
Semakin hari, Rara semakin Murung dan gak pernah sekalipun untuk mendaftar Sekolah tingkat selanjutnya.
Rara hanya menyibukan dirinya sendiri diRumah dan sesekali pergi untuk Bekerja.
Seperti Sekarang, Rara hanya diam Diri diKamar tanpa Keluar. Apalagi buat beres2 Rumah.
Rara hanya terus meratapi Dirinya sendiri yang kecewa amat besar dengan kehidupannya.
Kak Riri Seminggu sekali Menengok sang Adik keRumah.
Sesekali juga Kak Riri menasehati Rara supaya melanjutkan pendidikannya dan jangan berlarut larut dalam kesedihan.
"Kenapa semuanya meninggalkan Aku." batin Rara lirih.
Seluruh badan Rara menciut. Rara kelihatan sangat kurus tak terawat.
Kantung mata Hitam dan Sembab. Rara sudah seperti mayat hidup.
...
Keesokan Paginya Rara sudah Rapi dengan dengan pakaian yang biasa.
Rara bermaksud ingin berangkat bekerja.
Rara segera mengunci pintu dan melangkah dengan lunglai.
"Semangat Ra, Jangan terus terpuruk." batin Rara menyemangati.
"Ra.." teriak Seseorang.
Rara berbalik mencari tahu."Iya Al, Ada apa?" tanya Rara biasa aja.
Perhatian dan pengertian yang Aldo berikan sekarang gak berguna buat Rara.
Kadang Aldo ingin mundur dan menyerah dengan keadaan sekarang.
Tapi Aldo yakin. Suatu saat, Rara akan berubah seperti dulu lagi.
"Kamu mau kemana?"
"Aku ingin kerja hari ini!"
"Aku antar ya."
"Hm."
Aldo menatap sendu pada Rara yang makin Kurus dan tak bersemangat.
Rara hanya menyibukan dirinya demi menghilangkan pikiran yang berkecamuk.
"Ra..." panggil Aldo seraya meraih kedua Tangan Rara.
"Ya Al."
__ADS_1
"Sudahlah jangan terus terusan bersedih. Aku hawatir sama kesehatan Kamu Sayang."
"Kamu tenang aja Al, Aku baik baik aja."
Aldo menghela napas pasrah.
"Bersedih boleh Ra. Tapi jangan lama lama. Lihat sekarang Badan Kamu, Perhatikan dirimu Ra, Jangan mikirin yang mustahil."
Rara menatap Aldo sedih. Mata Rara mulai berkaca kaca.
"Hiks...Al, Kenapa semuanya ninggalin Aku. Semua Orang yang Aku sayangi menjauh dariku Al." Rara langsung menangis.
Air mata bercucuran begitu banyaknya. Aldo langsung mendekap Rara dalam pelukannya.
"Sudah sabar Ra, Kamu harus Kuat. Mereka gak meninggalkanmu Ra, Mereka hanya menguji kesabaran dan kekuatan Kamu."
"Tapi Al..."
"Stt... Sudah jangan bersedih lagi. Kamu masih punya Aku, Mamih dan Papih. Kamu jangan mikir yang Enggak enggak."
Aldo mengelus Rambut Rara sayang.
"Ingat Ra, Semuanya gak ada yang kekal didunia Ini. Kamu hanya harus Sabar dan tawakal padanya. Jangan lupa berdoa, Jangan biarkan dirimu masuk kejalan yang salah karna semua masalah menhampirimu. Kamu harus jadikan itu kekuatan untuk masa depanmu." kata Aldo panjang kali Lebar.
Rara mengangguk dan mulai tenang.
"Gimana..Kamu mau lanjut Kerja?" tanya Aldo.
"Gak jadi. Aku mau daftar Sekolah aja." Jawab Rara sambil menyeka Air matanya.
Rara mengikuti Aldo dan Aldo lngsung melajukan Motornya kesekolahan yang Baru.
...
...
"Ini sekolah Kamu Al?" tanya Rara takjub.
"Bukan, Aku hanya Murid disekolah ini." jawab Aldo dengan candaan.
Rara menatap Aldo malas.
"Maksudku Sekolah tempat Kamu menimba Ilmu Aldo..." jelas Rara kesal.
"Kalo gitu Aku ngerti." jawab Aldo." Yuk masuk, Kita langsung keruang Kepala.." Ajak Aldo sambil melangkah.
Rara tak sedikitpun memindahkan Kakinya untuk mengikuti Aldo.
Aldo langsung menghentikan Langkahnya dan berbalik menatap Rara.
"Ayok.. Katanya mau Sekolah."
"Aku... Aku gak bawa persyaratan Al."
__ADS_1
"Gak usah, Kamu tinggal masuk aja."
"Maksudnya.."
"Ayok.. Jangan lama, Nanti juga Kamu tahu Sendiri." Kata Aldo menarik tangan Rara.
Rara dan Aldo memasuki Sekolah yang lumayan sudah Ramai Siswa/Siswi sekolah ini.
"Al Aku malu.."
"Jangan malu, Sini kalo malu ngumpet diketiak Aku. Haha..." jawab Aldo bercanda.
"Ish Al, Aku beneran."
" Siapa yang bikin Kamu malu, Tunjukin Akan Aku Cium mereka."
Rara langsung menghentikan langkahnya kala mendengar jawaban Aldo.
"Kenapa malah berhenti sih Ra."
"Apa Kamu bilang tadi, Cium.. Kamu suka Cium cium Siswa cewe sini." tanya Rara sambil menatap tajam Aldo.
"Hah.. Berhasil. Maafin Aku Ra, Aku ingin Kamu kembali." batin Aldo.
"Kata Siapa, Aku gak bilang gitu."
"Itu tadi Kamu Bilang.. Mana Akan Kucium Mereka."
"O..Iya. Aku gak merasa tuh." jawab Aldo biasa.
"Jangan berani berani ya Al.." ancam Rara.
Aldo makin menyeringai." Semoga Rara cepat kembali seperti dulu."
"Asal Kamu mau berubah." jawab Aldo sambil menatap intens Rara.
Rara langsung menundukan kepalanya malu.
Semua Siswa/Siswi yang sudah datang. Melihat interaksi antara Rara dan Aldo heran.
Sesekali mereka menutup mulutnya ketika Aldo tersenyum. Dan menatap kesal pada Rara.
Aldo selalu jadi Rebutan para Siswi yang melihatnya.
Kali ini Saingan Siswi disana bertambah satu, Yakni Rara.
Mereka menatap Rara sebal dan kesal.
Bagaimana tidak, Mereka yang sudah lama disekolah ini kalah sama Anak baru.
Mereka kira Rara dulu gak bersekolah ditempat yang sama dengan Aldo.
Ci imut Rara...
__ADS_1