
#2 tahun berlalu#
kini rara mulai masuk sekolah setelah libur semerter satu kelas 9 SMP.
sekarang rara tinggal di kelas 9A.sementara aldo di klas 9C.
gak ada satu temanpun dari kelas rara sevelumnya.
kecuali...
temen yang selalu mengejek rara.
setengah sementer yang lalu rara selalu di ejek yang tidak tidak sama mia.
tapi ada yang ngejek ada juga yang membela.
rara bersyukur gak semuanya gak menyukai rara.
seperti saat ini,rara dikerjain sama mia.
kursi yang akan rara duduki di tarik kebelakang.
alhasil rara terjengkang dan semua murid tertawa riang.
rara bangkit dan segera melangkah keluar kelas.
diluar rara bertabrakan dengan seseorang yang selalu ada buat rara.
brruukkk...
rara kembali terjatuh dan langsung terisak.
"hiks..hiks..."
"ra..rara..kamu kenapa..?"tanya aldo mengguncang bahu rara.
rara mendongak dan langsung memeluk aldo.
aldo membangunkan rara dan membawa rara kekelasnya.
aldo mendudukan rara dan mengusap punggung rara.
"kenapa..?"tanya aldo.
rara menggeleng.
"udah,jangan nangis lagi ya,jadi jelek."kata aldo menenangkan.
__ADS_1
rara mengangguk dan berdiri.
"mau kemana..?"tanya aldo kala melihat rara berdiri.
"aku mau kekelas lagi."
"oh.aku anter ya."
rara mengangguk dan mulai melangkah diikuti aldo di belakang.
aldo mengantar rara sampai masuk dan memastikan rara baik baik dulu.
setelah rara duduk aldo baru melangkah pergi.
"uuhh ada yang ngadu sama pangerannya.."ledek mia.
"dasar centil gak tau malu."tambah yang lainnya.
rara hanya mendengarkan semua ejekan yang mereka lontarkan.
"biarkan mereka semua puas dulu.entar juga mereka diam."kata seseorang yang duduk di samping rara.
rara menoleh dan mengangguk dengan tersenyum.
"kamu sabar ya."katanya lagi.
pelajaran di mulai dan ini membuat rara lega kala guru masuk.
semua yang ngeledekin rara langsung diam kala guru masuk.
rara bisa bernapas lega.
pelajaran dimulai dengan tenang dan tentram.
sesekali guru memberi pertanyaan untuk siapa yang bisa jawab.
tapi bukannya murid murid jawab mereka malah langsung menunjuk rara tanpa mau menjawab pertanyaan dari sang guru.
setiap pertanyaan selalu begitu.rara sudah biasa diperlakukan begitu.
kala rara gak bisa jawab semua murid menyorakin rara.tapi,kalo rara bisa bukan pujian pula yang rara terima.malah gunyjingan gunyjingan yang menyesakakan.
peringkat yang rara peroleh itu hanya menambahkan ejekan dan hinaan dari teman teman yang gak menyukai rara.
meski semuanya memang hasil kerja keras rara tapi teman temannya gak percaya sepenuhnya.
triiingg..
__ADS_1
bel istirahat berbunyi.
"kasiiiannn."kata mia sambil mendekati rara.
mia langsung menjambak rambut rara dari belakang.
"aw..sakit mia."kata rara sambil memegang rambutnya.
kawan kawan mia datang.naina dan risma melihat mia lagi menarik rambut rara langsung mendekat.
naina dan risma gak sekelas juga dengan mia.naina dan risma di kelas 9B.
naina langsung menghentikan aksi mia.
tapi mia gak terima.mia malah memperkuat tarikannya.
"lepasin..."teriak seseorang kala melihat pemandangan yang menyayat hatinya.
mia langsung menoleh.
"lepasin gak.."teriaknya lagi.
mia langsung melepaskan tangannya dari rambut rara.
orang itu mendekat dan langsung mengelus rambut rara.
"sakit ya..?"tanyanya.
rara mengangguk sambil terisak.
"yuk kita keluar."
rara mengangguk lagi.
"apa bagusnya dia sih al.dia cuman banggain nilainya doang..?"tanyanya penasaran.
aldo melirik mia sinis.
dengan tatapan yang tajam aldo melangkah keluar kelas sambil menggandeng rara.
"cih dasar.liat aja lo bisa dapetin semua incaran gue,tapi liat suatu saat.lo pasti bakalan nyesel."kata mia.
naina dan risma hanya menatap mia kasian dan juga berharap.
mereka berharap mia supaya bisa baikan sama rara.
naina dan risma menginginkan keutuhan persahaban mereka kayak dulu lagi.
__ADS_1