
04.00
rara terbangun pagi sekali.
rara merentangkan kedua tangannya dan mengucek ngucek matanya.
rara meliat jam di atas meja lampu tidur.
"baru jam empat."kata rara sembari bangkit dan membereskan tempat tidur.
rara melangkah kekamar mandi dan mencuci muka dan gosok gigi.
.
.
rara keluar dari kamar langsung kedapur.
rara mengambil air minum dan langsung meminumnya.
rara meliat liat seisi rumah masih sepi belum ada yang keluar dari kamar kamarnya.
rara bingung mau ngapain.
rara mencari peralatan bersih bersih.
"aku gak boleh ngerepotin disini."kata rara sembari mengambil sapu dan alat lainnya.
pertama rara membersihkan kamar yang ia tempati dulu.
lalu ruang tamu dan ruangan lainnya kecuali kamar kamar yang masih ditempati.
setelah menyapu semuanya.rara langsung mengepel satu persatu ruangan.
rara baru selesai mengepel kamar yang rara tempati sama ruang tamu.
rara mendengar adzan sudah berkumandang.rara menghentikan dulu pekerjaannya dan masuk ke kamar lagi.
rara masuk kekamar mandi.
"astagfirulloh."kata rara kala meliat darah sedikit di celana dalamnya.
"hm gak jadi."
__ADS_1
rara kembali lagi keluar dari kamar.
rara segera menuntaskan pekerjaan yang baru rara tinggal.
"gimana ini.mana aku gak bawa itu lagi.."gumam rara sambil mengepel."bisa bisanya aku lupa tanggal."tambah rara.
"minta bantuan aldo aja kali...."pikir rara."tapi..malu dong."tambah rara menjawab pertanyaannya sendiri."gimana dong..entar kalo rembes gimana.apalagi kalo banyak..aahhh..."rara memelintir gagang pelan kuat.
si bibi yang udah berada di dapur ngeliatin rara bingung.
"sini bibi aja yang lanjutin non."kata bibi sembari mengambilnya.bibi meliat rara dari tadi marah gak jelas pada gagang pelan.
"eh gak usah bi..dikit lagi kok."jawab rara sambil mengambil alih kembali.
"gak ah non.masa tamu malah bekerja.bibi malu sama tuan."protes bibi.
"gak papa bi aku juga malu numpang tidur doang."jawab rara dan menyelesaikan pekerjaannya.
rara langsung membersihkan peralatan yang sudah digunakan.
"bibj mau masak."tanya rara meliat bibi mengeluarkan bahan masakan dari kulkas.
"iya non."jawab bibi.
bibi hanya menaggapi dengan senyuman.
"boleh rara bantu."
"gak usah.non masuk lagi aja kekamar.istirahat lagi masih pagi."suruh bibi.
"panggil rara aja bi jangan non lagi."
bibi mengangguk.
"rara gak biasa tidur lagi bi suka pusing."
"oh..sama kayak anak bibi gitu."
mereka terus mengobrol sambil mempersilahkan rara membantunya.
mereka semakin asyik mengobrol.sesekali rara tertawa mendengar candaan bibi.
"bibi asyik juga."selang rara.
__ADS_1
"ah biasa aja non rara."
"jangan pake non bi.."peringatan rara yang entah keberapa kalinya.
"gak enak non.bibi gak biasa."
"ok lah."
mereka langsung menata masakan di atas meja makan.
"banyak ya bi."
"apanya non."
"masakannya.bibi...tiap hari selalu banyak ya."tanya rara.
bibi hanya tersenyum menanggapi rara.
"non bibi mau ke warung dulu.non mau titip sesuatu."tanya bibi
"akhirnya."batin rara.
rara mengangguk."tapi.."rara ragu mengatakannya.
"apa non."
"itu...takut gak sopan ah.rara ikut aja ya."
"gak usah sungkan non.bilang aja.lagian kan non mau sekolah.non harus mandi.liat matahari sudah memancarkan sinarnya."tunjuk bibi kearah jendela kaca.
"rara minta maaf ya bi sebelumnya."
"ya gak papa."
"beliin rara pembalut bi.rara datang bulan."
"kirain beli apaan non..bibi berangkat ya."
"uangnya bi.."
"gak usah ini aja."
rara pasrah dan mulai melangkah masuk kekamar.
__ADS_1