Ketulusan Hati Rara

Ketulusan Hati Rara
30


__ADS_3

mamihnya aldo mengulurkan tangannya dan di sambut oleh rara.


"nama mamih Rini.mamihnya aldo anak bandel.."jelas mamih rini.aldo kesal karna fi katain anak bandel terus."dan ini papihnya aldo namanya hardi."kata mamih rini dan aku segera bersalaman dengan papihnya aldo dan memperkenalkan dirinya.


"dek kamu belinya dimana..?"tanya kak isna sembari mengambil satu potong kue lagi.


"di persimpangan jalan kak.."jawab aldo.


"ok..lah kak suka ni kuenya .."kata kak isna sambil terus mengunyah potongan demi potongan kue trsebut.


"jangan d abisin dong aku juga belum kebagian."gerutu mamih.


"jhe..he.. maaf mih keenakan jadi lupa."kak isna hanya cengengesan.


"biasa mah kan lagi di isi jadi bawaannya pengen makan mulu."bela kak hesti dan di angguki mamih.


mereka menikmati pembicaran dan hidangan yang ada sampai sampai gak kerasa kalou hari sudah siang dan adzan dzuhur betkumandang.


semua yang betada di ruang tamu semuanya membubarkan diri dan melakukan solat di dalam kamar masing masing yang dulu pernah mereka tempati sebelum menikah.


sedangkan rara masih bingung harus kemana.rara akhirnya memutuskan untuk bertanya pada aldo yang masih setia di sampingnya

__ADS_1


"al aku solat di mana ya.."tanya rara.


"yuk ikut aku.kirain aku kamu lagi PMS dari tadi diam aja."jawab aldo dan menggandeng tangan rara menuju kamar di lantai atas.


"so tau kamu."kata rara sambil menepuk tangan aldo.


aldo segera melepaskan tangannya dari tangan rara dan membuka pintu kamar di hadapannya.


tadinya aldo ingin membawa rara ke kamar tamu tapi di urungkannya.


aldo malah membawa rara ke kamarnya sendiri.entaah apa tujuannya hanya aldo dan tuhan yang tau...


setelah rara masuk aldo kembali lagi ke bawah kekamar mamihnya dan memimjam mukena mamihnya.


"buat apa..apa kamu sekarang solat pakai mukena..apa kamu sudah lupa kalo kamu ituh laki laki..nak.?"cercaan mamih yang nggak nggak.karna heran aldo ingin minjem mukena mamihnya.


"astagfirulloh mih aku masih normal gak seperti yang mamih pikirkan aku masih inget mih.."jawab aldo kesal dan di tertawai mamihnya dan papihnya yang lagi berbaring di atas tempat tidur setelah solat berjamaah barusan.


"kirain otak kamu udah geser.."goda mamih.


"astaga mamih..aku pinjem buat rara bukan buat aku.."

__ADS_1


"oh kirain mamih.."belum sempat mamih melanjutkan omongannya aldo sudah memotongnya.


"apa..cepetan akh nanti rara bosan nungguin.."


"kan ada do di kamar tamu juga ada.."jelas mamih.


"emm..."aldo malah menggaruk tengkuknya malu.


"apa"tanya mamih.


"ah..gak mih...pokoknya cepetan keburu akhir.."paksa aldo pada mamihnya.


mamih aldo mengambil satu set mukena di dalam lemarinya dan memberikannya pada aldo.


"nih.. awas ajah kalo kamu yang pakai mamih operasi tuh pala kamu.."teriak mamih karna aldo meninggalkan mamihnya begitu saja."dasar anak bandel...udah habis kesabaran mamih pih.."tanya mamih aldo pada suaminya dan mengikuti berbaring di samping suaminya.


"sabar mih namanya juga anak laki satu sarunya ya gitu.."jawab papih.


"ya pih mamih heran aja kenapa gak berubah sipat bandelnya yan sering main sesukanya dan jahilnya itu pih yang bikin mamih kesel.."jelas mamih.


"ya biarin aja mih selagi dia ada di jalan yang bener dan gak neko neko.."

__ADS_1


"ya kita doain aja supaya dia bisa lebih baik suatu hari nanti."tambah papih.


sementara di dalam kamar aldo..


__ADS_2