Ketulusan Hati Rara

Ketulusan Hati Rara
2


__ADS_3

"Waktunya pulangg...." kataku dengan nada ceria, Tapi sesaat wajahnya jadi murung kembali.


Kalo mengingat apa yang akan di lakukan nya setelah berada di rumah.


Tapi apalah daya aku hanya bisa pasrah


sambil jalan. Aku liat sana sini yang masih di depan sekolah.


"Mana ya." gumamku sambil celingak celinguk kesana kemari tapi gak ketemu.


Ya, Aku lagi mencari teman temanku yang sewaktu berangkat sekolah bareng.


"Mungkin sudah duluan kali ya,"


Aku jalan kaki sendiri sambil melamunkan apa yang akan terjadi setelah aku sampai rumah.


Untung saja ada Mobil bak yang lewat dan sudah saling kenal.


"Yuk naik" kata mang supir nya.


"Eh ya pak makasih"


"Ya, Ayukk sini di depan, Nemenin Bapak nyupir, Kebetulan Bapak juga mau antar barang ke kampung kamu"


"Ooh" Sambil naik dengan senyum yang merekah karna aku gak bakalan cape cape jalan kaki dan gak kesepian di jalan sendirian.


Gak kerasa udah setengah jam berlalu.


Aku sudah sampai, Aku pun turun dari mobil berbarengan sama bapak supir tadi.


"Eh pak boleh aku bantuin" sambil mendekati si Bapa.


"Emangnya kamu bakalan kuat angkat angkat yang beginian, Hah."


"Hehehe gak si pak tapi aku pengen bantu itung itung aku berterimakasih sama bapak karna udah kasih aku tumpangan."

__ADS_1


"ya gak papa, Bapa juga iklas ko gak mengharapkan sesuatu imbalanya."


"Emmm tapi pak..


Bagaimana ya aku malu mengatakanya"


"ngomong aja, Jangan sungkan"


"Kalo aku ingin meminta sesuatu dari bapak."


"Apa itu Nak..?"


"Emmm anu..itu.."


"Apasih Nak Bapak gak ngerti ahh. Kamu itu ngomongnya anu itu anu itu kan Bapak gak ngerti kamu minta apa kalo ngomong tu yang jelas dong."


"Aku minta pekerjaan pak aku bisa jadi apa ajah pak ."


"Kamu ini kalo ngomong memangnya kamu bisa jadi Samson atau Hullk gitu."


"Coba kamu angkat ini."


"Yah Bapak, Ini gimana sih, Kan ini pekerjaan laki laki pak, Mana aku bisa pak."


"Tadi katanya kamu bisa melakukan apa saja."


"Yah gak gitu juga maksud ku. Pekerjaan perempuan pak"


"Tapi kamu bekerja bagaimana Nak kan kamu masih Sekolah Nak."


"Yah aku bekerjanya sepulang sekolah ajah sampe jam 5 pak, Boleh ya pak"


"Emm emangnya buat apa kamu bekerja Nak. Kan kamu masih punya Orangtua Nak."


"Emm aku pengen mandiri ajjah pak."

__ADS_1


"Memang nya Mama mu gak akan marah kalo kamu pulang telat karna bekerja dulu ?"


"Ya gak mungkin lah pak, Mana ada Orangtua marah karna anaknya pengen mandiri."


Emang itu kenyataan nya Mamaku gak pernah perhatiin aku sama sekali. Aku mau gimana gimana juga gak akan peduli. Toh dia cuman mentingin Kakakku daripada aku.


Yang di inginin Mama cuman tenaga aku buat semua pekerjaan rumah saja. Dalam lamunanku sambil menangis.


Untung saja si Bapak nya gak liat jadi gak curiga.


"Tuhkan malah ngelamun, Takut di marahin ya ?"


"Ih gak kok pak aku lagi mikirin aja kalo aku udah bekerja dan dapat penghasilan sendiri, Ahhh senengnya mau apa apa aja gak susah gak perlu terus meminta gitu ma ortu pak." Tapi boong dalam hatiku.


"Kamu memang anak baik Nak. Anak pintar, Bapak bangga sama kamu. Dan Bapak ijinin kamu bekerja tapi di grosir ya kamu jadi tukang ngelayanin pelanggan ya."


Ya bapak ini punya banyak toko salah satunya grosir yang akan aku tempati bekerja entar kalo abis pulang sekolah.


Tempatnya juga gak jauh dari tempat sekolah aku sekarang.


Jadi gak terlalu ribet aku setelah pulang sekolah.


Taadi Bapak bukanya gak punya para pekerja karna supir yang selalu anter anterin barang lagi gak enak badan jadi gak bekerja untuk sementara sampai dia sembuh. Jadi bapak ini sendiri yang nganterin nya.


"Ya pak makasihh banyak pak aku seneng banget dehh "


"Ya Nak sama sama. Bapak juga seneng bisa bantu orang."


"Ya pak aku pamit dulu. Takut Ibuku udah nyariin aku, Sekali lagi makasih ya pak."


"Ya sama sama, Jangan lupa besok harus bawa ganti ya bapak gak mau liat kamu bekerja pake seragam, Entar apa kata orang kalo tau kamu masih anak anak udah di suruh bekerja."


"Ya pak, Assalamualaikum pak," Sambil menyodorkan tangan untuk salim.


"Waalaikum salam nak."

__ADS_1


__ADS_2