Ketulusan Hati Rara

Ketulusan Hati Rara
83


__ADS_3

isal melangkah mengikuti langkah kaki kakaknya rara.


"silahkan duduk.aku ambil minum dulu."kata kakaknya rara mempersilahkan duduk.


"makasih."


kakak rara melangkah menuju dapur mengambil air seadanya.


sepeninggalannya,isal sedang mengededarkan pandangannya kesekeliling ruangan.


"imut...cantik manis lagi."kata isal berbarengan dengan kakak rara berjongkok menaruh nampan berisi gelas dengan air putih.


"hah,makasih."kata kakak rara salah paham.


isal langsung menatap kaka rara bingung dan aneh.


mereka saling tatap sebentar.isal segera mengalihkan pandangan kesembarang arah.


mata isal menangkap seseorang keluar dari kamar dan melangkah ke ruangan lain.


kakak rara mengikuti arah pandang isal dan tersenyum kecut.


"pasti mau masak."kata kakak rara.


"siapa..?"tanya isal penasaran.


"adikku."


"rara maksudnya."


kakak rara mengangguk.


"hm..ternyata dia juga rajin dalam segala hal."batin isal.


"silahkan di minum.tapi,maaf hanya itu yang ada."


"gak papa."


isal langsung menenguk habis segelas sekali gus.


setelah itu isal pamit.


"makasih atas jamuannya.saya pamit mau pulang,hari makin gelap."


"ya sama sama."


isal mengedarkan pandangannya sekali lagi mencari sosok rara.


"mau aku panggilin."tawar kakak rara.


"boleh."

__ADS_1


kakak rara memanggil rara dan rara menghampiri isal.


"aku pamit ra."kata isal sambil mencubit hidung rara gemas.


kaka rara menatap mereka sinis dan sedih.


"kenapa semuanya harus menyukai adikku ketimbang aku."batin kakak rara.


"aww sakit sal."


"maaf,lagian kamu gemesin."


"hm."


"ya kalo gitu aku pulang sekarang keburu makin larut."


"hm.hati hati ada setan."


"jangan nakut nakutin."


"gak itu memang paktanya."


"ya elah ra,aku gak jadi pulang deh."


kakak rara langsung mendekat mendengar perkataan isal barusan.


"kamu nginep aja disini,gimna."tawarnya.


rara menanggapinya dengan tersenyum biasa aja.


"ok.makasih."


isal akhirnya gak jadi untuk pulang dan nginep dirumah rara.


isal duduk kembali di kursi.sementara rara melanjutkan aktifitasnya.


pukul 08.00 rara baru pulang dari mesjid dan langsung masuk kamar tanpa menyapa isal dan keluarganya terlebih dahulu.


rara mengurung diri dikamarnya.


semua masalah kian hari kian menjadi.


"pokoknya besok aku harus bisa membujuk aldo."batin rara."aku gak bisa terus terusan di diamin kayak gini."gumam rara.


tok..tok...


ketukan pintu dari luar membuyarkan semua pikirannya yang tak karuan.


rara bangkit dan melangkah menuju pintu.


rara membuka pintu kamarnya sedikit.

__ADS_1


"apa mah..?"tanya rara langsung kala melihat siapa yang mengetuk pintu.


"kamu gak kasian sama isal..dia belum makan dari tadi,katanya nungguin kamu.."kata mamah rara sedikit emosi.


"kirain udah."jawab rara sembari membuka pintu kamarnya lebar lebar.


rara melangkah mendekati isal.


"kamu belum makan..?"tanya rara di hadapan isal.


"belum,aku nungguin kamu.."jawab isal.


"em..kalo gitu yuk kita makan."ajak rara sambil langsung melangkah lebih dulu kedapur.


"maaf hanya ini yang ada.."kata rara sembari membuka tudung saji di depannya.


"gak papa."


rara mengambil piring dan mengisikan nasi beserta lauknya.


rara memberikannya kepada isal.


isal tersenyum melihat cara rara dengan telaten menyuguhkannya.


"makasih."


rara mengangguk.


satu piring tandas tak bersisa sedikitpun.


"boleh tambah lagi.."pinta isal.


"wow,apalagi kalo sama daging.sama orek tempe aja nambah."canda rara.


"hehe..maaf."kata isal.


rara mengambil secentong dan menuangkan kepiring isal.


"lauknya..?"tanya isal.


"ambil aja ya."


isal mengangguk dan mengambil dengan porsi besar.


rara hanya ngeliatin saja setelah selesai makan.


"napsu pak..?"goda rara.


isal mendongak dengan mulut penuh makanan.


isal mengunyah terlebih dahulu dan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2