
"emang rara anak manja dari dulu."mamah rara memberi tahu.
"papah lama di sini.papah nginapkan."tanya rara.
"gak besok papah berangkat lagi.papah hanya kangen sama anak anak papah,apalagi sama yang manja ini."lagi lagi papahnya rara mencubit pipi rara gemas dan sayang.
"malam ini nginepkan disini."tanya rara lagi.
"gak papah nginep di rumah temen papah."rara cemberut.
"lain kali papah nginep disini.sekarang papah udah ada janji sama temen."jelas papahnya rara.
rara hanya mengangguk pasrah.
"kamu mau minta apa sama papah.insya alloh papa beliin."tanya papah rara.
"enggak rara gak butuh apa apa."
"beneran.apa rara gak mau minta motor juga kayak kakak kamu."tanyanya.
"gak rara..."belum sempat mengucapkan semuanya mamahnya udah menengahi.
"rara gak perlu motor.tiap hari berangkat sekolah ada yang nganter dan pulang ada yang yang ngantetin juga."
"wah..anak papah udah punya pacar."tanya papahnya.
"bukan pah bukan pacar temen sekelas dan.."rara gak jadi menyebut temen kerja meliat pelototan mamahnya.
"temen apa temen."goda papahnya.
"temen pah beneran temen."jelas rara
"ah gak mungkin temen segitunya."godanya lago.
"kalo papa gak percaya ter serah."rara cemberut lagi.
"masa ketemu papah udah lama malah cemberut terus."
__ADS_1
rara langsung memperlihatkan senyumannya.
rara pamit untuk kedapur sebentar.sepeninggalan rara mereka mengobrol.
dari dapur rara mendengar namanya terus di sebut.ternyata kakaknya yang dari tadi diam sekarang sedang menceritakannya.
beberapa menit berlalu rara membawa semua masakannya dan di hidangkan di depan anggota keluarganya.
rara bolak balik mengambil semuanya tanpa ada yang membantu.
"silahkan dinikmati mih,pah."rara mempersilahkan mereka makan masakan rara.
"kamu bisa masak ra.."tanya mamih tirinya.
"ya mih.cobain."tawar rara.
mereka mulai menyedok satu persatu masakan rara.
"kakak enak masakan kakak."akhirnya adik tirinya rara bersuara selama dari tadi hanya diam memperhatikan.
"makasih."jawab rara.
mereka mengacungkan jempol bersama sama.rara bahagia mereka suka masakan rara.
rara terus meliat mereka lahap makan masakannya.
"aku udah kenyang kak."
"sini kita cuci tangan."rara mengajak adik tirinya cuci tangan ke kamar mandi.
rara membawa air kedalam mangkok besar dan di bawa ke ruang tamu.
"kaka buat apa airnya."tanya adiknya.
"buat mamih sama papih kamu cuci tangan.
"oh."
__ADS_1
"kamu gemesin deh."kata rara.adiknya hanya tersenyum.
rara menyodorkan air untuk cuci tangan dan adiiknya duduk di pangkuan rara.
"nara sayang gak boleh gitu kasian kakak kamu berat."cegah mamihnya.
adik rara namanya rara usianya baru 5 tahun jadi masih sangat lucu dan menggemaskan.
"gak papa mih.adek juga menggemaskan aki suka."jawab rara.nara melirik kakaknya dan tersenyum manis.
"adek kamu sama seperti kamu manja.bedanya dia sedikit usil."jelas papahnya.
"ih gemes.."rara mencubit hidung adiknya.
rara dan keluarganya terus mengobrol sampai sore hari.
"papah pamit ya.terimakasih kamu sudah masakin buat kami."
rara mencium tangan mereka sebelum mereka pergi.
"anak cantik jangan suka usil ya nanti teman temannya pergi."kata rara sambil mencium seluruh wajah adiknya.
"ok kakak."adiknya menjawab sambil menggunakan jarinya.
"kami pamit.assalamualaikum."
mereka semua pergi dan rara masuk.
hah..
rara mearik napasnya pasrah.mau gak mau rara harus membereskan semuanya sebelum di marahi mamahnya.
.
.
semuanya beres tepat waktu magrib datang.
__ADS_1
rara langsung membersihkan badan dan sekalian berwudlu.