Ketulusan Hati Rara

Ketulusan Hati Rara
EXTRA PART


__ADS_3

Malam yang dinanti nanti pun tiba.


Aldo sedang Duduk gelisah di depan TV.


"Maaf... Aku gak tau kalau akan datang hari ini." Jelas Rara.


"Bagaimana mungkin kamu gak tau." Kata Aldo kesal.


Malam Pertama buat Pengantin baru ini haru Pupus.


Aldo dari tadi Uring-uringan dan marah-marah pada Rara.


"Sayang... Maaf."


Rara menangkupkan kembali kedua tangannya.


Rara mendekatkan Wajahnya dengan Wajah Aldo.


"Ah Ra, Jangan gini." tolak Aldo sambil memalingkan Mukanya.


"Kenapa ?"


"Udah ah, Aku mau mandi dulu."


"Hah Mandi, Kan barusan udah Sayang."


"Gerah lagi.."


Aldo langsung melesat masuk kekamar mandi.


Rara gak ambil pusing, Dia langsung masuk kedalam Kamar dan membereskan semua Kado dari Teman teman Aldo dan Rara.


"Aku buka satu ah... Aku penasaran." Gumam Rara.


Rara mengambil satu Kado. Kado tersebut dari Naina Sahabatnya.


"Wah bagus.."


Rara mengeluarkan isinya sambil di amati.


"Ini dari Papih... Kan Mamih udah ngasih tadi. Kok Papih ngasih lagi." Gumam Rara sambil menatap Kotak kecil di genggamnya.


"Buka aja kalo penasaran.." Kata Aldo sambil duduk di sisi Kanan Rara.


"Gak salahkan Papih ngasih lagi, Mamih tadikan udah."


"Mungkin itu hadiah masing-masing Yang.."


"Oh.. Gak papakan kalo Aku buka."


"Bakalan ada polisi nilang."


Rara langsung menatap Aldo kesal.


"Lagian itu Kado buat Kita, Kenapa malah nanya-nanya."


Rara langsung membaringkan badannya di tempat tidur.


"Kok malah ngambek ya.. " Gumam Aldo.


Aldo mengikuti Rara berbaring.


"Sayang... jangan ngambek dong. Sini.." Kata Aldo sambil membalikan tubuh Rara.


"Siapa yang ngambek, Aku cuma cape mau istirahat." Kilah Rara.


"Jangan bohong Sayang."


"Enggak.."


.


.


.


Hening beberapa menit.


"Yang..."


"Hm.."


"Suka lama gak itu nya."


"Apanya.."


"Itu..."


Rara menatap Aldo bingung.


"PMS Sayang maksud kamu." Tanya Rara.


Aldo mengangguk.


"Paling 5 hari atau gak seminggu. Emangnya kenapa ?"


"Enggak.."


Aldo bergeser mendekatkan dirinya pada Rara.


"Lama juga ya." Kata Aldo sambil memeluk erat Rara.


Rara menelusupkan wajahnya kedada Aldo.


"Sabar ya, Nanti juga ada saatnya." Kata Rara sedikit bergumam.


"Hm.."


Mereka tertidur tanpa melakukan hal sangat Aldo harapkan. Mereka saling berpelukan.

__ADS_1


.


.


.


Hari hari baru bagi Rara. Dimana sekarang Dia mempunyai pekerjaan yang Mulia.


Yaitu, menyiapkan segala keperluan yang dibutuhkan buat Suaminya.


Dari hal sekecil Atom sampai sebesar Samudera.


Rara layani dengan baik tanpa protes.


Aldo juga begitu. Dia memiliki tanggung jawab yang besar kepada keluarga barunya.


Menafkahi dan membimbingnya.


Jadi Imam dan Makmum yang baik.


Seminggu berlalu....


Rara dan Aldo sedang berada di di jalan menuju bandara.


Mamih sama Papih mengantarkan mereka dengan harapan yang kuat.


"Sayang Mamih nunggu kabar baik disana.." kata Mamih sambil memeluk Rara.


"Semoga aja ya Mih, Mamih doakan saja ya supaya bisa cepat-cepat dapet." Jawab Rara.


"Mamih selalu mendoakan kalian."


"Mih, Pih. Kami berangkat sekarang ya."


"Ya, Jaga Diri kalian ya. Semoga sepulang dari sana ada Kabar baik yang kalian bawa." Jawab Papih.


"Siap Pih."


"Assalamualikum.."


"Wa alaikum salam"


Mereka menuju ketempat yang Asri dan sejuk. Lebih tepatnya Mereka pergi untuk Honeymoon.


Kedua Orangtua Aldo memberi tiket dan fasilitas ditempat tersebut.


Jadi, Mereka hanya tinggal menikmatinya saja.


***


"Alhamdulillah sampai, Sayang bangun kita sudah sampai." kata Aldo sambil mengelus pelan Pipi Rara.


"Apa... Sudah sampai."


"Iya.. Yuk kita turun."


Mereka langsung berangkat menuju penginapan yang sudah Papihnya Sewakan.


"Sayang kita akan tidur disini.."


"Ya, Emangnya kenapa ? Kamu gak suka ?"


"Suka Sayang... Suka banget."


"Kamu bakalan lebih suka lagi kalo kita keliling tempat ini."


"O ya. Seperti apa disini.."


"Besok aja ya, Sekarang kita istirahat dulu. Capek kan."


"Enggak kok gak cape.."


"Kalo gitu kita Siap-siap dulu, Baru berangkat."


"Ok..."


Mereka bersiap siap mengganti pakaian.


"Kita mau kemana Sayang..."


"Kita keliling tempat dekat sini dulu ya."


"Baiklah.."


Aldo membawa keliling pekarangan Hotel dan lingkungan yang dekat sini.


Bukannya Aldo gak mau bawa Rara jauh-jauh, Tapi hari ini. Hari sudah mulai sore, Jadi takut kemalaman saat pulang.



Aldo membawa Rara istirahat di taman dekat hotel.


Bak anak kecil, Rara membeli dan memainkan busa sabun.


Aldo hanya menyaksikan saja.


"Gemes..."


"Hah apa.."


"Kamu gemesin."


Rara tersipu malu."Makasih."


"Eum..."


"Kita pulang sekarang ya, Sudah sore banget. Besok kita jalan jalan lagi." Ajak Aldo.


"Padahal masih seru."

__ADS_1


"Besok masih ada waktu lagi."


"Ya."


"Yuk."


Aldo menggandeng tangan Rara mesra menuju Hotel.


Setelah Sampai, Mereka langsung memberaihkan badannya.


"Sayang Kamu dulu yang mandinya ya. Aku mau menikmati pemandangan sore dulu di balkon." kata Rara.


"Hm.. Kirain mau mandi bareng."


Aldo langsung melangkah menuju Kamar mandi.


Aldo langsung masuk begitu aja kedalam Bathub kamar mandi tanpa membuka bajunya sama sekali.


"Sayang masih lama mandinya..."


"Masih."


"Jangan lama-lama Aku juga mau mandi."


"Sini mandi bareng aja."


Tanpa menunggu lama, Rara langsung masuk dan melihat tingkah Aldo yang ada ada saja.


Aldo berendam di dalam bathub dengan pakaian masih lengkap.


"Astaga Sayang, Kamu ngapain mandi pakai baju sih."


"Gak ada yang bukain bajunya."


Rara langsung mendekat kearah Aldo dan membuka satu persatu pakaian yang Aldo kenakan. Kecuali pakaian Dalam.


Rara belum pernah membuka atau melihatnya. Rara selalu menutup Wajahnya kala melihat kalau Aldo mau membuka celana di depannya.


"Sayang satu lagi, Bukain dong."


"Kamu buka sendiri aja ya. Aku juga mau mandi. Udah gerah."


Rara langsung meninggalkan Aldo menuju Sower Ruangan Satu lagi.


Rara menanggalkan semua Pakaiannya dan langsung menyalakan Sower Air dingin.


"Se...Eumpp.."


Belum sempat Rara bergumam sudah diterkam Aldo tiba tiba.


Aldo menyusuri setiap Inci Wajah Rara.


Terakhir di Bibir mungilnya Rara.


Aldo ******* habis Bibir Ranum Rara dan sesekali menggigitnya kala Bibirnya terus menutup.


Setelah puas, Kini Aldo turun keleher dan meninggalkan beberapa tanda Merah disana.


"Say...ang. Katanya mau ma..n...di.." kata Rara ter engah engah.


"Mandi bersama."


"Hm.."


Aldo sudah gak bisa nahan Hasrat untuk memiliki Rara seutuhnya.


"Sayang mau kemana ?" tanya Rara kala Aldo menggendongnya.


Aldo gak menggubrisnya sama sekali.


Aldo langsung membaringkan tubuh Rara di atas kasur hotel.


"Sayang, Apa aku boleh minta hak ku hari ini ?"


Rara mengangguk.


"Kamu tahan ya."


"Emangnya kenapa ?"


"Kamu masih perawankan ?"


Rara menatap kesal Aldo." Kamu pikir Aku cewe apaan Al."


"Maaf. Bukan gitu, Kamu tahan aja."


"Gak papa.."


"Aku janji pelan."


Hawa nafsu yang sedari dulu Aldo bayangkan, Kini Dia merasakannya sendiri.


Malam pertama yang sudah terlewatkan.


Sekarang Rara sudah sepenuhnya jadi milik Aldo.


"Inikah yang dinamakan Surga dunia ?" gumam Rara setelah berakhirnya permainan.


"Iya sayang." jawab Aldo masih dengan posisi semula.


"Sayang bisakah kamu minggir sebentar, Agak ngilu."


"Eum.. Agak ya, Gimana kalo Aku lanjutin lagi."


"Sayang udah ah, Awas. Aku udah gak kuat."


"Gak kuat buat main lagi." goda Aldo sambil berbaring di samping Rara.


Aldo menatap Rara dengan senyum yang tak hilang dari wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2