Ketulusan Hati Rara

Ketulusan Hati Rara
79


__ADS_3

hari pembagian raport semerter satu sudah tertempal di mading sekolah.


gak ada perayaan sama sekali hanya pembagian raport biasa dan di mading bukan hanya tanggal pembagian raport saja.


di sana juga sudah di umumkan tanggal kapan libur dan kapan masuk sekolah lagi.


semua murid antusias senang,hampir semua bersorak dan ada juga yang saling peluk sama temannya ada juga yang jingkrak jingkrak.


beda dengan rara dan aldo.mereka saling menatap sedih.


bagaimna tidak,libur sekolah sangatlah lama sampai 2 minggu.


aldo dan rara melangkah setelah puas membaca isi pengumuman.


"ra,kita bakalan lama gak ketemu.."kata aldo bersandar di dinding tembok sekolah.


"bagus al,aku bisa kerja seharian.."jawab rara.


meski dalam hatinya ada sedikit kehilangan.tapi,rara gak mempermasalahkan itu semua.


aldo segera menolah gak suka jawaban rara.


"kamu biasa aja...?"kayaknya kamu senang libur panjang."kata aldo kecewa.


"senang dong.ntar kalo aku kerja dari pagi gaji aku naik al."jelas rara.beda dengan hatinya.hati rara menolak semua ucapannya.tapi semuanya rara sembunyikan dengan senyum manisnya.


"kapan ra kamu mau buka hatimu untukku."batin aldo.


"tapi aku gak bisa lama lama gak ketemu kamu..?"kata aldo sambil menggenggam tangan rara.


"biasanya juga kamu main datang aja kerumah."jawab rara santay.


"haha..aku lupa ra."aldo ketwa mengingat kebodohannya.


"makanya pikir dulu."cela rara.


aldo malah tersenyum.


aldo menarik tangan rara dan berjalan bersama mengelilingi sekolah.


"ra.."


"hm."


"kamu jadi ikut liburankan sama keluargaku."


rara menggeleng pelan.antara mau dan tidak.


aldo berhenti dan menoleh menatap rara."kenapa..?"

__ADS_1


"gak papa..lain kali aja.."


"pliiss ra."


rara tetap menggeleng.


"ya udah kalo gitu aku juga gak ikut."ksta aldo cemberut.


"ehh gak boleh gitu."


"makanya kamu ikut."


"aku gak bisa al,aku harus kerja."


"memangnya gak libur kalo taun baru."


rara menggeleng.


aldo menghela napas pasrah dan melanjutkan perjalanan mereka.


mereka berhenti di kelasnya.


mereka masuk bersama dan mengambil tas mereka masing masing.


"yuk pulang."ajak aldo.


dipertengahan perjalanan aldo memberhentikan motornya.


"ra aku lupa,apa kamu gak kerja..?"


"gak.besok aja kalo udah libur sekolah."


"ok.besok setelah pembagian raport kamu pulang ikut aku dulu kerumah ya."


rara mengangguk dan aldo melanjutkan perjalanannya.


"makasih al."kata rara dan turun.


mereka sudah sampai di lingkungan rara.


"ok.jangan lupa besok ikut aku dulu."jawab aldi.


"ya.bye."kata rara dan melambaikan tangannya kala aldo mulai pergi.


rara masuk kegang gang dan sampailah di depan rumahnya.


rara masuk kerumah dan mulailah rutinitas biasa.


dari mengganti baju dan membereskan rumah.

__ADS_1


rara mulai memejamkan matanya kala pekerjaan rumahnya sudah selesai.


sore hari rara terbangun dan mulai melangkah keluar dari kamarnya.


"dek."seru kaka rara.


"ya ka."jawab rara.


"tadi temen kakak katanya naksir sama kamu.."


"ah kakak jangan bercanda.mana ada orang yang suka sama aku."


"ih beneran dek."


"emangnya yang mana."tanya rara penasaran.


"aditya,kamu masih ingat."


"masa rara lupa."


"tuhkan kamu juga sama gak bisa lupain adit."jawab kakaknya salah arti.


"eh bukan itu kak maksudku."


"ah biasa aja dek jangan malu.kamu mending sama adit dek dari pada sama isal atau temen kamu itu."


"siapa kak aku gak punya pacar dan gak deket sama siapapun."


"tapi semua yang deket sama kamu suka sama kamu dek.kamu harus tahu itu."


"ya aku tahu.."


"hah,kamu tahu.terus kamu gimana.."


"ya gak gimana gimana kak aku anggap mereka semua teman."


"dek,kamu jangan gitu.kasian mereka,kamu jangan kasih mereka harapan lebih."


"ya gak kak.aku.."belum sempat rara membela sudah dipotong lagi sama kknya.


"dek,kakak harap kamu mau sama adit.dia orangnya baik dan mapan,dia udah merintis semua usahanya sendiri."


rara menggeleng dan melangkah pergi kedapur.


"dek jangan lupa saran kakak."teriak kaka rara.


"lebih baik aku masak dari pada mikir gituan."gumam rara.


rara mulai mengeluarkan semua bahan bahan dan mulai mengiris dan mencuci lalu masak.

__ADS_1


__ADS_2