
Rara Berjalan memasuki Ruangan yang sudah ditentukan Gurunya untuk Rara seorang.
Didalam Ruangan. Rara di sambut dengan hangat.
Rara di dandani Secantik mungkin dan di pakaikan Gaun yang sangat Cantik pula.
Setelah selesai, Rara masih gak diperbolehkan Keluar dari Sana.
Rara dikurung bersama para Guru yang menjadikan Rara untuk Pertunjukan Rahasia.
Sementara Aldo yang Sudah prustasi, Kini sedang Duduk sendiri dikursi depan Panggung paling Depan.
Gak ada satu Orangpun yang mendekati Aldo.
Satu persatu sambutan Demi sambutan sudah Selesai. Kini tinggal Semua pertunjukan yang akan Murid2 persembahkan.
Aldo gak menghiraukan satupun Dari pertunjukan Dari Teman2nya.
Meski Aldo yang berada didepan tapi Aldo seperti Menulikan dan Menutup matanya Prustasi.
Mamih dan Papihnya juga gak Aldo hiraukan karna kan Beda tempat.
Aldo hanya sibuk dengan pikirannya sendiri.
Puisi..Drama..Band...Tarian..semua pertunjukan satu persatu selesai.
Tapi Rara masih belum kunjung Datang.
Aldo berdiri hendak melangkah meninggalkan Acara.
MC juga memberitahukan kalau semua Pertunjukan sudah Selesai. Dan tinggal acara inti. Yaitu acara pembagian Raport dan memanggil Satu persatu Murid yang meraih Peringkat.
Seorang Guru melangkah menaiki Panggung dan membisikan Sesuatu pada MC.
MC mengangguk dan meminta Maaf bahwasannya ada satu lagi pertunjukan yang tertinggal.
Tapi..
Semua Murid yang Sudah terlanjur melangkah hendak Masuk tak menhiraukan perkataan MC.
Karna pembagian Raport di adakan didalam Kelas Masing2.
Mc memanggil tanpa menyebut Nama Siswi yang akan menjadi penutup Pertunjukan.
Inilah saatnya Rara keluar dari Sangkarnya.
Rara Dipakaikan penutup Kepala serta Masker.
Rara berjalan Bak Model internasional.
"Silahkan." kata Mc mempersilahkan Rara supaya maju kedepan Sedikit.
Rara menatap kedepan Panggung gak Ada satupun Murid disana kecuali para Guru yang penasaran.
Rara yang tadinya cemas jadi tenang. Karna gak Banyak Orang yang Menonton.
Rara membuka Penutup kepalanya dan Menyisakan Masker saja.
Rara mulai meliak Liukan Badannya menari Begitu lincahnya seperti penari Handal yang ada di TV2.
Dari tarian Action, Romantis, Berputar dan Lainnya.
Rara membungkukan Badannya hormat.
Semua Guru yang melihat bertepuk Tangan riuh sambil Bersorak kagum.
Murid yang sudah berada di Kelas kembali melangkah keliar berjajar di depan Panggung. Sama halnya dengan Aldo.
__ADS_1
Aldo sepertinya Tertarik dengan yang satu ini.
Aldo tergesa2 menuju depan panggung.
Rara meraih Mic yang disodorkan MC untuknya.
Rara mengucapkan sepatah 2 patah kata sebelum Benar2 meninggalkan Sekolah.
"Saya Ucapkan terima kasih kepada semua Guru2 yang sudah membimbing Saya selama 3 tahun ini. Saya minta maaf atas semua Kesalahan yang sudah kuperbuat di Sekolah ini, Yang disengaja ataupun yang gak disengaja. Semoga Semuanya diberi Kesehatan dan Kelancaran dalam Segalanya. Dan bla..bla.." Kata Rara tanpa membuka Masker yang di pakainya.
Setelah selesai Rara menunduk berterimakasih Hormat.
Semua murid menatap Siswa kecewa, Gak ada pertunjukan yang Menyenangkan.
Murid2 berbalik hendak kembali lagi.
Tapi Baru saja Melangkah Selangkah. Rara kembali bersuara Memanggil Seseorang.
Siapa lagi kalo bukan Aldo.
Aldo langsung menghentikan langkahnya bersama dengan Murid lainnya.
Aldo langsung berbalik dan menatap intens Siswi di hadapannya.
Rara mulai membuka Masker yang dipakainya dan tersenyum.
Semua Murid melongo kaget begitu juga sama Aldo.
Aldo terkesiap."Bagaimana Mungkin aku gak mengenali Suaranya." Gumam Aldo.
Aldo langsung berjalan kesamping Panggung dan naik keatas Menghampiri Rara.
Aldo memutar Tubuh Rara sambil tersenyum kagum." Ini beneran Kamu Ra.."tanya Aldo tanpa Malu.
Rar menatap Aldo malas sambil mengangguk.
Aldo segera menatap Rara seksama.
Rara melangkah kebelakang Panggung dan Mengambil sebuah Gitar.
Rara memberikan Gitar tersebut pada Aldo.
"Buat apa." tanya Aldo bingung.
"Buat nabok kamu Al." Gurau Rara."Ya buat dimainkan Dong Al." jelas Rara malas.
Aldo mengangguk mengerti.
"Ok..Dari Anneth ya." pinta Rara.
Rara kembali berdiri didepan dan mulai meliak luikan badannya kekanan kiri.
Murid2 yang mendengar Suara Gitar di petik langsung mengikuti Getakan Rara.
MUNGKIN HARI INI ESOK ATAU NANTI
Kuhampiri jalan
Yang Kita lewati
Setiap hari Kita disini
Kumenanti, Hadirmu tuk kembali
Hanya kenangan yang tersisa disini
Namun sekarang kau telah pergi
__ADS_1
Dan kuyakini kau
Takan kembali
Mungkin hari ini
Hari esok atau nanti
Berjuta memori yang terpatri
Dalam hati ini
Mungkin hari ini
Hari esok atau nanti
Tak lagi saling menyapa
Meski ku masik harapkanmu
Ku menanti, Hadirmu tuk kembali
Hanya kenangan yang tersisa disini
Namun sekarang kau telah pergi
Dan kuyakini kau takkan kembali
BACK ...
Sesungguhnya hatiku
Tak Sanggup menerima
Dan lupakan segalanya
Mungkin hari ini
Hari esok atau nanti
Berjuta memori yang terpatri
Dalam hati ini
Mungkin hari ini
Hari esok atau nanti
Tak lagi saling menyapa
Meskiku masih harapkanmu...
Meskiku masih harapkanmu...
Kurelakanmu..
Rara bernyayi dengan Suara yang merdu dan sesekali meneteskan Airmatanya.
Ada yang tersirat dalam Lagu tersebut.
Moment yang sangat Langka ini tak luput dari Mamih sama Papihnya Aldo.
Mereka mengabadikan di smartphone miliknya.
Setelah Lagu selesai. Semuanya berdiri dan bersorak2 Ria.
Aldo meletakan Gitarnya dan melangkah menghampiri Rara dengan rasa bingung.
__ADS_1
Aldo menggandeng Rara turun dari Panggung.