Ketulusan Hati Rara

Ketulusan Hati Rara
45


__ADS_3

skip..


.


.gak terasa sekarang hari terakhir mereka semua ulangan.


mereka sedang pokus mengerjakan soal soal.


"setelah semuanya selesai kumpulkan kedepan."tanya guru yang sekarang bertugas.


rara berdiri dan mengumpulkan semua lembaran soal.


murid yang ada di kelas sekarang sudah gak aneh lagi pada rara.meteka aemua sudah tau kecerdasan rara.


"kamu boleh duluan pulang."rara mangambil tasnya dan bersalaman pada guru."sebentar,"rara masih berdiri di depan kelas bingung."hari senin sampai minggu atau seminggu kedepan kalian pakai baju olah rara.akan berlomba dengan kelas lain."pak guru memberi pengumuman.


rara mengelus dadanya lega.


"kirain aku bakalan di hukum."gumam rara.


"gak mungkin murid secerdas kamu di hukum gak jelas."jrlas pak guru.rara tersenyum malu.dikira rara gak bakal kedengaran.


"saya pamit pak.assalamualaikum."pak guru menjawab dan rara keluar dari kelas.


rara langsung pergi tanpa menunggu teman temannya.


.


.


"assalamualaikum."rara masuk kedalam toko dan menemui pak iman.


"eh rrara.wa alaikum salam.ada apa ra."tanya apak iman.


"ini pak.aku gak jadi masuk kerja minggu besok.mungkin aku kerja lagi setelah libur sekolah aja."jelas rara.


"bapak mah tetserah kamu.bapak gak akan memaksa."


"kalau gitu makasih pak.rara permisi."


"ya.silahkan."

__ADS_1


pak iman mengerti bagaimana sibuknya pikiran kalau sedang ulangan.


sebelum rara keluar rara melirik sana sini.


rara gak ngeliat ada isal di toko.


rara mau nanya tapi malu.


rara baru ingat kalo setiap hari sabtu pasti isal gak masuk kerja.kalaupun masuk pasti habis duhur atau siang.


rara melangkah keluar toko dan tetus berjalan.


.


.


satu jam lebih rara sampai dirumah dengan keringat di seluruh badannya.


rara sudah terbiasa ada yang antar jemput sekarang harus jalan kaki.tapi rara gak mengeluh sedikit pun malah rara seneng bisa olah raga siang hari.haha...ada ada saja..


rara masuk.


rara meliat sekeliling rumah gak ada siapa siapa.


rara meletakan tasnya di atas kasur dan menyambar handuk yang menggantung di dinding kamarnya.


"udah gak enak banget."gerutu rara dan mencium badannya."ih..bau juga."


rara langsung mandi sambil bernyanyi.


rara jadi artis kamar mandi..hihi...


setelah selesai rara langsung berpakaian lumayan pendek karna cuaca panas banget.


rara membaringkan badannya di atas kasur dan memejamkan matanya.


hanya ini yang mengjilangkan rasa lelah nya.


.


1jam

__ADS_1


2jam


rara masih tertidur.tapi di menit yang berikutnya rara terbangun kaget.rara langsung duduk dan mengusap usap wajahnya.


rara bermimpi buruk disiang bolong.rara mengusap keringat di seluruh wajahnya.rara betmimpi ada seseorang yang mengirimnya poto poto yang pernah rara temui di dalam bukunya.orang tersebut terus menakut nakuti rara dan membawa rara kejurang yang sangat tinggi.rara di dorong dari atas jurang.


alhamdulillah kesadarannya menyelamatkan rara dari mimpi buruk.


tapi rara gak ngerti bagaimana bisa orang tersebut melakukan itu padanya.


'"apa aku ada salah.aku akan mencoba bicara dan menanyakan hal ini bener apa tidak.semoga aja tidak."rara bicara sendiri.


rara mendengar ada orang,eh bukan tapi banyak orang."kayaknya di dalam rumah deh,tapi lagi ngapain,apa jangan jangan.."ah gak mungkin disiang bolong.rara langsung menepis pikiran buruknya.


rara membuka pintu kamar sedikit sedikit.


"hah.."rara menutup mulutnya langsung dan berlari."papaaaahh...rara kangen."rara langsung duduk di atas pangkuan papahnya.


"kapan papah datang.kok gak kabarin rara sih.atau bangunin."cerocos rara.


"masih manja anak papah yang satu ini."kata papahnya rara dan mencubit pipi rara.


rara terus memeluk papahnya lama sangat lama tanpa meliat sekeliling yang memperhatikannya.


"papah udah dari tadi datang.sudah lama malah.papah nungguin diluar lama."jawab pertanyaan rara tadi.


"kenapa gak masuk aja pah."tanya rara.


"gak enak masa rumah sepi main masuk aja.entar dikira mau maling."jawabnya lagi.


"papah nunggu mamah kamu pulang.tetangga bilang mamah keluar jadi ayah nunggu."jelas papah.


"kan ada aku di rumah."kata rara cemberut.


"papah udah panggil panggil dari tadi tapi gak di sautin."jelas papah.


"ra kamu gak mau turun.liat dari tadi mamih kamu liatain kayaknya cemburu."rara langsung menoleh.meliat semua ruangan banyak orang.


ada mamih tirinya ada juga adik tiri rara.rara turun dari pangkuan papahnya dan duduk di sebelah papahnya.


"maafin rara mih."rara menunduk takut dan malu.

__ADS_1


"gak papa mamih ngerti kok.pasti kamu kangen banget sama papah kamu."rara tersenyum mendengar penjelasan mamihnya.


__ADS_2