Ketulusan Hati Rara

Ketulusan Hati Rara
5


__ADS_3

Aku bangun pagi sekali.


Kenapa ??


Karna aku mau ngaji lagi karna sudah waktu subuh.


Aku langsung ke Mesjid untuk melaksanakan sholat dan menruskan dengan ngaji.


***


"Assalamualaikum."


"Wa alaikum salam." Mamah dan Kakaku menjawab.


Ternyata Kakaku sudah sampai duluan kerumah.


Aku bergegas ngambil handuk dan mandi setelah itu aku masak dulu untuk kita semua dan langsung sarapan.


Setelah beres makan, aku membereskan semuanya dan mencucinya.


"Untung tadi gak pake baju seragam, kalo pake baju seragam, Aku bisa bau bawang dan segala macem seperti ini." Aku berkata sendiri di dalam kamarku sendiri.


"Kalo gini caranya, aku harus mandi lagi, apa kata dunia kalo aku bau acem pergi ke sekolah! kan malu." Lagi lagi aku merutuki diriku sendiri.


Aku langsung mandi lagi. walau hanya sebilas yang penting gak bau keringat dan segala macam.


Setelah itu, aku langsung pakai seragam dan kelur dari kamar.


"Assalamualaikum Mah! aku berangkat dulu ya Mah." Kataku sambil menyalami tangan Mamahku.

__ADS_1


"Ya wa alaikum salam, Dan ini uang jajanmu harus cukup buat seminggu." Mamah menyodorkan uang 15000 kepadaku.


"Ya makasih Mah," Aku menerima uang itu dan saking bahagianya, aku di kasih uang segitu aku sampe mau peluk Mamahku, tapi keburu Mamahku berujar...


"Cepet sana! nanti kesiangan, keburu teman temanmu pergi berangkat, karna kamu kelamaan."


"Ya mah."


Aku berangkat dengan wajah lesu.


"Kenapa Mamah selalu gitu, selalu menghindar kalo aku mau peluk Mamah, tapi ahhh biarkan saja, mungkin lain kali Mamah bisa berinisiatip terlebih dahulu..amiinnn." Aku pun menyemangati diriku sendiri sambil terus berjalan.


Ternyata temanku udah mengikutiku di belakang, karna aku gak menyadari kalo temanku masih nungguin aku.


Mereka terus melihat wajahku yang sangat menyedihkan.


"Eh ra! kamu kenapa? wajahmu ditekuk begitu..?" Tanya Risma.


Aku terkejut, salah satu temanku bertanya padaku.


Aku terkejut bukan main karna aku gak menyadari mereka di dekatku.


"Ahh mungkin ini karna aku tadi terus melamun dan bergumam karna kejadian tadi." Lagi lagi aku melamun.


"Ihh kamu ini! di tanya malah ngelamun." Tambah Risma.


"Kenapa sih? kamu itu dari tadi melamun terus, sambil baca mantra lagi, aku jadi takut.." Mia menambahkan.


"Ihh apaan sih kamu? siapa yang baca mantra! aku tadi lagi mikir gak tau nya yang ada di pikiran aku keluar tanpa sadar aku bicara sendiri."

__ADS_1


"Ohh kirain lagi jampi jampi orang ." Kata Mia


"Ya enggak lah, masa aku melakukan kaya gitu sih."


"Ya juga sih, eh tapi tadi lo bilang lagi mikir, Emang mikirin apaan sih?"


Lagi lagi Mia yang cerewet.


"Emm gak, aku gak lagi mikirin apa apa kok. Cuman hal biasa." Aku berbohong.


"Em jadi kamu gak mau cerita nih, aku tau kamu lagi boong, keliatan banget dari muka lo yang kusut gitu, gak mungkin kamu mikirin yang biasa aja, tapi muka lo kaya yang lagi punya masalah." Imbuh nya.


"Ihh aku beneran, ehh aku nanti pulang Sekolah langsung kerja loh."


Aku mengalihkan pembicaraan dan berharap teman temanku menanggapinya.


Dan benar saja..


"Wahhh! Dimana Ra dimana..?" Serempak teman temanku bertanya.


"Em kasih tau gak ya.."


"Ahh Lo mah gitu ahh, Bikin penasaran ajah, kalo Lo gak mau ngasih tau, kenapa Lo umbar umbar hah.." Mia mulai kesal.


Aku ketawa kaya yang gak punya masalah.


"Kamu itu baru ajah gitu udah ngambek aja." Aku menimpalinya.


"Aku kerja di Glosirnya Pak Iman." Kataku dengan santainya.

__ADS_1


Reaksi teman temanku membuat aku terkajut lagi.


"Apaaaa?" Mereka semua kompak berkata begitu dan langsung penasaranku kembali lagi.


__ADS_2