
Rara dan Mamahnya di anter sama Aldo satu motor bertiga(reptil).
.
.
"ibu istirahat ya.aku buatkan sarapan dulu."kata Rara sambil menyelimuti ibunya.
ibu rara mengangguk.
"Ra, kalou gitu aku pulang sekarang ya."kata Aldo.
"makasih ya Al.maaf kamu selalu aku repotin."kata Rara.
"ga papa Ra.aku juga ikhlas kok."
"sekali lagi makasih ya."
"ya.aku pulang dulu.jaga dirimu dan mamahmu baik2,jangan terlalu dipikirkan."
Rara mengangguk.
"kalo gitu,bye Ra.assalamualaikum."kata Aldo sambil mengacak kepala rambut Rara gemas.
"wa alaikum salam."jawab Rara sambil menatap kepergian Aldo.
.
.
Rara sedang berkutat di dapur menyiapkan makan siang yg terlwatkn.
"waahhh."
"astagfirulloh kakak. jangan ngagetin dong."
"hehe..maaf dek."
"hm. tumben kakak kesini."tanya Rara heran.
"kenapa emangnya."tanya balik kak Riri.
"gak biasanya kakak masuk kedapur kalo bukan untuk makan."
kaka Rara menatap Rara malas.
"ya ellah."
"apa ada sesuatu..?"
"itu..."
"apa kak."
mereka saling tatap.
"Adit nanyain kamu,katanya mau ketemu kamu."
"gak mau."jawab Rara langsung.
rara langsung menyelesaikan kegiatannya dan langsung menyajikannya di meja.
kakak Rara menatap Rara penuh harap.
"gak usah gitu kak natapnya."
"mau ya, mau. pliisss.."mohon kak Riri.
rara berbalik mendekati kakanya.
"kak, kakak juga tau kalou aku gak ingin mikirin yang gituan.aku mau fokus dulu sekolah."jawab Rara yang sudah tau akan kemana arahnya.
"Dek, sekali ini aja."pinta kak Riri.
"kak, jangan paksa Adek ya."
setelah mengatakan itu, Rara langsung pergi meninggalkan kakaknya di dapur.
"kikik..."kak Riri malah terkikik di dapur."liat aja dek. kamu pasti terkejut."
Rara yang sedang melangkah ingin membangunkan mamahnya langsung berhenti.
"Kakak...."teriak Rara kala berada di ambang pintu ruang tamu.
"hahah..."kakak Rara yang mendengar teriakan Rara malah tertawa lepas.
"ada apa Dek."tanya kak Riri tak merasa bersalah.
"kakak ngapain mengajaknya kesini."tanya Rara geram.
"nikmatin aja, bye.."jawab kak Riri dan melangkah pergi meninggalkan Rara yang melongo.
Rara pasrah dan akhirnya dia melangkah mendekati 2 orang yang sedang menunggunya.
__ADS_1
"haii.."salam rara.
"ha-hai Ra."
"sudah lama?"
"ba..baru saja."
kakak rara mendekat.
"jangan begitu Dek, sopan sedikit ya. dan jamu dengan baik."bisik kakak Rara.
Rara menatap kakaknya marah.
"jangan gitu Dek, serem."goda kakak Rara lagi.
"hhhh, kakak."Rara mengepalkan tangannya.
"Apa..!."kata kakaknya Rara sambil melangkah duduk di samping orang yang duduk di sebelah Aditya.
sementara Rara berbalik melangkah kedapur dan mengambil minum serta cemilan yang ada.
"silahkan."kata Rara sambil meletakan semua yang dibawanya.
"eh, Dek. Mamah kemana ya..?"
"Mamah lagi sakit "
"Hah, kapan Dek. tadi pagikan baik2 aja."
"Adek juga gak tau Kak, pas Adek pulang, Mamah udah di bawa ke RS. "
"Sekarang dimana..?"
"Dikamar lagi istirahat"
Kakak Rara langsung bangkit dan melangkah menuju kamar Mamahnya.
Rara membuntuti Kakaknya dari belakang.
Mereka meninggalkan tamu begitu saja tanpa pamit.
Wajar lagi panik. hihi...
"Mah, Mamah kenapa?"
Mamah mereka terasa terusik dan mengerjap beberapa kali.
"Mamah kenapa..?"
"Eh, kalian. hihi"kata Mamah sambil tersenyum manis."Mamah gak papa, cuman kecapean kata dokter."
"Memangnya Mamah ngelakuin apa Mah, sampai kecapean."tanya Riri bingung.
Selama inikan semua pekerjaan Rara yang kerjakan.
"Mamah juga gak tahu."
Ada sesuatu yang mengganjal di hati Rara.
"Apa mungkin..."pikir Rara."Ah gak mungkin.."gumam Rara.
"Kenapa Dek?"tanya Kakak Rara.
"Apa Mamah punya masalah dengan Mamahnya Mia..?"tanya Rara.
Mamah Rara kaget."Hah, Apa..?
"Kamu ngapain Dek nanya kayak gitu."
"Em, gak papa Kak.maaf Adek lancang."
"Gak papa.Mamah gak punya masalah apapun."
"Syukurlah, Adek lega dengernya."
"Sebenarnya ada apa si."tanya Kakak bingung melihat tingkah adiknya.
Rara menggeleng mengenyahkan semua pikiran buruknya.
"Gak ada. oh iya mah, Adek udah buatkan bubur buat Mamah.Kita makan yuk."ajak Rara.
"Yuk."
Mereka keluar dari kamar Mamahnya dengan mengaping di sisi masing2 Mamahnya.
"Eh, ada tamu..! kenapa kalian tinggal."tanya Mamah.
"Aduh aku lupa."kata Kakak menepok jidat.
"Kalian ini. sudah sana, ajak mereka makan siang bareng kita."kata Mamah sembari melepas mereka dari sisinya.
"Tapi mah.."seru Rara.
__ADS_1
"Gak papa, Mamah bisa sendiri."
Rara pasrah dan melepaskan tangannya dari Mamahnya.
Sementara Kakak menghampiri mereka.Kakak mengajak mereka makan siang bareng.
Awalnya mereka menolak.tapi, berkat paksaan mereka mau.
"Mah nih buburnya, mau Rara suapin."kata Rara sembari duduk didekat Mamahnya.
"Gak usah, Mamah masih kuat buat ngangkat sendok."jawab Mamah."Adek makan aja."
Mereka makan berlima di meja makan.
"Makasih Tante."kata Adit setelah selesai.
"Ya sama sama, nama kamu siapa?"tanya Mamah kepada laki2 yang duduk di samping Adit.
"Kenalin Mah, dia Anggi.pacar Kakak."jelas Kakak.
"Ih, Mamah nanya sama Dia, bukan kakak."
"Ya elah Mah, sama aja."
"Beda dong, kamu perempuan. Dia laki2."
"Ah Mamah."
"Hihi..canda dikit gak papakan."
Kakak memalingkan mukanya pura2 ngambek.
"Bener kamu pacar anak saya..?"selidik Mamah.
"I..iya tante, maaf kalo Say.."
"Gak papa, asal jangan berlebihan."
"Makasih Tan, Aku juga serius Tan, gak main2."
"Ya, Tante hargai niat kamu, tapi kamu sudah liat keadaan kami."
"Aku gak masalah Tan, aku sayang sama Riri."jelasnya.
Wah..Kakak Rara gak akan mengejer untuk mendapatkan cintanya Isal nih..
"Kalian masih sekolah, jangan sampai kebablasan."
"Gak akan Tan."jawab Anggi tegas.
Mamah mengangguk mengiyakan.
"Mamah minum dulu obatnya, setelah ini istirahat ya."kata Rara sambil menyodorkan obat kehadapan Mamahnya.
"Makasih Dek."
.
.
.
Rara dan Adit sedang duduk saling hadapan.
Adit sesekali mencuri pandang.
Sementara Kakaknya entah kemana bersama pacar barunya.
"Bismilah."gumam Adit sambil menarik napas panjang.
"Ra..apakabar..?"tanya Adit mengawali pembicaraan.
"Kakak liatkan aku baik2 aja."
"ihh, kok malah itu jawabannya."batin Adit.
Terpaksa Adit mikir lagi buat bisa ngobrol panjang sama Rara.
"Gimana sih cara ngobrol sama perempuan."batin adit bertanya.
"Gimana sekolahnya Ra, baik.."tanya Adit.
"Alhamdulillah Kak, sebaliknya.."
"Nah gini kan bisa panjang, dari tadi ke."batin Adit bersemangat.
"Baik juga."jawab Adit sambil berpikir apa yang harus ditanyakan setelah menjawab ini.
"ahh."Adit pusing harus ngapain.
Begitulah kalou gak lagi nerves, semua pikiran melayang pergi entah kemana.
Semua pertanyaan yang sudah Dia siapkan dari tadi pas mau berangkat kesini. Hilang entah kemana.
__ADS_1