
jam 8 malam rara sudah tertidur pulas.
jam 8 pula rara terbangun.rara kesiangan sampai gak sholat subuh.
rara buru bangun dan langsung mandi.
keluar dari kamar mandi rara gak mendapati satu orang pun di rumah.
hah...
rara selalu gak di peduliin.tanpa meninggalkan pesan tanpa membangunkan rara.
rara langsung mengambil semua alat untuk bersih bersih.
"alhamdulillah beres."rara menarik napas lega dan duduk sebentar di kursi.
"baru barusan aku mandi sudah bau keringat lagi."rara mencium badanya sendiri.
"ah tar siang aja mandinya."rara memutuskan gak mandi sekarang.
rara menyalakan tv di ruang tamu dan memilih milih acara yang bagus dan cocok.
rara terus menggonta ganti siaran di televisi.gak ada satupun yang menarik perhatiannya.
.
.
rara memutuskan main di halaman rumahnya sambil memisahkan bunga bunga yang sudah berkwmbang biak.
__ADS_1
"aduhh kamh udah mulai berbunga.aku pindahin ya dari indukmu."rara berbicara sama bunga seolah bunganya mengerti.
"kamu kayaknya kurang asupan.kamu tumbuh kecil sekali."lagi lagi rara bebicara pada bunganya.rara langsung mengambil organik yang selalu rara gantung di sudut pagar rumah.
rara mulai menaburkan organik tersebut keseluruh tanaman yang sudah di pindah dan di bersihkan.
setiap hari rara gak lupa menyiram bunganya.
rara bersenandung sambil menabur naburkan pupuk.
"kamu harus tumbuh sehat dan berbunga cantik."rara mengelus satu tangkai bunga dahlia yang kurus.
"kamu juga harus sehat dan makan yang banyak biar badan kamu juga berisi."seseorang menyahuti ucapan rara.
rara langsung berdiri dan meliat orang yang menyahutnya.
"dari kapan kamu disini."tanya rara.
rara malu di pergoki orang bicara sama benda yang gak bisa menjawab semua omongannya.
"cepetan mandi kamu bau.mamih aku terus nanyain kamu terus.aku sudah gak ada alasan lagi."
ternyata aldo toh yang nyamperin rara.
aldo emang gentle kalo rara lagi sendiri..haha...
"ya kamu tunggu disini ya.aku gak bisa ajak kamu masuk takut fitnah."
aldo mengangguk paham dan duduk diteras rumah rara.
__ADS_1
"gak pake lama."teriak aldo.
rara gak menggubris.rara langsung masuk,mandi dan langsung berdandan secantik yang rara bisa.
rara membuka paper bag yang kemarin papahnya kasih.rara terpaku sama isinya.
"pas banget.aku gak ada baju bagus untuk sekarang.aku pakai ini aja.."rara langsung memakainya dan waaahhh super cuantikk dan pas banget di badannya.
rara memakai dress biru muda pemberian papahnya dan sepatu ket putih tas kecil warna putih dengan polesan make up seadanya lebih tepatnya cuma pake liptin metah muda sedikit.
bibir alami rara masih keliatan.rara keluar dari rumah dan mengkunci rumahnya.
"astaga.."rara menutup mulutnya dengan tangan.
rara meliat banyak ibu di halaman rumahnya.
"ada apa ibu ibu..?"tanya rara penasaran.
mereka memandang rara dan aldo bangun dari duduknya.
"kamu gak papa al..kamu sakit atau lelah nunggu aku."tanya rara sambil meraba raba seluruh badan aldo.
"aku gak papa."jawab aldo.
"kenapa kamu suruh dia nunggu di luar.."tanya salah satu ibu tetangga rara.
"ya gak di kasih minum lagi kan kasian anak ganteng jadi kehausan."tambahbibu yang satublagi.rara menepuk judatnya lupa.
meteka terus memojokan rara.rara hanya minta maaf dan menyuruh mereka bubar.
__ADS_1
"aldo maafin aku ya aku lupa."rara bicara dengan raut bersalahnya.
"gak papa.ibu ibu tadi aja yang rempong.main masuk.kirain mau nyari kamu atau mamah kamu ternyata ngerumuni aku dan tanya tanya segala."jelas aldo.rara hanya terus senyum senyum.sekali kali tettawa.