan motornya mengikuti arahan rara.


"tuh di depan berhenti.."kata rara menunjuk rumah besar menjulang tinggi.


isal mengangguk dan memarkirkan motornya tepat di depan rumah yang di tunjuk rara.


rara segera turun dan langsung melangkah dengan terburu buru.


"ra..rara.."teriak isal.


rara gak menghiraukan teriakan isal sama sekali.


tok..tok.."assalamualaikum"kata rara sambil mengetuk pintu pemilik rumah.


ckleek..


pintu terbuka dari dalam dan menampakan seseorang paruh baya.


"eh non.wa alaikumsalam non,silahkan masuk."jawab bibi mempersilahkan rara masuk.


"makasih bi,permisi."kata rara dan langsung masuk kerumah tanpa sungkan.


bibi menutup pintu lagi.


"non cari siapa..?"tanya bibi kala meliat rara celingak celinguk.


"eh..iii..tu itu bi,saya cari aldo."jawab rara.


"oh.bibi gak tahu.bibi belum liat den aldo dari tadi."jawab bibi.


perasaan rara makin gak karuan.rara makin hawatir.


"kalo tante sama om kemana..?"tanya rara.


"nyonya dan tuan di dalem non.lagi istirahat."jawab bibi.


"oh makasih bi."


"ya.mau bibi panggilin."


"gak usah bi,aku mau pulang aja."


bibi mengangguk.


"rara titip ini bi."rara menyerahkan tas milik aldo kepada bibi.

__ADS_1


"emangnya den aldo kemana..?"


rara mengendikan bahunya.


"gak tahu bi.kalo gitu rara pamit ya."


"oh iya non silahkan."


"ya.assalamualaikum."


"waalaikumsalam."


rara langsung melangkah keluar rumah.


brukk..


rara menabrak seseorang diluar rumah aldo.


"al.."kata rara seraya bangkit dan melihat siapa orang yang rara tabrak.


aldo gak membantu rara sama sekali dan gak menjawab.


"al..kamu dari mana?,kemana aja gak mengikuti 2 pelajaran terakhir.."tanya rara.


aldo malah melangkah masuk kedalam tak menggubris pertanyaan rara.


aldo gak menghiraukan sama sekali.aldo langsung masuk kedalam kamarnya dan langsung menguncinya dari dalam.


"al..buka.."kata rara sambil terus mengetuk pintu aldo dari luar.


didalam aldo langsung masuk kemar mandi dan langsung mengguyur seluruh badannya dengan air shower.


rara menyerah dan langsung melangkah dengan gontai kembali keluar dari rumah aldo.


rara langsung menghampiri isal dan mengajak untuk segera pulang.


isal menatap rara kecewa.tapi isal berusaha mengenyahkan pikirannya.


"kamu baik baik saja..?"tanya isal.


rara mengangguk.


isal langsung melajukan motornya dengan keheningan.


dalam hati isal ingin sekali bertanya dan menghibur rara.

__ADS_1


tapi semua niatnya dia urungkan.


isal hanya sesekali menatap rara dari spion motornya.


.


.


"makasih."kata rara setelah turun.


"sama sama.."jawab isal.


"aku pamit.assalamualaikum."kata rara dan langsung melangkah pergi meninggalkan isal tanpa menunggu jawaban isal.


isal yang hawatir dengan kondisi rara langsung turun dan mengikuti rara dari belakang.


rara langsung masuk tanpa mengucap salam.


"ra.."teriak isal kala rara masuk kedalam.


rara langsung menoleh dan mendapati isal berjalan kearahnya.


rara keluar lagi dan berdiri di teras rumah.


"ada apa..?"tanya rara."apa ada sesuatu..?"tanya rara lagi.


"enggak.aku mau mastiin kamu baik baik saja."


"oh.makasih,aku baik ko."


"em.ya kalo gitu aku pamit."


rara mengangguk dan isal berbalik melangkah pergi.


tapi baru isal melangkahkan kakinya 3 langkah kakaknya rara memanggil.


"isal kamu mau kemana..?"teriak kakaknya rara.


isal menghentikan langkahnya dan berbalik melihat siapa yang memanggilnya bertanya.


"em..maaf aku gak sopan."kata kaka rara.


"gak papa."jawab isal dengan senyuman.


rara yang melihat interaksi mereka serasa ada yang mengganjal.tapi,rara tepis dan langsing masuk kedalam.

__ADS_1


rara bukan orang yang kepo jadi buat apa nguping kakaknya dengan isal.


kakanya rara mengajak isal masuk dan isal menerimanya dengan senang hati.


__ADS_2