Ketulusan Hati Rara

Ketulusan Hati Rara
90


__ADS_3

Hari penentuan tinggal satu hari lagi.


Kini Rara sedang mempersiapkan diri bersama kawan2 kelas 9 lainnya.


Mereka lagi menyiapkan semua keperluan buat esok pagi.


Ada banyak juga dari kelas lain yang sedang berlatih untuk pertunjukan esok pagi.


Ada yang menyanyi, Menari, dan Lainnya.


Ini hari terakhir buat belajar dengan baik. Biar besok bisa menunjukan pertunjukan dengan bagus.


"Ra kamu gak mau mempersembahkan pertunjukan apapun besok."tanya Parhan teman sekelas Rara.


"Aku gak bisa2 apa Par, aku nonton aja."jawab Rara sambil mengangkat kursi.


"Sini biar aku bantu."Parhan mengambil alih pekerjaan Rara dan menata semuanya dengan rapih.


"Makasih."kata Rara.


Setelah selesai, Mereka semua berkumpul di Aula sekolah.


Bapak pembimbing mengumumkan tugas2 Para Murid buat besok tampil.


Semuanya bersitegang dan saling menyemangati.


Rara hanya mendengarkan semua yang di sampaikan Pak pembimbing dari awal sampai selesai.


"Uuhh kasian yang hanya menonton."ledek Mia di depan Rara.


Rara menatap Mia sambil tersenyum.


"Kita liat saja besok."jawab Rara sambil melangkah meninggalkan Mia yang melongo.


"Apa maksudnya."gumam Mia sambil Bèrpikir.


Rarra sudah mulai Berani dan melangkah keluar Sekolah dengan santainya.


prok..prok...prok...


Aldo bertepuk tangan sambil mendekati Rara.


"Hm...kayaknya ada Pemberani disini."kata Aldo sambil melangkah mengelilingi Rara.


Rara menunduk malu dan menyembunyikan senyumannya.


"Gitu dong, kali2 harus diberi pelajaran."kata Aldo sambil menggandeng tangan Rara dan melangkah pergi meninggalkan halaman sekolah.


.


.


.

__ADS_1


mereka pergi ketaman yang dulu pernah Rara dan Aldo singgahi.


"Ra, emangnya besok kamu ikutan pertunjukan."tanya Aldo kepo sambil Duduk di salah satu kursi taman.


"Kepo..deh." jawab Rara sambil menyenggol bahu Aldo.


"Ihh Aku beneran Ra."


"Kamu juga dengerkan tadi, Siapa aja yang ikutan tampil."jawab Rara.


Aldo mengangguk.


"Gimana kalo kita Nyanyi aja..?"tanya Aldo.


"Gak mau ah, Aku hanya ingin Nonton aja."jawab Rara bohong.


Sebenarnya Rara punya Kejutan buat semua Murid terutama Aldo.


"Oh, Baiklah." jawab Aldo pasrah.


Mereka melanjtkan jalan2 siangnya sampai Sore Menjelang.


"Kita Pulang sekarang Al, Hari sudah Sore."ajak Rara dan di Angguki Aldo.


"Ra, Mamih nanyain Kamu terus."kata Aldo sambil memakaikan Helm pada Rara.


"Em..Lain kali Aku main kesana."jawab Rara sambil naik dan memeluk pinggang Aldo.


"Aku mau Pulang sekarang mah, Besok juga pasti ketemu."jawab Rara sambil memeluk Aldo kuat.


"Baiklah kalo begitu Nona."jawab Aldo pasrah.


Aldo mengantarkan Rara pulang dengan selamat.


"Kamu mau Mampir dulu Al?"tanya Rara sambil mengembalikan Helm milik Al.


"Mau atuh."jawab Aldo senang.


Rara akhirnya Mengajak Aldo Mampir.


Rara masuk tanpa Mengajak Aldo.


"Ra, Aku gak dipersilahkan Masuk."kata Aldo diteras Rumah Rara.


"Biasanya juga Nyelonong."jawab Rara malas.


"Hehe.."Aldo malah ketawa.


Aldo melangkah mengikuti Langkah Kaki Rara.


Aldo duduk tanpa di persilahkan dan Rara mengambil minum dan Cemilan yang hanya Seadanya.


"Silahkan diminum Tuan." canda Rara.

__ADS_1


"Ah..makasih Nyonya...haha.."jawab Aldo sambil ketawa.


"Hahaha..."Rarapun ikut Ketawa bersama Aldo.


"Hai Adek2.."sapa Kakak Rara yang juga Baru Pulang sekolah.


"Hai Kakak2.."jawab Rara sebal.


Gimana gak sebal, Kakaknya malah membawa Adit bersamanya.


Adit menatap Aldo yang duduk bersama Rara begitu Dekatnya.


"Yuk sayang kita Gabung sama Bocah2."ajak Kakanya Rara sambik menggandeng tangan Pacarnya.


"Ih..si Adit kok malah Bengong sih." kata Kakak sambil menepuk bahu Adit.


"Oh, iya Ri."jawab Adit sambil melangkah mendekati Rara.


Rara di apit oleh kedua Cogan di Sisinya.


Rara memelototkan kedua Bola Matanya ke arah Kakaknya.


"Ape..Lo Adek durhaka.." kata Kakaknya dengan Candaan.


"Jangan gitu Sayang.."kata Pacar Kakak.


"Tuh dengerin.."kata Rara ketus.


"Wah..banyak Tamu."kata Mamah sambil ikut bergabung."Ada apa sih Kak, Dek."tanya Mamah sambil menatap Mereka satu Persatu.


"Gak papa Mah, Kakak cuman Bercanda."jawab Kak Riri.


"Em...Kalian ini."kata Mamah."Silahkan dinikmati, Walau hanya itu yang ada."suruh Mamah mempersilahkan Semuanya.


"Makasih Tante."kata Mereka secara Bersamaan.


"Wah kompak."puji Mamah.


Sedangkan Rara dia hanya bisa Pasrah dengan keadaan seperti ini.


"Mah, Besok Mamah bisa hadirkan."tanya Rara penuh harap.


"Gak bisa Dek, Mamah harus sama Kakak." cegat Kakak Riri.


Rara menatap Mamahnya mencari jawaban apa yang akan Mamahnya ambil.


"Gimana Mah?" tanya Kak Riri.


"Mamah gak akan hadir sama Acara Kelulusan Kalian. Mamah Dirumah aja. Mamah doakan Supaya Anak2 Mamah mendapatkan hasil yang bagus." jawab Mamah.


Mamah memilih jalan tengah agar Anak2nya gak akan ada yang Kecewa salah satu.


Rara dan Riri mengangguk setuju.

__ADS_1


__ADS_2