
sabar...atau cari tau sendiri..itu yang mungkin harus aldo pilih...
"ada apa al.."tanya rara sambil menutup pintu kamarnya.aldo sedikit bergeser memberi jalan buat rara.
aldo mulai tersadar atas kainginannya."gak aku udah selesai mandinya.tapi ujan masih gede."
"kamu mau pulang."tanya rara
"gak tau ra aku bingung.aku gak bawa has ujan."
"gimana ya tunggu bentar lagi deh."jawab rara sambil memerhatikan penampilan aldo.
aldo yang merasa di perhatikan sedikit risih dan malu.
"tuhkan pas.cocok juga.cucok kamu al.."kata rara menahan senyum.
"ah..jangan gitu ra.aku ganti pake baju yang tadi aja."
aldo melangkah mau pergi.tapi bari 3 langkah aldo mendengar pintu terbuka dan tertutup kembali.aldo menengok kebelakang.
aldo gak meliat rara di depan pintu kamar.
aldo mundur kembali dan menguping dari pintu luar kamar rara.
cklek..
terdengar gagang pintu yang akan dibuka.aldo bingung harus bagaimna.aldo gak mau ketauan."tapi kalo lari gak bakal sempat.ah pasrah.."aldo tetap berdiri di ambang pintu rara.
pintu terbuka dan rara keluar membawa sweeter (jaket ber tudung) biru langit.
rara memberikannya pada aldo.
"buat apa ra."
"biar gak keliatan baju ceweknya."jelas rara.
"oh."aldo menerimanya dan langsung memakainya.
"kamu duduk lagi aja.aku mau masak dan mandi."
aldo menfangguk setuju dan berbalik ketempat tadi dia duduk.
alangkah terkejut aldo meliat ada orang yang juga lagi duduk di kursi ruang tamu.
__ADS_1
langkah aldo langsung terhenti kala melihat kakaknya rara meliriknya.
"sebelas dua belas."gumam kakaknya rara.
aldo menelan ludahnya kasar tak sengaja mendengar kata kakaknya rara.
"apa kak.."tanya mamahnya.
"tuh."tunjuk kakak rara dengan dagunya.
"oh.apanya yang 11 12."
"mukanya."jawab kakak.
aldo semakin gemetar mendengar percakapan mereka.
"sama.."tanya mamah penasaran.
"anak pak iman mah."
"bagusan mana."
"bagusan ini.mungkin masih muda belum berumur."
"ya mapanan dialah mah.secarakan dia udah punya usaha sendiri dari masih kelas 2 SMA."
jelas kakak."kalo ini aku gak tau pasti dia masih minta duit orang tua."
aldo yang dari tadi berdiri merasa terendahkan dan tersaingi sama teman kerja rara.
ya..aldo sudah tau kalo isal adalah anaknya pak iman.secarakan aldo selalu update sosmed.
"tapi susah mah.teman teman pada ngejar dia dan minta nomernya aja gak di kasih.bukan itu aja mah.akun fb dan ig aja pilih pilih mah.gak di komfir apalagi follow back."
"wah harus di kamu dapetin sayang.maki susah makin menantang."jawab mamah.
"betul mah.aku makin penasaran."
aldo hanya terus mendengarkan petcakan mereka tanpa mendekati mereka.
lama lama kaki aldo kesemutan gak kuat menopang tubuhnya lagi.aldo mulai menaikan satu persatu kakinya silih berganti.
"kamu hanya mau nonton aja."kakak rara meliat aldo heran.
__ADS_1
aldo gak bicara sama sekali.
"bocil kamu gak mau duduk..?"tanya kakak rara."kamu mau jadi patung sampai kakimu kebas."tambahnya lagi.
aldo meliat kakinya sendiri yang sudah berdiri tegak."i...iya kak makasih."
aldo mulai melangkahkan kakinya mendekati mereka semua.
gek...
aldo duduk didepan mereka berdua."aduh udah kaya mau minta restu..."pikir aldo saking tegangnya."kayak mau di introgasi polisi."
dan dimulailah pertanyaan demi pertanyaan pada aldo.dimulai dari kelas berapa,dari mana,nama orang tua...nah disinilah mamahnya rara melongo sambil mengerjap erjapkan matanya.
"kenapa mah..?"tanya kakak.
"gak.kayaknya kamu harus perjuangin yang ini."bisik mamah.
"hah.apa apaan mamah."mereka aaling bisik.
aldo malah tambah tegang meliat mereka saling berbisik.
"kamu gak tau kalo dia anak konglomerat di kota ini."
"masa aku harus sama berondong malulah mah."
"biarin sayang.yang penting topkan."
"gak ah.."kakanya rara menatap aldo dari atas sampe bawah.
aldo semakin tegang dan risih.akhirnya aldo minta ijin.
"tante aku kebelakang."pinta aldo.
"oh ya silahkan.maaf kelakuan kami."
aldo mengangguk dan pergi.
"mah dengerin kakak.meski dia keturunan konglomerat atau sekaya apapun.kan bocah itu tuh..belum kerja.masa aku harus minta minta sama ortunya sih.gengsi ah.."kakak.
mereka sekarang gak saling bisik.
"iya yah.mamah gak kepikiran kesana..udah deh kamu perjuangin dapetin hatinya...siapa sih namanya mamah gak tau.."
__ADS_1
"isal mah..namanya Davisal pramana."jelas kakak."mamah bayangin aku akan menyanding dengan nama belakang pramana.ah...teman temanku bakal iri padaku."kakak rara membayangkan suatu hari yang mungkin gak bakalan tercapai.