Ketulusan Hati Rara

Ketulusan Hati Rara
41


__ADS_3

sepanjang perjalanan mengantar rara pulang.isal gak berucap sepatah kata pun.


rara gak peka,rara juga diam tak bertanya.rara hanya menikmati perjalanan pulang.


sesampainya di tempat biasa,rara langsung turun.


"makasih."kata rara seraya memberikan helm pada isal.


isal mengambilnya tanpa menjawab apapun.


rara gak ambil pusing.setelah memberikwn helm rara langsung pamit.


"aku pamit.sekali lagi makasih."setelah mengucapkan kata tersebut rara langsung pergi menuju rumahnya.


sementara isal.


"apa kamu ada hubungan dengan anak tadi."gerutu isal sambil memasukan tali helm ketangannya.


"ahh.."isal langsung menyalakan motornya dan langsung menancap gasnya.


rara sudah berada di rumah langsung mengganti bajunya dan mulai dengan rutinitas biasa.


setelah semuanya beres rara langsung bergegas mandi dan berinisiatip tidur siang.


"lelah sekali.hari ini menguras pikiran banget."rara langsung membaringkan badannya di atas kasur dan mulai memejamkan matanya.


.


.


hari sudah mulai gelap tapi rara masih asik dengan mimpinya.


"byur.."air membangunkan rara.

__ADS_1


"aaaa tsunami...tolong..tolong.."rara langsung berteriak setelah ada air yang lumayan banyak membasahi mukanya.


"makannya kalo tidur tuh jangan kebablasan."kata mamanya rara dengan sebelah tangan di pinggang dan satu lagi memegang gayung yang di gunakan untuk menunjuk nunjuk rara.


rara berusaha mengumpulkan arwahnya yang tertinggal di alam mimpinya dengan membuka tutup matanya.


setelah lumayan sadar rara menunduk takut.


"maaf mah."hanya kata itu yang bisa rara keluarkan.


"cepetan bangun dan masak untuk kami."bentak mamahnya rara dan langsung meninggalkan kamar rara.


raara mengusap usap wajahnya yang basah karna air segayung tadi.rara meliat kiri kanan kasurnya sudah basah.


"astagfirulloh ya alloh."kata rara setaya mengusap dadanya."aku harus kuat."tambah rara dan langsung bangun berdiri dan keluar dari kamarnya.


rara langsung menuju dapur dan mulai memasak.


rara gak ikut makan bersama.rara memilih mandi terlebih dahulu.


rara masuk kamarnya dan memakai baju.rara keluar dari kamar untuk makan.


"udah abis."rara langsung duduk dan makan se adanya.


"alhamdulillah."setelah rara selesai makan.


rara kekamar mandi dan mengambil wudhu karna hari sudah gelap dan sudah maghrib.


.


.


tepat pukul 7 malam rara langsung mengambil bukunya dan mulai membuka lemvar perlembar buku dengan membaca dan menghapal sebisanya.

__ADS_1


tapi di tengah tengah buku rara terkejut.


"hah apa ini."rara langsung menutup bukunya dan melempar kesembarang arah.


"astagfirulloh ya alloh ada apa ini."rara yetus beristigpar dan mengelus elus dadanya.


rara mengambil buku yang satu lagi.alangkah terkejutnya sekarang lebih mengerikan dari yang tadi.


rara mengurungkan niat untuk membaca karna takut.


rara mengambil kitab suci al'quran dan mulai mengaji.


"semoga ini bukan pertanda buruk."rara langsung menutup kitabnya dan menciumnya.


alquran di letakan di atas tempat tidur rara.


rara terpaksa tidur diatas tikar dekat meja dikamarnya.


rara mulai memejamkan mata dan mulai terlelap.


12.00


"tok..tok.."dari arah luar kamar rara ada suara ketukan.


rara terbangun dan berjalan menuju jendela.


rara membuka gorden jendela tapi tak ada apa apa di luar.rara menutup kembali gorden jendela dan berjalan ketempat tidur lagi.


"pletak..pletak.."dari arah luar kamar rara ada suara lagi.sekarang seperti ada yang melempari kaca kamar rara.


rara sedikit lari menuju jendela tadi.pikir rara supaya bisa langsung memergoki orang yang jahil itu.


tapi apalah daya rara tak menemukan apa apa.rara langsung membuka kaca kamarnya dan berteriak."siapa..jangan main main.."tetiak rara.

__ADS_1


__ADS_2