
"eh ternyata ada tamu..? yuk masuk jangan berdiri terus di sana..?"tanya seorang wanita dengan eksperi dingin yang sengaja dia pasangkan.
suara orang itu mengagetkan rara.rara langdung menoleh pada sumber suara tersebut dan menoleh pada aldo yang hanya biasa aja.
"tuhkan pemilik rumahnya marah.liat tuh."bisik rara di samping aldo.
aldo hanya senyum senyum dari tadi.
aldo jangan senyum tetus dongg nanti aku nulisnya jado gak konsen bisa bisa aku diabetes..😊😊😊
"kamu juga al kenapa gak bawa dia kedalam malah ngobrol disini.
gak enak diliatin yang lain.."tanya orang tadi.sekarang dia gak pasang muka dingin dia malah kaya orang yang lagi nahan tawa.
rara hanya celingka celinguk meliat liat orang orang yang memang benar sudah banyak yang ngeliatin rara dan aldo sambil nahan tawa.
"ha..ha.."orang itu akhirnya ketawa."eh maaf al dan nak cantik mamih gak tahan.dan dari duru memang aldo itu gitu masuk main jebrod aja gak ada sopan sopannya.tak tau nurun dari siapa."
"hah mamih.jadi ini rumah aldo.aduuuhh aku malu udah nyerocos dari tadi ternyata sang pemilik di samping aku sendiri."batin rara sambil menepuk jidatnya sendiri dan betusaha senormal mungkin."tapi kan aldo juga salah meski ini rumahnya tetap harus salam supaya kejahatan dan keburukan jadi ilang di rumah ini."rara hanya tetus menggerutu di dalam hatinya sambil tetus berusaha tetsenyum kepada semua orang yang ada di dalam rumah ini.
yang tadi memperhatikan mereka ternyata mamihnya aldo dan orang orang yang ada di rumah ini ternyata kakak kakaknya aldo.
"yuk cepet nanti kaki kamu kesemutan."ajak mamihnya aldo sambil menggandeng tangan rara.
__ADS_1
rara mengikuti langkah mamihnya aldo sambil tersenyum.
aldo gak nyangka kalo rara bisa langsung akrab dengan keluarganya.
mereka semua berkumpul di ruang tamu sambil memakan kue yang tadi aldo beli dan saling mengenalkan satu sama lain pada rara.
"aldo kamu gak mau ngenalin cewe kamu pada kami."celetuk seorang wanita di hadapan aldo.rara tersipu dikatain begitu.
aldo melirik rara dan lagi lagi hanya tersenyum dan berkata.
"dia bukan cewe aldo kak dia temen sekelas aldo namanya rara.."jelas aldo.
"mau cewe kamu atau bukan mamihnya suka.anaknya manis dan sopan lagi."tambah mamihnya aldo.
"ish mamih..."kesal aldo.
"rara"jawab rara.
"ini suami kakak..Haris.."suami kak hesti mengulurkan tangannya dan memperkenalkan diri."haris.."
"rara."
"mamah mamah aku dong aku.."anak yang ada di pangkuan haris berseru ingin di kenalkan juga."ya sabar sayang..ni anak kakak..Humairah.."
__ADS_1
"aku humailoh ante.ante cantik.."jawab humairah.
"ih gemesnya..ante rara.nama ante rara.."jawab rara.
humairah yang tadinya ada di pangkuan papahnya sekarang turun menuju rara.
rara tersenyum gemas meliat anak lucu itu.
humairah segera naik ke kursi di dekat rara dan naik ke pangkuannya.
anak lucu yang mungkin masih berusia 2 tahun itu langsung mencium pipi rara.
"turun sayang nanti tantenya keberatan sayang.."seru mamahnya humaiirah.
"biarin aja kak gak papa kok."jawab rara sambil mengelus elus pipi humairah.
"nama kakak isna dan ini suami kakak namanya sandy.kakak adiknya kak hesti dan kakak kedua aldo."kenalnya sembari mengulurkan tangan dengan senyum manis.
rara membalas kefuanya sambil mengatakan namanya masing masing.
raara meliat kakak isna dengan perut membuncit.
"kakak sudah berapa bulan."tanya rara.
__ADS_1
"oh ini..sekarang masuk 7 bulan dek.."jawabnya sambil mengelus perutnya sendiri.
"sudah sudah sekarang giliran mamih dan papih.kalian main serobot aja sebelum mamih."kata mamih aldo yang membuat mereka semua tertawa.