
aldo membawa rara ke sebuah taman yang belum rara ketahui.
maklum rara baru kali ini di ajak jalan jalan.
mereka jalan jalan di sekitar taman tersebut.tapi di pertengahan taman rara menghentikan langkahnya.
"ada apa ra.."tanya aldo dan mengikuti arah pandang rara.
"astagpirulloh haladzim..."sebut rara sambil mengusap dadanya.
"kirain ada apa.."tukas aldo.
"kamu gak kaget atau apa gitu..?".tanya rara yang ngeliat aldo hanya biasa biasa aja.
"kenapa harus kaget ra kan di jaman sekarang mah udah biasa ra gitumah.."jawab aldo santay.
rara jadi berpikiran macam macam tentang aldo.
"jangan jangan kamu juga pernah ya.atau malah kamu sering ya aldo kaya gitu...iyyy."tanya rara sambil bergidik takut dan jijik.
"eh kok jadi aku sih ra.jangan karna aku ngomong gitu kamu nyimpulinnya jadi yang nggak nggak."jawab aldo
"ya mungkin saja kan .."selidik rara dan mereka duduk di salah satu kursi taman di sana.
rara sedikit menjauh duduknya dari aldo entah takut atau apa..
"astagpirulloh ra..ya nggak lah aku masih gress belum ada yang sentuh.dan kamu pikir aja ra mana mungkin aku kaya gitu.sekarang kan banyak yang menikah karna sesuatu dulu(MBA)."jelas aldo sambil mendekatkan duduknya pada rara.
mereka saling geser geseran dan rara kehabisan tempat duduk.
rara bingung dan memutuskan untuk jalan lagi.
__ADS_1
sebelum rara berdiri aldo sudah merangkul pinggang rara supaya duduk saja.
"kamu kenapa sih ra aku juga gak bakalan ngapa ngapain kamu."
"emm.."rara hanya menunduk malu.
mungkin karna rara baru tau gimana kehidupan di luar.
selang beberapa menit...
"kita pulang aja yuk do.."ajak rara.
"yuk.."aldo langsung menggandeng tangan rara dan berbalik ketempat semula.
sebelum mereka sampai di tempat tadi rara meliat lagi adegan dewasa tadi dan langsung menutup matanya dan terus beristigpar.
tapi tunggu..
rara menghentikan langkahnya dan menoleh ke kursi yang di duduki 2 insan yang lagi mesum tadi.
"ih.. memangnya aku tuh kambing di tuntun tuntun.."jawab aldo.
"tetus apalagi sih kalo bukan itu.?"tanya aldo.
"liat tuh.."tunjuk rara dan aldo mengikuti jari telunjuk rara."itu kan fino ya al.."
"oh..iya memangnya ada apa.."tanya aldo cemberut.
ada yang cemburu nie..
"yuk sambil jalan ceritanya.."tarik rara.
__ADS_1
"tadi tuh aku liat mereka lagi kaya tadi lagi adegan kaya tadi iyyy..tapi aku baru sadar kalo aku kenal orang itu.dan ternyata benar.."jelas rara.
"terus kamu cemburu gitu.."tanya aldo semakin cemburu.
"ya enggak lah.liat aja kelakuannya barusan..iyyy"jawab rara bergidk.
"alah..kamu belum ngerasain aja ra.kalo kamu udah ngerasain pasti mau lagi dan lagi.bikin kamu kebayang bayang."jawab aldo.
jawaban aldo semakin membuat rara curiga.tanagn yang sebelumnya di genggam kini langsung rara tarik dan mempercepat langkahnya.
"aduhh gue salah ngomong lagi...kan dia kan jadi berpikiran macam macam."gerutu aldo mempercepat juga langkahnya.
setelah sampai di tempat semula aldo meliat rara sudah memakai helmnya sendiri.
"yuk cepet pylang.entar mamah aku nyariin."alasan rara.
"hmm...rara kamu gak boleh berpikir macam macam tentang aku aku belum pernah ngapa ngapain.suer.."jelas aldo sambil mengangkat 2 jarinya.
"terus kamu ngomong kaya tadi tuh hanya angan angan saja.gak mungkin kan.."tanya rara kesal.
"emm..pokoknya aku belum pernah ra.tapi aku bisa merasakannya dan gak bisa aku omongin."jelas aldo sambil garuk belakng kepalanya bingung dan malu.
rara masih gak ngerti apa yang di sampaikan aldo.rasanya bagi rara seperti pelajaran PKN di sekolah atau IPS yang banyak membingungkannya.
akhirnya aldo menyerah dan memperjelas kata katanya.
"rara sayang.."aduh aku keceplosan batin aldo.sementara rara hanya biasa saja mungkin karna belum sadar dari alam pikirannya.
aldo memegang pundak rara.
"kamu tau ciri ciri orang baligh .."tanya aldo dan di angguki rara.
__ADS_1
"aku sudah mengalaminya.."jelas dan pelan aldo sampaikan.
rara masih berpikir dan menghitung apa yang di ucapkan aldo.