
Aldo menghentikan Motornya di persimpangan jalan.
"Kenapa ?" tanya Rara bingung.
Aldo turun dari Motor dan langsung membuka kancing Baju satu persatu.
"E.. eehh Mau ngapain Al " kata Rara langsung menutup Wajah menggunakan kedua tangan.
" Kikik.. " Aldo malah terkikik melihat tingkah Rara.
Aldo gak menghiraukan Rara yang terus menutup Wajah.
Setelah siap, Aldo langsung naik kembali dan menghidupkan Motor melaju menyusuri jalanan.
Rara yang merasakan Aneh langsung membuka kedua Tangannya dan menatap Aldo yang sudah berganti Baju.
" Al tadi Kamu ganti Baju di Pinggir jalan ?"
"Hm.." jawab Aldo sambil meraih tangan Rara.
"Gak malu sama Orang-orang." tanya Rara sambil meletakan Dagunya di Bahu Aldo.
Dengan Tangan melingkar di Pinggang Aldo.
"Ngapain malu, Aku cuman Buka Seragam doang. Gak semuanya.." jawab Aldo dengan pandangan lurus kejalan.
"Aku gak ngerti."
"Aku selalu Pakai Baju double."
"Oh.."
"Makannya jangan Mikir Ngeres mulu. Pake tutup mata segala."
"Ya kirain Mau telanjang."
"Kamu Pikir Aku gak waras Sayang."
" Mungkin.."
Sreeettt...
Aldo langsung memberhentikan Motornya mendadak.
Dukk..
Rara kejedot sama Helm Aldo.
"Awwww...Sakit." kata Rara sambil mengusap jidatnya.
"Maaf Sayang."
"Kamu kenapa sih Al. Bisa gak kalo pelan pelan."
"Mana yang sakitnya sini Aku liat." kata Aldo sembari turun.
"Ini... Jidat Aku sakit..hiks.." jawab Rara lebay.
"Manja.."
Rara menatap Aldo kesel." Bukannya di elus-elus. Ini malah dikatain." gumam Rara tapi masih kedengaran sama Aldo.
"Uhhh...Sayang Aku ngambek." kata Aldo sambil mengunyel-ngunyel Pipi Rara.
__ADS_1
Rara langsung menepisnya.
"Jangan ngambek Dong, Sini Aku liat."
Aldo langsung membalikan Wajah Rara.
"Cup..." Aldo langsung mencium kening Rara yang Sakit.
Rara Langsung tersipu. Mukanya panas, Pipinya merona.
Aldo menggaruk tengkuknya bingung dan malu sama kelakuannya sendiri.
"Maaf ya." pinta Aldo.
Rara mengangguk.
Aldo kembali melajukan Motornya menuju tempat tujuan.
Kikkk...
Aldo memarkirkan Motornya di depan Mall besar.
"Al mau ngapain kesini.."
"Ntar juga Tahu."
Aldo langsung menggandeng tangan Rara dan melangakahkan Kakinya masuk.
Tangan Rara terasa dingin.
"Kamu kenapa Ra ? Dingin banget."
Rara menggeleng.
Aldo membawa Rara masuk kesalah satu Ruangan.
Aldo memilah milih Barang disana dan mengukur di badan Rara.
Ide jahil Aldo muncul.
Aldo menyodorkan Salah satu alat yang berada diRuangan tersebut.
"Al ngapain sih." tanya Rara kesal.
"Haha...iseng. Aku mau tahu ini pungsinya buat apa."
"Astaga Aldo..".Rara menatap Aldo masam.
"Hihi... Ini bukannya buat mengeringkan Rambut ya ?"
"Bukan Aldo.. Udah ah jangan main gituan."
"Trus kita Main apaan ?"
"Tau ah.."
Rara langsung melangkah pergi dari Ruangan tersebut meninggalkan Aldo.
"Ra.. Rara Sayang... Tunggu."
Aldo berteriak teriak dan menaruh alat tadi.
__ADS_1
"Sayang... Tunggu dulu. Kita belum membeli apa apa." kata Aldo meraih tangan Rara.
Rara menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Aldo.
Rara bersidekap tangan. "Sebenarnya kita kesini mau ngapain sih Al. Dari tadi Kamu becanda mulu."
"Ikut aja yuk.."
Aldo membawa Rara keRuangan tadi.
"Cobain ini.." Aldo menyodorkan satu dres pada Rara.
"Buat siapa.. "
"Cepetan jangan banyak nanya."
Rara menghela napas dan masuk keruang ganti.
"Gimana.."
"Em.. Cantik. sekarng yang ini."
Aldo memberikan 3 Baju dan dres yang lain pada Rara.
"Astaga Al, Aku harus cobain semuanya gitu.. Enggak ah."
"Cepetan Waktu kita tak banyak."
Rara pasrah dan masuk Ruang ganti dengan setumpuk Pakaian.
Satu persatu Rara perlihatkan sampai Rara kelelahan.
"Buat Siapa sih Al. Udah ya ini yang terakhir. Aku udah lelah."
"Buat Seseorang yang Aku Cintai."
Rara melototkan Matanya pada Aldo.
"Loncat tuh mata."
"Awas ya kalo berani hianatin Aku."
"Kamu gak tahu gitu Siapa dia."
"Em..."
"Udah jangan banyak Mikir, Cepetan dan ini Satu lagi"
Aldo memberikan 2 Setel Seragam SMA pada Rara.
"Dia masih sekolah. Jangan jangan Disekolah yang Sama." Rara sibuk dengan pikirannya sendiri." Kenapa gak nyuruh Dia aja sih."
Rara menghentakan Kakinya keras. Sakit dan kecewa yang Rara rasakan.
"Kenapa sih. Cepet jangan mikir terus. Otak kecilmu gak sanggup memikirkannya." jelas Aldo.
Rara menatap marah pada Aldo dan langsung masuk dengan Amarah yang begitu dalam.
"Hihi... " Aldo malah tersenyum menang.
Tapi satu pikirannya jelek Muncul.
"Bagaimana bisa Rara gak menyadarinya. Ini buatnya, Rara kurang Peka atau dia Terlalu cuek sama hubungan ini. Apa Rara gak tak menginginkan bersama denganku."
__ADS_1
Aldo mulai meraba-raba hubungan yang baru Aldo jalin sama Rara.