Ketulusan Hati Rara

Ketulusan Hati Rara
48


__ADS_3

mereka sudah berada di jalan tempat aldo nunda motornya.dari tadi aldo terus ngomel kejadian tadi.


"emang tetangga kamu gitu semua..?"tanya aldo.


"duduk dulu sini."seru rara.aldo duduk samping rara dan sambil berbalik menatap rara.


"gitu gimana do.."tanya rara.


"ya gitu.main masuk aja.terus langsung maen duduk duduk lagi,yang lebih parahnya mereka cubit cubit,pegang pegang lagi.kan risih.jadi takut ..."aldo bergidik ngeri.


rara cekikikan sambil ngebayangin."hihi.."


"kenapa malah ketawa..kamu sengaja ya gak kasih tau."selidik aldo.


"eh maaf al.aku lagi bayangin kamu tadi,wah menang banyak ibu ibu tadi al."jawab rara sambil pura pura bayangin.


"maksud kamu."tanya aldo gak ngerti.


"ya mereka bisa pegang kamu,cubit kamu,ah..jangan jangan ada yang cium kamu,wa...ohok ohok...aduh."


"makanya jangan bayangin yang bukan bukan,jadi gitukan."


"abisnya lucu aja.apalagi kalo aku liat langsung seru kayaknya."


"ya awas saja kalo kamu ada tapi cuman jadi penonton.akan aku..."aldo mikir sebelum melanjutkan.


"apa..?"tanya rara.


"balas lah."jawab aldo"cium."batin aldo menambahi.


.


"ra aku jadi takut nungguin kamu di rumah kamu."jelas aldo.


"makannya aku suruh kamu nunggu disini."jawab rara


"jadi ibu ibu tadi emang kaya gitu."tanya aldo menatap rara.


rara berbalik menatap aldo."ya gak tau, mereka mungkin baru liat cowo ganteng masuk kampung sini."jelas rara mengendikan bahunya.

__ADS_1


"jadi aku ganteng ra."tanya aldo meleber.


"kata siapa..?"rara bingung harus jawab apa.


"ka.."belum sempat aldo selesai bicara,ada suara menghentikan obrolan mereka.


aldo merogoh kantong celananya.ternyata suara handphone aldo.


"bentar ra,mamih nelpon."aldo mengangkat handphone langsung.


"hallo mih.."kata aldo.rara hanya geleng geleng.bukannya salam langsung hallo aja.


"....."


"masih di tempat rara mih."jawab aldo.


"...."


"ini juga udah sama rara mih."jawab aldo lagi.


"...."


"iya iya.sekarang aldo berangkat.sabar dong,kayak gak pernah muda aja mamih."


"....."


"aldo gak boleh gitu.gak sopan maen mati aja."gerutu rara.


"katanya kita harus cepet cepet.aku kesel ra aku masih mau ngobrol sama kamu."kata aldo sembari memakaikan helm rara.


"kan entar kita bisa ngobrol lagi kalo udah sampai.em..di motor juga bisa."jawab rara sambil berdiri mengikuti aldo.


aldo langsung naik dan menghidupkan motornya.


"tunggu ra jangan naik dulu."seru aldo.


"kenapa..?"tanya rara heran.


"muter."aldo meraih tangan rara dan menyuruh rara muter.

__ADS_1


rara mengikuti perintah aldo.rara muter sampe 3 kali puteran.


"pusing al..berat lagi ni helm."rara memegangi kepalanya berat.


"maaf ra."


"hah..emangnya ada apa sih."tanya rara.


"aku baru nyadar kalo cantik banget ra.pas banget lagi bajunya.ya iyalah kan baju dia pasti pas dong.dasar kamu mikir apa aldo aldo..."aldo menggerutu dalam hati.


"heeeyy..."rara melambaikan tangannya di depan muka aldo."al.aldo..."rara sedikit berteriak di samping telinga aldo.


"eh iya ra.ayo naik."suruh aldo.


"hah.gak jelas kamu aldo.tadi suruh mutet muter jangan dulu naik.sekarang gak kasih aku jawaban disuruh langsung naik begitu saja."dumel rara.


"sudah jangan banyak komentar,lagian kalo aku jawab jujur kamu pasti marah."jawab aldo.


rara naik dengan sebelah tangannya di pegang aldo.sudah di atas motor tangan rara selalu di arahkan ke pinggang aldo.rara suadh terbiasa dengan itu.


baru saja aldo mau melajukan motornya,handphonenya sudah betdering kembali.


aldo mengangkat hpnya dulu.


"iya mih ini lagi di jalan."kata aldo langsung tanpa mendengar pertanyaan mamihnya dullu.


"tut."dan aldo langsung mematikan sepihak.


"kebiasaan kamu."rara mencubit perut aldo.


"ah..sakit ra."aduh aldo.


"makannya jangan maen cerocos dan matiin sepihak."


"hem."aldo menjawab hanya berdehem.


aldo muali melajukan motornya.


mereka menyisir jalanan tanpa hambatan dan tanpa obrolan yang rara tadi katakan.

__ADS_1


mereka hanya menikmati udara segar tanpa bicara.rara terus memeluk aldo dari belakang sambil senyum senyum menikmati hawa di pagi hari menjelang siang.begitupun dengan aldo,dia gak sedikitpun merubah posisi bibirnya tersenyum.


aldo bersukur sekarang rara sudah tetbiasa.


__ADS_2