Ketulusan Hati Rara

Ketulusan Hati Rara
55


__ADS_3

ditempat yang tak jauh seseorang dengan senyum mengembang langsung mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan rara.


hmm...


aldo sudah merentangkang kedua tangannya dengan senyum mengembang.tapi..


"ah..malu kalo gini.biasa aja al..jangan ngarep.."kata aldo sambil menurunkan kembali kedua tangannya.


untung saja rara menunduk kalo engga pasti aldo malu sendiri.


aldo hanya menatap rara sedih dengan berharap banyak.senyum yang tadi manis sekarang sekuat aldo bisa langsung di sembunyikan rapat.


rara langsung berlari setelah meliat aldo masih ada.


rara langsung memeluk aldo kuat.bukan apa apa.rara malu dan kecewa.rara hanya bisa cerita sama aldo dan sahabatnya di sekolah.


rara meluapkan emosinya dengan menangis.aldo yang keinginannya terkabul langsung menyambut senang.


senyum yang tersembunyi kini keluar.senyum yang lebih manis dari yang tadi.


aldo mulai merasakan baju yang aldo pakai basah karna air mata.aldo langsung mengelus kepala rara sayang.


sayang seperti seorang kekasih pada perempuannya.beda dengan rara..


rara meluapkan semuanya seperti pada seorang sahabat...


sepersekian lama mereka saling berpelukan.rara langsung melonggarkan pelukannya.aldo yang merasa rara mulai tenang.aldo langsung memberi jarak sedikit dan menatap rara sendu.


"yuk kita pulang."ajak aldo sembari mengusap pipi rara yang basah.


rara mengangguk."makasih al..kamu selalu ada untukku."rara langsung naik tanpa menggunakan helm.


...mereka tadi pelukan.aldo udah berada di atas motor.


"ra nih pake dulu.."aldo menyodorkan sebuah helm.


"gak al.aku mau menyegarkan pikiranku."jawab rara.


"baiklah."

__ADS_1


aldo mulai melajukan motornya.sekali kali aldo melirik rara dari spion.senyum aldo gak hilang.aldo meliat rambut rara yang berterbangan.menambah kecantikan rara.


hari semakin gelap menandakan kalo hari ini akan turun hujan.hari yang tadinya sangat cerah seakan tau perasaan dan pikiran rara yang kalut kemana mana...


hujan mulai turun.gerimis melanda hati yang sedih...


ah..kayak mau nyanyi...


untung mereka sedikit lagi sampai.wajah yang tadinya kusam dan acakadut...hihi...


sekarang sudah segar air hujan.


"ra boleh aku nunggu di rumahmu.sebelum hujan reda"pinta aldo.


"yuk..keburu besar ujannya."ajak rara.


aldo dan rara berlari masuk gang perkampungan.


"hah cape al..tapi seru juga."kata rara dengan berjongkok sambil tersenyum.


"serasa dikejar warga aku ra.kaya ketauan mencuri."jawab aldo.


"aku ngomong karna aku udah ngerasain."jawab aldo.


"hah,serius kamu al.."tanya rara penasara.


aldo mengangguk."ra apa kita hanya mau begini...?disini..?"tanya aldo.


"maksud kamu..?"tanya rara gak ngerti.


"kamu gak mau mempersilahkan tamu masuk."jelas aldo.


"eh iya aku lupa al.yuk masuk."


"gak papa nih aku masuk..?"tanya aldo.


"tadi katanya mau masuk.sekarang malah nanya."jawab rara bingung.


"ya maksud aku,mama kamu gak akan marah..?"tanya aldo sambil menggaruk tengkuk gak gatal.

__ADS_1


"oh iya ya.aku sampe lupa al."kata rara sambil celingak celinguk meliat sekitar."kayaknya udah pulang al."jawab rara meliat sandal dan sebuah motor udah ada disamping rumah.


"bentar aku ijin dulu."


rara masuk tapi gak mendapati kakak dan mamahnya.


rara melangkah masuk kekamar mamahnya dan benar mamahnya lagi tidur nyenyak."kayaknya gak mungkin aku bangunin."


rara keluar dan mengajak aldo masuk tanpa meminta ijin.


"yuk al masuk."ajak rara."gak papa mamah lagi tidur.gak mungkin aku bangunin."tambah rara yang meliat wajah gusar aldo.


aldo menenteng paperbag pemberian mamihnya.


"kamu duduk sini."tuduh rara pada sebuah kursi.


"makasih."jawab aldo.


"kamu tunggu sebentar ya.aku buatin teh anget."


"gak usah ra."


"gap papa tunggu aja bentar doang."


"tapi..tapi..."


"gak papa.mamahku baik kakak juga baik."jelas rara.rara meliat wajah aldo gelisah duduk juga kayak gak nyaman.


aldo mengangguk pasrah.setengah menit berlalu rara sudah membawa baki beserta gelas diatasnya berisi 2 teh hangat buatannya.


"nih diminum biar enakan."rara menyodorkan segelas teh hangat.


"makasih ra.tapi gak ditaro obat tidurkan atau racun."goda aldo.


"astaga al..sahabat mana yang tega racunin sahabatnya sendiri."jelas rara.


ekspresi aldo berubah sedikit kecewa.


entahlah apa penyebabnya....

__ADS_1


__ADS_2