Ketulusan Hati Rara

Ketulusan Hati Rara
31


__ADS_3

ada apa ya...


yuk simak selanjutnya...


sepeninggalan aldo tadi rara masih mengelilingi kamar aldo.


"wah gede banget.."gumam rara dan terus meliat liat barang yang ada di dalam kamar aldo.


"sebentar...sebentar...ini.."rara meliat ada poto yang berukuran besar terpampang di dinding kamar tersebut dan di dalam poto tersebut adalah aldo yang lagi duduk sambil memegangi gitar degan jas hitam yang senada dengan celanyan.


rara tersadar..."ternyata ini kamarnya aldo.pantas semuanya warna dindingnya kalem gak mencolok dan semua pajangan dan purniturnya ala cowo semua.."gumam rara sambil mengangguk angguk.


rara segera duduk di tepi ranjang menunggu aldo tanpa rara was was dan takut.


cklek..


rara menengok ke arah pintu dan menampakan aldo yang masuk.


rara meliat aldo membawa mukena dan mendekatinya.


"nih"aldo menyodorkan mukena yang ia pinjam.


"he..he..aku belum wudhu.."rara malah senyum sambil mengambil mukena.


"astaga ra..kamu dari tadi ngapain..atau kamu gak tau tempat untuk wudhu.."tanya aldo herann.


"aku..aku.."rara menjawab tergantung gantung.


"apa..cepetan ah keburu akhir.."suruh aldo


"iya iya pak ustadz..tapi di mana ya.."


"astaga ra sini.."aldo menarik tangan rara dan menunjukan kamar mandi di dalam kamarnya.


"ih..pelan pelan dong.."kata rara."sudah sana aku ke dalam."usir rara.

__ADS_1


aldo melangkah dan duduk di pinggir kasur menunggu rara.


setelah meliat rara sudah basah dengan air wudhu aldo segera bangkit dan.


"kamu jangan dulu solat ya tungguin aku."ujar aldo dan segera masuk kamar mandi.


rara langsung memakai mukena pemberian aldo sambil menunggu aldo.


.


aldo keluar dari kamar mandi sidah mendapati rara sedang menunggunya sudah menggunakan mukena.


"subhannalloh.."batin aldo.


aldo mendekati rara dan memakai sarung dan membukakan sejadah di depan rara.


"kamu mau imamin aku do.."tanya rara.


"hm."jawab aldo.


tanpa mereka sadari ternyata di luar sudah ada mamih sama papih yang ngintip meteka dari tadi.


flasback..


"pih..pih.."mamih memnggoyang goyangkan badan papih hardi yang baru saja terlelap.


"hm..ada apa mih..mamiih mau ya..jangan sekarang mih masih siang.."goda papih.


"ih si papih udah tua juga."jawab mamih kesal.


"tua tua juga masih kuat kok dan masih gantengkan."goda papih lagi sambil mengedip ngedipkan sebelah matanya.


"papiiiihhh..bukan itu maksud mamih.."kata mamih sedikit kesal.


"terus apa mih..langsung aja napa.."papih mulai serius.

__ADS_1


"perasaan mamih gak enak pih..kita liat aldo aja yuk lagi ngapain sama rara..mamih takut terjadi apa apa pih..yuk cepet."kata mamih sambil menarik tangan papih supaya cepat beranjak dari tempat tidur.


"iya ..iya sebentar mih papih masih pakai sarung.."gerutu papih.


"gak papa pih bentar aja.."protes mamih


.


.


.mamih sama papih memeriksa kamar tamu yapi gak ada siapa siapa.


"perasaan mamih jadi gak karuan pih.gak enak banget.."


papih hanya mengelus elus punggung mamih.


.


mereka melanjutkan naik ke atas ngeliat kamar aldo.mamih membuka pintu kamar aldo sedikit dan ternyata benar.


mamih ngeliat rara lagi pakai mukena tapi sendirian.


"pih aldo dimana.."tanya mamih.


papih hanya mengangkat bahunya tanda tidak tau.


baru saja mau berbalik tapi mamih langsung memelototkan matanya ngeliat aldo ada juga di kamar itu.mamih segera menarik tangan papih supaya bisa meliatnya juga.


mamih belum mau masuk.mamih mau memastikan dulu apa yang aldo rencanakan.


alangkah bahagianya mereka ternyata aldo bukan mau ngapa ngapain rara.


"ternyata anak kita sudah dewasa mih..tuh liat dia sudah mau jadi imam.."gumam papih di sertai senyumnya.


"mamih lega pih ternyata aldo gak ngelakuin apa yang mamih pikirkan."

__ADS_1


__ADS_2