
mereka terus mengobrol.sesekali tertawa dengan tingkah kekonyolan rara yang bicara ngelantur kemana mana.
aldo senang meliat rara tersenyum malahan tertawa lepas.
"seberapa berat beban yang kou pikul,ra.dan kou gak mau berbagi itu."batin aldo.
"em..ra bapak kamu dimana..?"celetuk aldo.rara yang dapat pertanyaan seperti itu langsung menoleh.
"oh.itu al,ayahku gak ada.."jawab rara lemas.
"maaf ra gak maksud buat ngingetin.semoga bapak eh..ayahmu diter..."perkataan aldo langsung di potong rara.
"eh..apaan kamu al.ayahku masih ada,kamu mau ayahku mati."potong rara.
"hah,tadi kamu..."aldo mikir cepat.
"bukan itu maksudku,ayah gak ada disini.mamah dan ayah udah pisah pas aku lahir."jelas rara.
"lagian ra,kamu itu ngomongnya setengah setengah,dan aku minta maaf."jawab aldo sembari menangkupkan ke 2 tangannya.
"ra banyak yang aku mau tanyain,tapi besok aja deh.malu kalo disini.."kata aldo sambil terus memandang kearah luar.
rara gak menanggapi aldo.rara malah asik sendiri.
"udah reda kayaknya."kata aldo.rara gak nyaut sekatapun."aku mau pulang ra,ujannya udah reda."kata aldo lagi.
aldo yang merasa rara gak nyaut nyaut dari tadi.aldo berbalik,aldo meliat rara bengong sambil liat poto keluarga yang manis.
aldo menyenggol bahu rara.dasar kalo lagi bengong gak seimbang,senggolan aldo membuat rara sadar ples oleng.
untung rara langsung pegangan pada tembok.
"gimana kalo aku jatuh.."kata rara sedikit keras.
"maaf.habisnya kamu bengong aja di ajak ngomong gak nyaut nyaut."protes aldo.
__ADS_1
"emang kamu ngomong apa."tanya rara.
"tuhkan gak denger.makannya jangan asik sama dunimu sendiri ra,"jawab aldo ketus.aldo langsung memegang kedua bahu rara."kalo kamu punya masalah bisa ceritain sama aku ra.."pinta aldo lembut penuh kasih."kamu bisa berbagi denganku jangan kau tanggung sendiri.."pintanya lagi.
rara hanya bisa menunduk,rara gak mau cerita apapun.setetes air mata berhasil keluar dengan sempurna.buru buru rara hapus.
aldo langsung mendekap rara dan tangis rara pecah seketika.
ko rara gak apa apa di peluk aldo.bukannya siang tadi di peluk fino langsung nangis dan pergi...?
...rara kan udah biasa setiap hari sama aldo jadi gak nerves..
.begitu juga dengan isal.rara mulai terbiasa meski banyak yang nyinyir..kalo rara bersama isal.dan hanya menanggapi dengan senyum...
.
.
"menangislah.."kata aldo sembari mengelus rambut rara.
seperti halnya air hujan..kalo ujan gede pasti gak akan lama..tapi kalo gerimis atau ujannya cuman setengah setengah.pasti lama.seperti itulah rara.setelah menangis dipelukan aldo rara mulai tenang dan tersenyum hangat kembali.
"mungkin hanya tangisanmu ra yang hanya bisa kau bagi.sumpah itu membuatku seperti teriris ra..meski kau gak mau cerita tapi aku mengerti dari tangisannmu."batin aldo dan membuat setetes air matanya meluncur mengenai rambut rara.
aldo segera mengusapnya,aldo takut rara tau.
setelah merasa sudah tenang.aldo memberi jarak seinci dengan rara.aldo menarik dagu rara supaya bisa menatap rara penuh.
mereka saling tatap sebentar.setelah menatap rara aldo mendekap rara sekali lagi.aldo memeluk rara kuat menyalurkan kekuatan buat rara.aldo bisa meliat dari kedua bola mata rara.aldo bisa melihat sedalam apa permasalahan rara.
semakin kuat semakin kuat..aldo memeluk rara.
"al...al..aldo lepasin aku sesak napas."kata rara sedikit parau menahan sesak.rara memukul mukul punggung aldo sedikit.
aldo langsung melepaskan pelukannya dan mendorong rara lembut tanpa melepaskan tangannya dari bahu rara.
__ADS_1
"maaf."kata aldo.
"hm."jawab rara."
hening..
tak ada yang bicara seorangpun..
"ujannya udah reda ra.aku mau pulang."aldo menghilangkan kecanggungan.
"kita makan dulu yuk..udah dingin kayaknya."ajak rara.
mereka melangkah menju dapur.
"mamah mu gak di ajak makan ra."tanya aldo.
"udah kayaknya."jawab rara.
"kapan.."tanya aldo penasaran.setau aldo tadi gak ada mereka.
"kamu gak liat tadi mamah sama kakak keluar dari kamar."malah tanya balik.
"orang nanya malah balik nanya."protes aldo.
"hm..yuk ah aku udah biasa begini."jawab rara sambil duduk.
"maksudnya.."aldo masih belum mengerti.
"ah sudahlah..yuk cepetan makan."ajak rara.
aldo masih belum menyentuh piring sama sekali.aldo malah celingak celinguk.
rara membiarkan aldo mencari kebenaran sendiri.
akhirnya aldo mengambil piring juga setelah meliat ada piring bekas di atas wsteple.
__ADS_1