
semua murid yang masih berada di sana terutama pak guru ngeliatin rara dan aldo.
rara tak sanggup menatap mereka.rara menunduk malu ditambah kesal sama fino.
pak guru hanya geleng geleng meliat tingkah anak murid didiknya.
jam istirahat pun telah habis.perlombaan di lanjutkan lagi.
tinggal satu kelas lagi kelas 9.
mereka bertanding begitu lihainya.mungkin mereka sudah sering jadi permainannya sangat bagus.
semua bersorak sorak ria mendukung tim mereka masing masing.
rara bergerak gelisah dan meliat kesana kemari.rara gak meliat seseorang yang rara cari.rara langsung berdiri.
"alhamdulillah pusingku udah mendingan."gumam rara.
"mau kemana.?"tanya aldo dan langsung memegang tangan rara.
"gak aku mau liat kelas 9 main dari depan.sama teman teman."jawab rara bhong.
"kamu kuat."tanya fino.
"kuat kak,alhamdulillah udah mendingan."jawab rara.
"aku anter ya.."pinta fino.
"em..gak kak.aku kuat kok aku bisa sendiri."jawab fino.
fino mengangguk.fino gak mau memaksa rara.
fino takut kejadian dulu terulang.
fino meliat punggung rara sudah mulai menjauh.
rara pura pura bergabung dengan teman temannya.
rara sesekali maliat fino memastikan fino gak bakalan liat rara pergi.
"kamu udah baikan ra."tanya salah satu temannya.
"hm."jawab rara sambil terus ngeliatin fino.
"kamu liat apa."tanya temannya lagi kala meliat rara menjawab tapi tak menatapnya.
__ADS_1
"hi..enggak."jawab rara tersenyum.
rara berpamitan pada teman temannya kala meliat fino udah gak ngeliatin rara.
"aku pergi duluan ya.palaku masih sedikit pusing."
semua teman temannya mengangguk.
rara buru buru meninggalkan mereka takut fino menoleh lagi.
rara sedikit berlari sambil terus mencari orang membuat rara gak betah jauh darinya.
rara semakin gelisah tatkala orang yang dia cari gak keliatan batang hidungnya.
rara terus mencari kesemua tempat yang sering aldo kunjungi.
"taman..seperti aldo disana.."pikir rara.
rara langsung bergegas melangkah menuju taman.
"tuhkan bener.."gumam rara tatkala matanya menangkap sosok yang dicarinya.
"al...."teriak rara sambil melambaikan tangannya.
aldo berbalik dan meliat rara melambaikan tangannya.
rara langsung berlari menghampiri aldo.
tiga langkah lagi rara sampai di tempat aldo.
BRUKKK..
rara terjatuh kesandung batu.
untung aldo langsung sigap dan menangkap rara.tapi...
ini bonus buat aldo...
rara berhasil ditangkap aldo,tapi keseimbangan aldo hilang.aldo mundur seraya terus memeluk rara.
brukk..
mereka akhirnya terjatuh bersama sama.
aldo berada di bawah sementara rara di atas.
__ADS_1
mata rara terpejam tatkala merasakan benda lembut di bibirnya.
beda hal dengan aldo.aldo menatap rara kaget dan senang.aldo gak melepaskan bibirnya yang menempel pada bibir rara.
meski badannya pada sakit akibat terjatuh dan tertimpa.
aldo senang karna dikasih obat yang sangat mujarab menurut aldo.
aldo menutup mata mengikuti rara.
aldo menggerakan bibirnya supaya leboh dari menempel.
rara meremas baju aldo kuat.
ada perasaan aneh yang hinggap di hati rara.rara tak memberontak dan gak menolak.
aldo menautkan bibirnya dan memasukan bibir bawah rara supaya masuk.
rara semakin kuat meremas baju aldo.mereka saling menikmati tautan di bibir mereka.
pertama aldo memainkan bibir rara pelan pelan takut rara berontak.karna gak ada penolakan semakin lama ciuman aldo semakin menuntut.
aldo terus memainkan bibir rara yang hanya diam saja.aldo menggigit bibir bawah rara supaya terbuka.
tapi bukannya terbuka mulut rara.malah mata rara yang terbuka.
rara langsung mendorong sedikit tubuh aldo.
ciuman panas mereka berhenti.
rara terengah engah.rara menarik napas.
sementara aldo bingung harus gimana.
aldo takut kalo rara akan menjauhinya dan gak mau lagi dekat dengannya.
seluruh napasnya sudah terkumpul.rara langsung berdiri dan langsung duduk di bangku kursi taman.
aldo mengikuti rara dan duduk di samping rara.
aldo tak berani menatap rara.begitupun sebaliknya..
.
hening..
__ADS_1
.
mereka saling diam dengan pikiran masing masing.