Ketulusan Hati Rara

Ketulusan Hati Rara
104


__ADS_3

Rara sudah terlelap di atas pangkuan Aldo.


"Lelah banget yah, Aku kasihan sama Kamu Ra, Kurangnya perhatian dan Kasih Sayang untukmu. Aku gak tega jika suatu saat mengharuskan Aku buat ninggalin Kamu Ra. Maaf selalu buat Kamu sedih." gumam Aldo sambil terus membelai Wajah Rara yang tertidur pulas.


Perlahan lahan Aldo mengangkat sedikit tubuh Rara supaya Rara gak terusik dari tidur nyenyaknya.


Aldo memangku Rara sampai kedalam Kamar milik Rara dan membaringkannya.


"Aku gak tega kalau harus ninggalin Rara sendiri disini." gumam Aldo sambil menyelimuti setengah tubuh Rara.


Aldo langsung bangkit dan melangkah keluar Kamar.


"Hallo mih.."


....


"Kayaknya Aldo gak akan pulang Mih, Kasian Rara kalo setiap malam harus sendirian."


....


"Gak bakalan Mih, Aldo juga tau kok."


....


"Ya Mih. Aldo tau Aldo sudah dewasa."


....


"Ya ampun Mih... Terjadi juga kan Aldo Laki laki normal Mih."


....


Tut...


Aldo langsung mematikan Panggilannya.

__ADS_1


"Mamih ... Ada ada aja. Sampe pengang ni telinga dengerin Ocehan Mamih."


Aldo langsung duduk didepan sambil menikmati udara sore yang sedikit gelap.


"Eh ada Nak Aldo... Udah lama disini Nak ?" tanya tetangga sebelah Rumah Rara.


Aldo berbalik."Lumayan Bu." jawab Aldo dengan Senyuman.


Aldo berjalan di halaman depan Rumah Rara dengan kedua tangan didalam Saku celana.


"Kalian Pacaran... Ah pasti pacaran. Ibu lihat kalian dekat banget." tanya dan Jawab sendiri si Ibu.


Aldo menatap sang Ibu dan tersenyum sambil mengangguk.


"Udah lama ?"


Aldo menatap heran pada Ibu satu ini.


Kepo... itulah didalam pikiran Aldo saat ini.


"Gak boleh dibiarin. Aku harus langsung lapor sama ibunya Mia."


Ibu itu langsung melangkah pergi menjauh dari Rumah sendiri.


Bukannya harus lapor tuh ke Pak Rt yah...


Kayaknya ada sesuatu nih...


Aldo langsung membaringkan badannya di atas Sopa Ruang tamu.


Aldo menggukanan kedua Tangannya untuk bantalan. Sesekali juga Aldo kibaskan karena kesemutan.


Tok...tok...


Pintu Rumah Rara di ketok begitu kencang dari Luar.

__ADS_1


Terdengar juga suara banyak Orang dari arah luar tersebut.


"Siapa ya, Apa Rara punya tamu ?" batin Aldo bertanya tanya.


Aldo langsung bangkit sebelum Rara terusik dan bangun.


"Ada apa ya.... Bbbuu"


Aldo melongo melihat begitu banyak Orang diluaran sana.


"Ibu, Bapak ada apa ya ? Apa ada keperluan sama Rara." tanya Aldo menatap bingung pada mereka.


"Apa kamu sendiri disini ?" tanya Pak Rt.


"Eng... enggak Pak, Aku disini sama Rara dan Bibi.." jawab Aldo berbohong.


Bohong dikit gak papa kan...


"Ah bohong Pak, Aku liat tadi Dia sendirian disini.." kali ini Ibu yang tadi yang kepo tanya tanya.


Aldo menatap Ibu itu dan tersenyum.


"Pak memang Sekarang Aku cuman Sendiri. Bukan tepatnya hanya berdua sama Rara. Tapi, Aku lagi nunggu Bibi datang." jelas Aldo.


"Ah bohong... Bohong.. Kita geledah aja. Kita ini... Kita itu..." Ibu ibu dan Bapak bapak mulai ricuh/rusuh.


"Diam.. Kita dengerin dulu Aldo. Dan kita tunggu sampai Bibi yang di maksud Aldo datang." Pak Rt melerai mereka yang ingin bertindak semena mena.


Aldo mempersilahkan Semuanya masuk.


"Silahkan Bu, Pak. Tapi Aldo mohon jangan berisik kasian Rara baru tidur."


Pak Rt mengangguk. Berbeda dengan Ibu-ibu, mereka malah terus berisik saling berbisik-bisik.


Sambil menunggu Aldo menjamu meski hanya dengan Air putih saja.

__ADS_1


__ADS_2